ShaKurra

ShaKurra
Episode 4 ShakurrA



Akhir nya Ibu mertua sudah tiba di Jakarta, Kurnia sendiri yang menjemputnya, setiba di rumah, Ibu Larasathi langsung menanyakan dimana kamar yang akan di tempati, Shania langsung mengantarkan Ibu mertua ke kamar nya, sementara Kak Tina masih duduk di ruang tamu di temani mbak Ratih Asisten Rumah Tangga yang baru 1 minggu ini bekerja.


" Silahkan istirahat Bu,


" Shania tunggu...


Shania menghentikan langkah nya,


" iya Bu,


" mengapa kamu memberikan ku cucu-cucu yang cacat,


"maaf Ibu, Anak-anak ku tidak cacat mereka terlahir sempurna hanya saja,


" hanya saja, bisu, tuli dan buta, bentak Ibu.


Darah Shania seperti mendidih memuncak tepat diatas kepala nya, Andai saja beliau bukan Ibu mertua ku akan ku cabik-cabik mulut nya dengan kukuku yang panjang.


" Kenapa kamu menatap Ku seperti itu, tidak suka, marah atau benci,


Shania hanya diam,


" periksakan dirimu ke dokter jangan-jangan ada penyakit bersarang di tubuh mu,


Airmata mulai membasahi pipi Shania, cukup Bu cukup, Shania pun keluar dari kamar dengan beruaian airmata.


Shania menangis di sudut kamar, Jasmine yang sedang bermain di kamar menghampiri Shania lalu memeluknya, seolah tau perempuan di hadapan nya sedang bersedih, Maaf kan Mami nak telah melahirkan mu kedunia ini tidak sempurna, Shania memeluk erat putri kecilnya.


Tak lama ada suara ketukan pintu, masuk saja, ternyata mbak ratih,


" Nyonya... Kak Tina menempati kamar yang mana,


" Kak Tina Tidur di kamar sebelah saja mbak berdua sama mbak Wati, sambil menghapus air mata.


Kak Tina ini kamar Jasmine dan Radith, Kak Tina tidur di kamar sebelah tapi di sini ada pintu, jadi Kak Tina bisa lewat sini, disini ada ruang tempat membuat susu, memanaskan bubur dan susu.


" baik Shania.


" kalau kakak mau mandi atau ada keperluan ke toilet kakak bisa minta tolong mbak Ratih atau nanti Mbak Wati, kebetulan mbak Wati sedang keluar menjenguk Adiknya kebetulan baru saja melahirkan. Nanti sore mbak Wati datang.


Di rumah ini Asisten Rumah Tangga ada dua, mbak Ratih dan mang Iwan, mereka berbagi tugas sendiri untuk bagian dalam dan luar rumah, yang mengasuh Jasmine mbak Wati dan yang mengasuh Radith Kak Tina, saya titip pesan selama saya dan Kurnia bekerja atau sedang tidak di rumah saya berharap semua bisa bekerjasama saling membantu dan memperhatikan anak-anak saya,


" baik Shania ucap Kak Tina.


" Oh ya Kak jangan sungkan-sungkan di sini ya, untuk sopir Pak Man selalu stand by di rumah jadi kalau ada keperluan apa-apa nanti Pak Man yang mengantar dan menjemput.


" Disini No telpon penting sudah saya tempel, kalau ada keadaan darurat silahkan menghubungi. Kebetulan saya masih cuti jadi saya masih di rumah untuk dua bulan ke depan jadi kakak bisa adaptasi dulu dengan lingkungan di sini.


Shania memencet bel,


' mbak Ratih untuk makan siang sudah siap apa belum?


"sudah nyonyah,


" oke makasih.


Kak Tina memandang takjub, mana ada di kampung yang begini.


"Kakak istirahat dulu saja. nanti kita siap-siap makan siang bersama.


" iya Shan.


Shania lalu mengambil jus buah alpukat susu dan menyuapi Jasmine, muka Jasmine mengekspresikan gembira saat disuapi, Jasmine suka ya, mulut Shania memberi gerakan agar Jasmine mengerti apa yang di katakan nya.


# Terima kasih untuk yang masih setia membaca cerita ini.


selalu di nanti koment, like dan vote nya