
5 Tahun kemudian
Shakurra tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik, kini Shakurra telah duduk di kelas 9 SMU.
Sedangkan Kiano saat ini kuliah di Fakultas Ekonomi di Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta.
Selama 3 tahun lebih Shakurra dan Kiano tinggal berdua saja di rumah, mba Atun hanya datang di pagi hari dan pulang pada sore hari.
Mas Kinan hanya sesekali menginap ketika libur karena jarak rumah sakit dan rumah cukup jauh.
Shakurra dan Kiano layak nya pasangan muda, mereka hampir tiap malam tidur berdua, dalam satu tempat tidur dalam satu selimut.
Mereka sering kali bercumbu walau tidak sampai koitus.
Sebenar nya Shania dan Kurnia tidak menyetujui Shakurra dan Kiano sering tinggal berdua saja di rumah.
Perdebatan ini sudah sering terjadi antara Shania dan Permata, " Ucapan mu adalah doa jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata seperti itu, kata- kata itu sering terlontar dari Ibu kepada mami.
Seperti hari ini perdebatan via telpon berlangsung lama.
" Mereka sejak terlahir sudah bersama-sama, wajar kalo mereka sangat dekat, ucap ibu
" Tapi mbak mereka laki-laki dan perempuan yang sedang beranjak dewasa, ucap mami
" Kamu jangan mengukur dirimu dengan anak-anak ku, kalo memang nanti nya mereka memiliki hubungan khusus saya akan menikahkan mereka, ucap ibu dengan emosi yang meledak.
" Tapi mereka bersaudara, mereka sepupuh mbak!
" Tapi mereka bukan saudara kandung dan Shakurra tidak pernah aku susui, sudahlah Sha jangan mencari-cari alasan agar Shakurra mau tinggal bersama kalian, sejak lahir iya sudah terbuang, ibu akhir nya menangis karena merasa kesal dengan semua ucapan mami.
" Maaf kan aku, mbak maafkan aku, ucap mami
" Cukup Sha, harus nya kata maaf itu ada saat 15 tahun yang lalu saat kamu akan membuang Shakurra di Panti Asuhan.
" Tuuuuutt.... sambungan telp terputus, ibu sengaja menutup telpon.
.
.
.
Kurnia hanya bisa menghembus kan napas panjang lalu keluar kamar meninggalkan Shania seorang diri di kamar.
Inilah hasil dari ke egoisan Shania. Biar kan dia merasakan semua nya.
Jasmine dan Radith baru saja pulang dari les, Jasmine les melukis sementara Radith les Piano, kedua nya sangat piawai dengan bakat masing-masing.
Jasmine saat ini sudah duduk di kelas 7 SMP sedang Radith duduk di kelas 5 SD. Kedua nya anak-anak yang berprestasi di sekolah.
Karena besok hari minggu Kurnia mengajak Jasmine dan Radith nonton film di bioskop.
Jasmine meminta papi nya untuk mengajak kak Shakurra dan Mas Kiano.
Kurnia lalu menelpon Shakurra, saat di telpon Shakurra sedang berada di kamar berdua bersama Kiano.
* Hallo Shakurra? ucap papi
** Hallo juga Pi, ada apa ya pi?
* Besok kita jalan yuuk! kita nonton rame-rame, ajak Kiano juga
Shakurra bertanya kepada Kiano apakah akan ikut, Kiano mengangguk tanda setujuh.
** Oke Pi, jam berapa?
* Jam 9 ya nanti papi jemput
** Iya Pi, makasih
* Sama-sama sayang
.
.
.
" ga papah kita ikut mas?
" ga papah cintaku, Jangan menolak ajakan om, biar bagaimana pun beliau papi mu
Shakurra memeluk erat tubuh Kiano, iya benar-benar merasa nyaman bila berada dekat Kiano.
Kiano selalu mengingatkan Shakurra bahwa biar bagaimana pun tante Shania dan om Kurnia adalah kedua orang tua kandung nya