ShaKurra

ShaKurra
Episode 5 ShakurrA



Dua tahun kemudian.


Shakurra Ekha Cinta lulusan terbaik tahun 2016-2017 di SDIT Titian Insani, beri sambutan dan tepukan yang meriah, hari ini Aku lulus dari sekolah dasar, kemudian melanjut sekolah menengah pertama, Ayah dan Ibu memberi Aku kesempatan memilih dimana Aku akan melanjutkan sekolah.


Aku memilih Sekolah Menengah Pertama Bahana Pertiwi, sebenar nya Aku di terima di Sekolah Negeri Favorite di Jakarta, namun Aku tak berminat sekolah disana.


Ayah dan Ibu menyetujui keputusan ku Aku sudah mendaftar dan di terima Sekolah tersebut.


Mami Shania dan Papi Kurnia, sudah dua tahun ini sering mengunjungi rumah Ayah dan Ibu, bahkan sering mengajak ku pergi jalan, makan dan berbelanja di mall.


Aku selalu mengajak Adikku Kikho saat pergi dengan Mami dan Papi. entah lah Aku merasa lebih nyaman jika pergi di temani Kikho.




Aku sangat menyukai Jasmine dan Radith, entahlah sebelum Aku mengetahui bahwa Jasmine dan Radith adalah Adik Kandung ku, Aku merasakan sesuatu yang berbeda, Aku menyayangi mereka bahkan jika lama tak bertemu ada rasa kangeb dan seperti kehilangan dalam hati ku.


Setiap jalan bersama, ketika bertemu baik teman Mami atau teman Papi hampir semua mengatakan Aku Putri sulung nya karena wajahku sangat mirip dengan Mami. Mami dan Papi juga selalu mengatakan iya ini Putri sulung kami.


Sejak kecil Aku memang sudah memanggil Mami dan Papi, entah siapa yang pertama kali meminta ku memanggil begitu, aku pun sudah lupa, sementara kakak-kakak ku dan Kicho memanggil om dan tante.



Aku sempat terkejut, namun berusaha mengingat kejadian tadi, aah... sudahlah mungkin karena mengantuk, ku lihat Jasmine tampak tertidur pulas. aku pun melanjutkan tidurku, dalam mimpi aku bertemu dengan sosok gadis kecil tadi. Aku terbangun saat alarm jam 6 berbunyi.


Pagi ini udara masih terasa dingin, hujan rintik-rintik diluar sana, aku membuka jendela kamar, lagi-lagi aku melihat gadis kecil yang semalam berdiri di jendela, ku lihat gadis kecil itu berlarian sambil tertawa riang di taman dekat pohon bunga kamboja, tak lama gadis kecil itu menangis sambil mengais-gais kan jari mungil nya ke tanah, aku pun memanggilnya heei... jangan menangis, karena aku merasa kasian, aku pun keluar dari kamar lalu menuju ke taman.


Saat aku sudah sampai di taman gadis kecil itu sudah tidak ada, haaiii... gadis kecil jangan menangis, kamu dimana, kamu tidak apa-apa kan, hujan gerimis semakin deras tubuh ku sudah mulai basah, namun gadis kecil yang kulihat tadi tidak ada.


Tiba- tiba ada yang menarik tangan ku, aku pun segera membalik kan tubuh ku, betapa terkejut nya aku, Jasmine... kenapa keluar ini kan hujan, Ku gendong Jasmine lalu membawa nya masuk ke rumah, Non Shakurra dan Non Jasmine kok basah, ucap mbak Wati, ga papah mbak tadi habis dari taman belakang, Aku dan Jasmine segera mandi setelah itu minum susu hangat yang sudah di buatkan mbak Wati.


Dalam hati ku masih bertanya-tanya siapa gadis kecil di taman tadi dan kemana iya pergi.


# Cerita nya sedikit horor ya


Terima kasih karena sudah mengikuti cerita ini


di tunggu koment, like dan vote nya