
* Mencintai dalam sepi dan rasa sabar memiliki yang harus ku pendam dalam mengagumi diri mu,
* Melihat mu genggam tangan nya nyaman di dalam pelukan nya,
* Yang mampu membuat ku tersadar dan sedikit menepi,
Petikan gitar mas Kiano membuat Shakurra, berimajinasi seandainya sosok yang ada di samping ku bukanlah saudara kandung ku.
Ternyata diam-diam Shakurra mengagumi Ketampanan Kiano, karena sudah larut malam Kiano meminta Shakurra tidur.
" mas udah ngantuk Sha,
" terus kenapa!
" pindah ke kamar mu dong
" ga mau aah, aku mau tidur disini saja
Shakurra berbaring sambil menatap wajah tampan Kiano, Kiano merasa tak nyaman karena merasa ada semburan udara panas tepat di muka nya, muka Shakurra dan Kiano saling berhadapan, dekat, bahkan sangat dekat menyisakan berapa inchi, entah siapa yang memulai kedua nya sudah saling ******* bibir satu sama lain, sangat lama, sampai kedua nya kekurangan oksigen.
Entah setan apa yang sudah merasuki kedua nya, tangan Kiano sudah berani masuk menjelajahi kedua bukit kecil milik Shakurra.
Ketika kedua nya sudah tidak bisa mengontrol nafsu, tiba-tiba Shakurra melihat gadis kecil berdiri di depan nya, mata menatap tajam ke arah Shakurra.
" mas... mas siapa dia?
Tangan Shakurra menunjuk ke arah dimana iya melihat gadis kecil itu berdiri.
" tidak ada siapa-siapa Sha
Akhirnya Shakurra pindah ke kamar nya sendiri, Kiano mengantar dan menemani nya sebentar tak lama, Shakurra menutup kedua mata nya terlihat tulisan di cermin dengan darah "NAIMA"
" Naima..
" itu kak, lihat tulisan yang ada di cermin
" tulisan apa, ga ada tulisan apa-apa Sha, mungkin kamu kebanyakan nonton film horor.
Akhirnya Kiano menemani Shakurra, sampai tertidur, saat Kiano keluar dari kamar Shakurra, ibu melihat lalu bertanya kepada Kiano.
" Mas ngapain malam-malam dari kamar Shakurra?
" Anu ma, Shakurra ketakutan, kata nya melihat gadis kecil dan melihat ada tulisan darah di cermin "NAIMA"
" Naima, Naima....seperti nya ibu pernah mendengar nama itu, tapi sudah lah besok kita bahas, ini sudah malam
" baik ma
Lalu Kiano masuk kamar membaring kan tubuh, iya membayangkan kejadian tadi. Sebenar nya Kiano sudah tahu kalau Shakurra bukan adik kandung nya, Ibu sudah menceritakan nya sejak 2 tahun lalu.
Kiano mulai jatuh hati sejak mereka sering pergi dan pulang sekolah bersama, iya jatuh hati pada adik sepupuh nya sendiri, apa yang akan terjadi ketika orang tua mereka tahu.
Kiano merasa kedua orang tua nya akan menentang dan melarang hubungan mereka, tapi Kiano akan tetap memiliki Shakurra walau apapun yang terjadi.
Apakah kisah Shania dan Kurnia akan terulang kembali. karena sepertinya Shakurra juga menyukai Kiano.
Ternyata, Cinta itu bisa tumbuh kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja tanpa perduli orang tersebut adalah bagian terdekat dengan kita, sungguh luar biasa yang nama nya cinta.
Hari sudah pagi, Shakurra masih terpaku dia atas tempat tidur, iya mengingat kejadian semalam saat iya berciuman dengan mas Kiano, kenapa mas Kiano mau melakukannya, bukankah aku adik kandungnya, tapi adakah seorang saudara kandung mencium adik nya seperti semalam.
Ya Tuhan jangan sampai terjadi lagi, aku takut berdosa ya tuhan, andai saja mas Kiano bukan saudara kandungku tentulah aku mau jadi kekasih nya .
# Terima Kasih yang sudah membaca cerita ini
di tunggu komentar, like dan vote nya