
Khansa:
Hari ini setelah jam istirahat ke dua, semua siswa di kumpulkan di aula, katanya ada pemberitahuan.
"Selamat siang semua nya"
"Siang pak"
"Bapak mengumpulkan kalian di sini karena ingin memberitahukan kalau besok kita akan mengadakan kemah di hutan. Jadi bapak harap kalian membawa perlengkapan yang sekiranya di butuhkan. Nanti akan ada panitia yang memberitahu apa saja yang wajib kalian bawa"
"Ih pak, ko dadakan?"
"Iya pak, kenapa ga lusa?"
"Bapak baru di kasih kabar hari ini, jadi mohon maaf. Tapi, setelah pengumuman ini selesai kalian di persilahkan untuk pulang, dan persiapankan semua kebutuhan kalian"
"Azeeeek"
"Pulang guys"
Setelah pengumuman selesai, kami pulang dan mempersiapkan semua perlengkapan untuk besok.
Keesokan harinya
Aku sudah menyiapkan semuanya, ada senter, korek, semua perlengkapan sudah ada.
Di lapangan sudah banyak siswa yang berkumpul. Di depan sekolah juga banyak mobil besar untuk kami berangkat.
"Ayo anak anak, absen dulu, abis itu berangkat"
"Baik pak"
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, kami sampai di hutan. Pohon nya besar besar, gelap.
"Ayo, kita langsung cari tempat untuk membangun tenda"
"Baik pak"
Kami mencari tempat yang pas untuk kamu membangun tenda. Setelah nya, kami di bagi kelompok untuk berjalan menyusuri hutan. Semua dari kelas 10,11, dan 12 di jadikan satu. Dan parahnya, aku sekelompok dengan Arga:)
Kami mulai berjalan.
"Eh guys, gue kebelet"
"Ih tahan aja, jangan buang air sembarangan, nanti ada yang marah"
"Ih ga sehat"
"Jangan, dengerin kata si Khansa, emang Lo mau kenapa kenapa?"
"Hais, kalau ngompol gimana?"
Srek
Srek
"Apaan tuh?"
Kami mendengar bunyi aneh dari semak semak, mulai dah negatif pikiran nya.
Tiba tiba ada sesuatu yang berlari. Sebelum melihat dan memastikan nya kamu langsung berlari tanpa arah. Kami terpisah...
5 menit kemudian..
"Hah hah aduh.."
"Lo ga papa Sa?"
"Eh? Lo ngikut gue?"
"Iya, refleks lari juga tadi. Si Juned mana? Kipli mana? Ah elah.."
"Waduh.. Ar, kita kepisah.."
"Lo ga bawa hp? Biasa nya ada kompas di hp"
"Ga bawa, gue taroh di tas. Lo ga bawa?"
"Gue ga punya kompas, hp gue juga ga ada kompas nya"
"Lain kali siap siap kalau mau jalan ke hutan, tinggal download"
"Iya.. Terus gimana ini? Kita kemana?"
"Gue juga ga tau. Coba Lo buka hp Lo, mana tau bisa hubungin guru"
"Iya.."
Sial..
"Ga ada nyisal Ar"
"Haih, gimana jadi?"
Kami melihat ada semak semak yang bergoyang goyang. Refleks aku melompat dan memeluk Arga.
"Hiiii"
Tak lama muncul tupai dari balik semak semak.
"Oalaaah tupaii Ar-"
Aku baru sadar posisi ku sekarang. Aku melihat Arga dengan wajah yang memerah. Aku segera menjauh dari nya.
"A-ah, anu, maaf, refleks"
"Um, ga papa"
"Jadi kita.. Ga bisa balik?"
"Mau coba jalan dulu? Kita ke arah yang tadi deh, siapa tau tembus"
"Iya"
Kami mencoba mencari jalan, kembali ke arah kami berlari tadi.
Rafa:
Semua kelompok sudah sampai di tempat tenda, mereka duduk dan beristirahat. Tapi, gue belum liat Arga dan kelompoknya.
"Pak, maaf. Tapi saya belum ada liat kelompok Arga, mereka belum sampai?"
"Hm, iya ya, bapak belum lihat. Mungkin sebentar lagi"
Tiba tiba ada Juned dan Kipli yang menabrakku.
"Nah ini dia, tapi ko.. Arga sama Khansa mana?"
"Ga tau gue.. Hah.. Hah.. Kita kepisah, gue ga tau mereka ke mana, ayo Fa, kita cari.. Gue takut mereka nyasar"
"Nyasar?! Pak ayo kita cari pak!"
"Iya iya, bapak minta tolong guru yang lain buat ikut"
"Baik pak"
Arga sama Khansa ilang? Ya ampun... Udah tau di hutan, kenapa pake pisah segala sih??
Duh, bikin khawatir aja..
Beberapa guru dan siswa ikut mencari Arga dan Khansa di dalam hutan. Semoga mereka bisa di temukan.
BERSAMBUNG...