ShaKurra

ShaKurra
Episode 32



5 Tahun Kemudian


Kini Kenzoe sudah berusia 6 tahun, saat ini Kenzoe sudah sekolah di TK. Besar, Shakurra juga sudah menyelesaikan kuliah nya.


Namun Shakurra memilih tidak bekerja karena iya tak ingin Kenzoe kehilangan kasih sayang dan perhatian dari Bunda nya.


Papi Kurnia saat ini sudah pensiun, sehingga lebih banyak waktu di rumah, Jasmine sudah kuliah, sedangkan Radith tak lama lagi lulus SMU.


Jasmine dan Radith sangat cerdas sehingga mereka mendapat beasiswa. Papi Kurnia sangat bangga dengan Jasmine dan Radith.


Andai saja mami Shania tidak memutuskan hubungan silaturahmi mungkin sesekali waktu mereka masih bisa berkumpul.


*


Shania saat ini sedang berada di puncak kesuksesan bisnis nya yang semakin berkembang, bahkan iya sudah memiliki 2 orang anak hasil pernikahan nya dengan Charlie. Bella berusia 4 tahun dan Bryan berusia 2,5 tahun.


Beberapa cabang usaha sudah di buka di berbagai kota. 3 tahun lagi Shania akan pensiun dari kerja. Shania tentu semakin banyak waktu dalam mengembangkan kariernya.


Hubungan rumah tangga nya dengan Charlie pun baik-baik saja, Charlie nampak perhatian dan sayang terhadap Shania namun Shania tidak tahu kalau Charlie sudah menikah sirih dengan seorang gadis desa yang masih muda, cantik, seksi dan mempesona.


Sudah hampir 3 bulan ini Charlie menikah dengan Amira. Amira tinggal tak jauh cabang usaha Shania yang berada di daerah Majalengka.


Karena sering bertemu timbullah benih-benih cinta. Charlie membelikan Amira rumah di daerah Majalengka, agar Charle tak begitu jauh jika ingin menemui nya.


Dan Shania tidak curiga jika Charlie pergi ke Majalengka, Karena usaha kuliner di Majalengka sangat ramai omset nya selalu stabil. makanya Charlie sering kali mengecek tempat usaha nya itu.


Andai saja Shania tahu Charlie sudah menikah tentulah iya akan langsung menceraikan Charlie. Karena Shania paling tidak suka dengan pengkhiatan.


**


Aku memang sayang kepada Shania, tapi aku belum pernaha merasa kan rasa cinta, seperti perasaan ku pada Amira.


Mungkin wajar jika aku, menjalin hubungan dengan perempuan lain, meski hanya menikah sirih setidaknya pernikahan kami sah.


Kalau pun suatu saat Shania tahu, aku akan meminta maaf dan aku tidak akan pernah menceraikan nya.


Karena kami memiliki anak, hasil dari pernikahan kami, aku menyukai Shania, aku juga menyanyangi Shania. Hanya saja hati ini tiba-tiba mencintai perempuan lain.


Amira gadis polos yang aku nikahi, rela menjadi istri kedua, Amira juga berjanji tidak akan bertindak macam-macam, iya akan patuh dengan apa yang aku katakan padanya.


Anak-anak ku Bella yang cantik dan cerdas seperti maminya dan Bryan yang sama persis dengan ku, kami bak anak kembar yang berbeda usia.


Shania juga selama ini sangat baik dan perhatian dengan kedua orang tua ku dan saudara-saudara ku.


Bahkan iya, tidak perhitungan dalam membiayai kuliah ku dan menyekolahkan adik-adik ku.


Sebenarnya aku menyesal telah menikahi Amira, namun semua sudah terjadi. Bahkan kedua orang tua ku tidak tahu kalau aku sudah menikahi Amira.


Amira gadis yatim piatu, iya bahkan harus bekerja keras dengan berjualan jamu, iya juga saat itu menumpang dengan paman nya yang sangat kasar dan galak.


Untung nya Charlie telah memberi uang pada paman Amira, mereka pun kembali ke kampung halaman Paman nya di ujung pulau Kalimantan.


Kini Amira masih tetap berjualan jamu secara online, iya tak mau mengecewakan para pelanggan nya.


Charlie pun mendukung usaha Amira. Iya tak mau Amira terkekang hidup nya.