Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
06



Ketenangan Rafa terganggu karena panggilan masuk dari ponsel nya.


".. Halo?"


"Lo di mana Fa?"


"Di rumah" Tanya Rafa malas.


"Cafe biasa yak, makan kita"


"Oke"


...


"Halo?"


"Iya kak? Ada apa ya?"


"Lo lagi senggang ga? Gue mau ajak lo ke suatu tempat"


"Senggang sih kak, tapi mau ke mana?"


"Ke cafe, ada yang mau gue omongin. Siap siap, bentar lagi gue jemput"


"Eh, tapi saya bisa baik angkot kak, ga usah"


"Udaaah siap siap sana"


"Baik kak"


Setelah cukup lama menungu, akhirnya Rafa sampai di kedaman Khansa.


"Nih helm nya, sorry gue bawa motor"


"Ga papa kak, makasih ya"


"Jangan panggil gue kakak, biasa aja, Rafa. Pakai gue lo, jangan aku kamu, aga gimana gitu gue dengernya"


"Um, iya Fa siap"


"Buruan naik"


"Iya"


Sebenarnya Rafa merasa tak enak, selama perjalan ini hati nya tak tenang, bagaimana kalau Khansa tau dan marah. Ia menyiapkan hati dan memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya.


".. Sa"


"..."


"Hm? Lo manggil?"


"Iya. Gue mau minta maaf"


"Apa? Ga denger gue"


"Coba lo duduk nya lebih maju deh, biar denger"


"Duduk apa??"


"DUDUK NYA LEBIH MAJU! BIAR LEBIH DENGER!!


"Oalaaah oke oke sorry hehe" Khansa sedikit maju dan mendekatkan wajahnya ke kuping Rafa.


"Kenapa?"


"Gue mau minta maaf, soal Arga"


"Ga papa lah, itu kan bukan salah lo. Salah nya dia"


"Tapi lo jangan marah ya?"


".. Marah kenapa emang?"


".. Sekarang ini, gue lagi mau bawa lo ke tempat Arga"


"Hah?! Maksud lo apaan?!"


"Tenang aja ya, gue cuma mau kalian baikan. Gue bakal jagain lo kok, ga usah takut"


Setelah itu, tak ada lagi kata yang keluar dari mulut Khansa, membuat Rafa semakin merasa tak enak dan bersalah.


Akhirnya mereka sampai di cafe, mereka masuk ke cafe. Arga yang menyadari kedatangan Khansa beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Khansa. Namum tiba tiba...


"Woy Arga! Liat kaki lo!!" Farhan histeris.


Arga menatap kaki nya namun sudah terlambat, ia terjatuh saat itu juga karena tali sepatu yang terlepas. Sial nya, ia jatuh ke depan dan menimpa Khansa yang saat itu ada di depan nya.


Semua pasang mata menatap mereka saat ini, mereka terjatuh ke lantai masih saling menatap. Khansa merasa geram karena manusia bernama Arga ini tak kunjung bangun dan diam di posisi seperti itu. Ia mendorong Arga menjauh.


"Kurang ajar lo ya! Minggir sana!"


BERSAMBUNG...