ShaKurra

ShaKurra
Episode 28



Kehamilan Shakurra membawa rasa bahagia untuk keluarga besar Mintho Hardjo. Cicit pertama yang akan segera launcing ke dunia.


Sudah memasuki usia kandungan yang ke sembilan bulan, berbagai acara syukuran dan pengajian telah di gelar.


Hubungan Shakurra dan Papi Kurnia pun semakin dekat, walau masih terasa ada jarak diantara mereka.


*


Sementara Shania kini tenggelam dalam dunia nya sendiri, iya sekarang lebih banyak menghabis kan waktu nya bersama sosialita nya. Arisan, shooping, Perawatan Kecantikan, Senam dan Hang Out bareng brondong muda.


Karier Shania semakin meroket sejak iya bercerai dengan Kurnia, karena banyak waktu yang iya gunakan untuk kepentingan kantor.


Malam ini Shania masih menikmati, makan malam yang tentu nya di temani para brondong dan geng sosialita nya.


Charlie laki-laki berperawakan kalem, kulit nya yang sawo mateng, bibir tipis, hidung mancung, muka oval dan alis hitam tebal yang menambah ketampanan nya.


Charlie masih kuliah di universitas negeri di Jakarta, ekonomi management fakultas yang iya pilih saat mengikuti test dan lulus dengan beasiswa.


Namun karena berasal dari keluarga kurang mampu Charlie harus kuliah sambil bekerja sebagai kurir Pizza.


Karena penghasilan sebagai kurir Pizza tak mencukupi iya pun akhir nya mengikuti jejak sahabat nya Nugie sebagai teman kencan tante-tante sosialita yang tajir kaya raya.


Ini yang pertama kali Charlie lakukan demi mencukupi kebutuhan nya, namun akhir nya iya menjadi nyaman dengan profesi yang tidak banyak menguras tenaga walau mendapat bayaran yang sangat besar.


Terlebih Charlie dipilih Shania yang sangat royal dengan uang, diantara tante-tante yang lain Shania masih terlihat lebih menarik dan cantik.


Shania juga tak pernah minta untuk di puaskan nafsu nya, hanya sekedar memijat dan cipika-cipiki saja.


Walau sebenar nya, gairah kelaki-lakian Charlie bergelora saat melihat tubuh mulus Shania.


**


Sambil menunggu Nugie dan Dana, Charlie membantu Shania menyiapkan camilan dan minuman untuk Tante Mega dan Tante Luna.


*


Di rumah Shania hanya seorang diri, Asisten rumah tangga selalu pulang, tak ada yang menginap selain bagian keamanan yang berjaga secara bergantian.


Charlie melingkarkan tangan nya di bagian pinggul Shania. Shania hanya tersenyum menanggapi ulah jahil Charlie, susah payah iya menelan saliva nya, tak tahan melihat pemandangan indah menyembul dari Bali tank top nya Shania.


Charlie mendorong mundur tubuh Shania, ******* gemas bagian tipis yang merah merekah.


Shania pun terhanyut dalam suasana, iya pun membalas dengan gemas apa yang di lakukan Charlie.


***


Charlie membisikkan sesuatu di telinga Shania, kemudian Shania berjalan ke ruang tamu, berkata pada Mega dan Luna, silahkan makan dan santai saja, saya masih ada kerjaan.


Mega pun spontan berkata " dikerjain kali ya"


Shania hanya mengedipkan mata nya lalu menuju kamar nya, sambil menyeret tangan Charlie yang sedang berdiri menunggu nya tak jauh dari kamar nya.


Bagaikan orang yang penuh dahaga, Shania melepaskan semua yang ada di tubuh nya, hingga nampak polos seperti bayi yang baru terlahir.


" Sayang ajari aku untuk itu karena ini pertama kali nya aku akan melakukannya! " ucap Charlie dengan wajah polos penuh nafsu.


Shania tersenyum lalu melingkarkan kedua tangan nya di bagian leher Charlie.