ShaKurra

ShaKurra
Episode 14 ShakurrA



Sudah 5 hari Kurnia menemani Ayah di rumah sakit, besok Kurnia sudah harus pulang ke Jakarta karena waktu Cuti nya telah habis.


" Yah besok Kurnia pulang ke Jakarta karena waktu cuti telah habis


" Iya Kur, pulang lah sampai kan salam Ayah untuk Shania dan cucu-cucu Ayah


" Baik Yah, Insya Allah nanti di sampaikan salam nya Yah


Ayah pun tertidur lelap, kondisi Ayah sudah semakin membaik. Asalkan rajin terapi dan konsultasi Insya Allah Ayah bisa berjalan lagi.


Hari ini Shania meminta ijin tidak masuk kerja karena Radith sedang sakit, badan panas dan mengigil.


Semalam sudah di bawa ke dokter, saat ini suhu tubuh Radith mulai normal. Jasmine selalu menemani mami nya menjaga Radith iya ikut membantu mami nya mengambil apa-apa yang di perlukan mami.


Jasmine gadis kecil yang sangat cerdas meski bisu dan tuli. Jasmine pandai sekali melukis beberapa kali Jasmine memenang lomba melukis, bulan Desember nanti tepat nya 2 bulan lagi Jasmine akan mengikuti lomba mewarnai di Amsterdam Belanda, Jasmine mewakili anak-anak untuk kategori usia 4 tahun.


Jasmine akan di dampingi duta anak dari Indonesia.


Meskipun tidak bisa bicara dan mendengar Jasmine tetap ceria dan semangat, iya tak pernah bersedih berlarut-larut ketika ada yang mencibir, mengejeknya karena bisu dan tuli.


Jasmine mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.


Bahkan Shakurra sangat menyayangi adik nya itu. Shakurra sering kali mengajak Jasmine dan Radith berjalan-jalan di taman, berenang di temani Mas Kiano dan Kikho.


Meski Shakurra kesal kepada Mami dan Papi nya tapi iya sangat menyayangi adik-adiknya.


.


.


.


Kurnia dalam perjalanan pulang menuju rumah, iya membawa sedikit oleh-oleh dari kampung halaman Ayah nya.


Jalanan begitu padat hari ini, sangat melelahkan hampir 2 jam dari bandara Soekarno Hatta menuju rumah nya.


Akhir nya tiba juga di rumah. Kurnia memberi salam dan masuk ke dalam rumah nya, pintu depan rumah terbuka rupa nya ada tamu, Bu Ranti dan Bu Yana tetangga depan rumah sedang menjenguk Radith.


Kurnia sudah selesai mandi, iya menanyakan Jasmine, rupanya Jasmine sedang belajar bersama guru yang di panggil ke rumah.


Kurnia menyeruput kopi yang di buatkan bik Tuti.


" Kak Tina...., panggil Kurnia


" Iya Kur sebentar, Kak Tina berjalan tergopoh-gopoh, " Ada apa Kur?


" Yang membawakan kopi siapa itu?


" Itu Tuti, dia ART baru, Ratih pulang kampung karena suami nya kecelakaan


" Oh ya sudah kalau begitu


Kurnia kemudian masuk ke kamar iya merebahkan tubuh nya yang terasa lelah sekali, Kurnia pun tertidur.


Sementara di kamar Radith Bu Ranti dan Bu Yana masih ngobrol dengan Shania, kebetulan anak dan menantu Bu Ranti adalah dokter Mata beliau akan membantu untuk mencari donor mata untuk Radith.


Bu Yana juga merekomendasi tempat terapi bicara untuk Jasmine. Alhamdulillah meski tidak bisa bicara secara sempurna banyak anak-anak yang rajin terapi bisa lebih baik bicara nya.


Shania merasa sangat beruntung memiliki tetangga yang baik dan peduli. Karena sudah sore Bu Yana dan Bu Ranti pamit pulang.


Saat akan pulang Kak Tina memberikan oleh-oleh untuk Bu Ranti dan Bu Tina.


Kurnia meminta Kak Tina mengambil beberapa oleh-oleh untuk tetangga nya itu. Shania sedikit kaget namun Kak Tina memberi kode untuk diam saja.


" Kapan Kurnia pulang kak?


" Sudah dua jam yang lalu


" Ooh... kak tolong jagain Radith, aku mau mandi


" Iya Sha, ucap kak Tina.


Shania perlahan membuka pintu kamar, iya melihat Kurnia tertidur pulas, tampak nya sangat lelah. Shania pun lalu bergegas mandi.