ShaKurra

ShaKurra
19. Episode 19



Saat ini Shakurra sedang pergi bersama mami, papi, Kiano dan adik-adik nya, mereka sangat gembira.


Karena sudah malam dan jalanan macet akhirnya Kurnia tidak mengantar Shakurra dan Kiano, mereka berdua naik Taxi pulang kerumah.


Sampai di rumah mas Kinan sudah bersiap-siap pergi kerja. Mas Kinan hanya beristirahat saja di rumah.


Shakurra bergegas mandi, sementara Kiano masih duduk santai di atas sofa sembari bermain gitar.


Tiba-tiba Shakurra memanggil meminta di ambilkan handuk. Kiano pun segera menggambil handuk, saat akan memberikan handuk Kiano melihat Shakurra yang sedang mandi dengan tubuh polos tanpa sehelai benang.


Kiano lalu mendekat ke arah Shakurra melilit kan handuk ke tubuh Shakurra. Kiano mencium leher hingga punggung Shakurra.


Hasrat birahi Kiano semakin memuncak, iya lalu menggendong tubuh Shakurra merebahkannya di atas tempat tidur.


Kini kedua nya sama-sama hanyut terbawa suasana, Kiano perlahan memusatkan junior nya pada bagian intim Shakurra, dengan sudah payah akhir nya sang junior menancap menerobos mahkota kesucian Shakurra.


Shakurra menjerit kesakitan dengan singgap Kiano mencium bibir Shakurra, perlahan-lahan hingga rasa sakit itu berganti dengan rasa nikmat yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


" Sayang kamu sudah menjadi milik ku, berjanjilah selama nya akan tetap jadi milik ku, ucap Kiano


" Iya mas, aku janji, ucap Shakurra


Kedua nya terus melanjut kan permainan panas ini hingga dini hari, mereka pun tertidur dengan tubuh polos tanpa sehelai benang.


.


.


.


Shakurra terbangun saat ada suara bel, lalu Shakurra membangunkan Kiano. Shakurra lalu bergegas menuju kamar mandi, saat akan berjalan Shakurra merasakan sakit pada **** ***** nya lalu pelan-pelan Kiano memapah Shakurra ke kamar mandi.


Ternyata yang memencet bel mba Atun tapi karena pintu rumah tidak di buka akhir nya mba Atun memutuskan untuk pulang saja.


Ini sudah sering terjadi, apalagi di hari Minggu seperti ini, Kiano sering bangun siang sementara Shakurra sedang pergi berolah raga.


Setelah kedua nya mandi Kiano menyiapkan sarapan. Mereka pun sarapan bersama.


Kiano lalu melepas spray dan bed cover di kamar Shakurra lalu memasukkan ke dalam mesin cuci, Kiano sengaja mencuci nya karena di situ ada bekas darah dan cairan ****** yang menempel.


Mereka seolah tidak tahu apa konsekuensi dari perbuatan yang mereka lakukan. Sungguh peran orang tua sangat di butuhkan saat ini.


" Mas kalo aku hamil gimana? tanya Shakurra


" Ya gak papah, kita langsung saja menikah!


" Kalo Ayah dan Ibu tidak setujuh bagaimana?


" Sebentar lagi kamu kan lulus SMU, kita akan langsung menikah, bulan depan Mas udah mulai kerja.


" Beneran Mas?


" Iya sayang kalo Ibu dan Ayah tidak setujuh, kita kawin lari saja


" Waahh keren nih kedengarannya, kayak di film-film saja.


Kedua nya tertawa bersama, mereka terlihat tanpa beban, sementara kalau orang tua mereka tahu tentu nya akan menjadi masalah yang sangat besar.


.


.


.


Kiano mulai bulan depan sudah mulai bekerja di perusahaan otomotif. Karena Kiano tinggal menyelesaikan skripsi nya pada tahap akhir, mengikuti sidang skripsi dan tinggal menunggu Wisuda.


Karena itu awal bulan depan iya mulai bekerja, iya akan menyelesaikan sidang skripsi terlebih dahulu.


Iya sudah merencanakan masa depan nya bersama Shakurra, uang tabungan nya akan iya gunakan untuk membeli rumah, meski dengan cara mencicil.


Sisa nya akan iya gunakan untuk biaya kuliah Shakurra.


Iya tak mau lagi bergantung pada kedua orang tua nya. Jika sudah menikah iya harus hidup mandiri.


Hal terbesar iya pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya mendapatkan restu dari kedua orang tua dan pihak keluarga.