
Arga:
Kemah udah beres, sekarang kembali fokus sekolah.
Waktu terus berlalu, ujian nasional sudah tiba. Gue, Rafa, Farhan, dan semua angkatan gue sedang di siksa dengan angka yang gue liat tadi malem pas belajar, yap! Matematika. Gue lagi ujian, pusing gila.
Pulang
Ponsel gue berdering, ada telepon dari Khansa.
"Yoa, kenapa Sa?"
"Gimana ujian nya? Susah?"
"Sejak kapan gampang?"
"Hehehe, mau belajar bareng lagi?"
"Boleh boleh, gue ke rumah Lo ya"
"Yaudah, hati hati"
"Asiap"
Hubungan kami tetap baik walau hanya sebatas sahabat, itu sudah cukup.
Minggu berlalu.. Hasil ujian sudah keluar, nilai gue bagus bagus, syukur deh. Dan.. Gue lulus, ijasah bakal segera keluar. Ga kerasa ya, perasaan baru kemarin masuk, udah lulus Bae.
Rumah
"Ar"
"Hm? Kenapa Bun?"
"Ayo siap siap"
"Mau kemana Bun?"
"Kita ke luar negeri"
"Loh mau ngapain? Liburan?"
"Kita pindah ke sana, kamu mau jadi polisi kan? Nanti kita sekolah khusus polisi"
"Loh Bun, kan di sini ada.. Ngapain musti jauh jauh ke sana?"
"Ya ga papa, lagian kamu kan suka ke luar negeri, biasa nya seneng. Karena cewe itu kan?"
"Loh Bun, apa sih Bun.. Kenapa bawa bawa Khansa terus?"
"Ya emang gitu kan? Udah, cepet sana siap siap"
"Emang kapan berangkat nya?"
"Secepatnya"
"Bun, aku ga mau.."
"Harus mau. Kamu masih ada rasa ya sama cewek itu?!"
"Ya ampun Bun.. Udah.."
"Jawab"
"Ish, iya ada"
"Yaudah, kalau jodoh pasti bersatu ko, gitu aja repot. Kalau cinta ya tahan aja mau LDR kek mau apa kek. Poko nya kita berangkat"
Ini.. Bunda lagi nguji gue apa gimana?
"Yaudah, iya"
Kalau gitu gue harus tunjukkin kalau gue bisa!
Gue masuk ke kamar dan mengemasi barang-barang gue.
Khansa:
Hari ini semua kakak kelas yang udah lulus pada wisuda, ga kerasa...
Semua nya berpakaian layak nya orang yang akan wisuda, mereka berfoto bersama, dan menangis bersama.
Aku melihat Rafa yang sedang berfoto dengan Farhan di tengah keramaian. Aku segera berlari mendekati mereka.
"Hai Fa, Han"
"Oh, hai"
"Hai Sa"
"Arga mana?"
"Cieee Arga teros"
"Apa sih Han~"
"Iya nih, Arga mulu, kan gue jealous" Ucap Rafa.
"Hahaha, iya iya. Hah.. Pisah deh kita, ga bisa ke kantin bareng lagi"
"Santai aja, gue ajak jalan kapan kapan"
"Apasih Han, ga usah gitu hahaha"
"Ih ga papa Fa, kapan kapan kita jalan"
"Nah"
"Lo belum pada jawab, Arga mana?"
Mereka terdiam, aku menatap mereka sambil mengangkat alis ku.
"Ko diem?"
"Arga pergi Sa"
"Pergi ke mana?"
"Dia ke Amerika, dia lanjutin sekolah polisi di sana"
"..Jangan bohong Lo Han, di sini kan banyak, ngapain jauh jauh ke sana"
"Di paksa bunda nya"
"Lo serius?"
"Heem, serius"
"Kapan dia berangkat?"
"Ntar siang, jam 2"
"Dia di rumah?"
"Kata nya sih hari ini mau ke kantor dulu. Barusan dia SMS gue, katanya ada di Luxury Cafe, bentar lagi kita ke sana"
"Yaudah gue duluan ya, makasih info nya"
"Hati hati"
Aku berlari ke arah gerbang dan berangkat menuju Luxury Cafe.
Luxury cafe
Saat turun, aku langsung melihat Arga yang baru saja turun dari mobil nya. Aku segera berlari ke arah nya.
"Arga!"
"He? Ko lo di sini?"
Aku mulai meneteskan air mata.
"Lah, ko nangis! Kenapa Sa?!"
"..Lo yang kenapa! Kenapa ga ngasih tau gue?!"
"Ha? Maksud Lo?"
"Ga usah sok ga tau, Lo mau pergi tanpa gue tau?! Hah?! Ngapain sih kudu ke luar negeri segala?!"
"Jadi bener?"
Dia mengangguk pelan.
Air mata semakin membanjiri pipiku.
"Maaf ya Sa.. Gue ke sana mau belajar, tapi, pas pulang nanti, gue bakal jadi orang yang lebih baik lagi, lebih lebih lebih baik lagi, buat keluarga gue, buat semua orang, dan.. Buat Lo"
"Tapi kan sekolah polisi di sini ada Ar.. Kenapa milih yang jauh?"
"Bunda yang minta.. Udah dong jangan nangis"
Aku memukul dada Arga kesal.
"Aduh, ko mukul sih?"
"..Hik... Hehe.. Ga papa... Lo.. Belajar yang bener ya, biar jadi polisi beneran, hehe.."
"... Pacaran yu?"
"Hm? Apa? Maksud Lo?"
"Ayo pacaran?"
"Apasih Ar? Lo kenapa dah?"
"Gue ngajak pacaran elah.. Masa ga paham"
"Tapi momen nya.. Terus ntar?"
"Kita LDR"
"Kenapa mau LDR? Lo juga belum tentu balik lagi kan?"
"Gue bakal balik, demi Lo"
Ar...
"Hm? Terima?"
"..Gue bingung"
"Kita buktiin kalau kita bisa, ya?"
"... Iya.. Gue mau.."
"Demi apa? Beneran?"
"Iya ih!"
Dia memelukku dengan erat. Dia mengusap kepala ku.
"Sabar ya.. Lo ga papa kan kita pisah dulu? Ya? Gue bakal balik secepatnya, ya? Lo percaya kan sama gue? Gue bakal jadi orang yang baik, baik, baik buat Lo"
"...Iya, percaya"
"Ga meyakinkan"
"Iya ih percaya!"
"Ah ya, gue ada sesuatu buat Lo"
"Apa?"
Dia mengeluarkan sebuah kotak dari tas nya dan memberikan nya padaku.
"Buat Lo"
"Lo sengaja beli?"
"Ini emang udah lama gue pengen kasih ke lo, gue bawa ke mana mana, hehe"
"Gue buka ya?"
"Buka aja"
Aku membuka kotak berwarna hijau toska itu. Di dalam nya ada parfum dengan tulisan 'Rain'.
"Parfum?"
"Yep. Maaf gue ga bisa nemenin lo buat liat ujan lagi, gue cuma bisa kasih ini buat Lo"
"... Makasih Ar.."
Air mata ku kembali mengalir. Arga memelukku.
"Jangan nangis dong, pacar nya Arga harus kuat!"
Aku membalas pelukannya.
"Lo harus cepet pulang ya?"
"Pasti.."
"Wiihhh ada yang balikan nih kaya nya?"
Kami melepas pelukan kami ketika mendengar suara Farhan.
"Ha?"
"PJ dooong"
"LDR nih jadi?"
"Untuk sementara.. Mungkin" Jawab Arga dengan senyum.
"Jadi kalian balikan?"
"Iya"
"..Semoga langgeng ya"
"Makasih Fa"
Kami masuk ke dalam dan mengobrol. Setelah itu, kami bersama mengantar Arga ke bandara.
Bandara
"Gue berangkat ya guys, jaga diri kalian baik baik. Jangan lupa doain gue, hehe"
"Iya Ar iya"
"Hati hati Ar"
Arga mendekati ku dan berdiri tepat di depan ku.
"Gue berangkat"
"Hati hati.."
"Lo juga.."
Dia mencium keningku.
"Gue sayang sama Lo. Gue bisa percaya sama Lo kan?"
"Bisa.. Gue juga, bisa kan percaya sama Lo?"
"Pasti nya. Gue jalan ya"
Aku hanya mengangguk.
Arga mulai melangkah menjauh, meninggalkan kami.
"Lo kenapa mau balikan sama dia Sa?" Tanya Rafa.
"Gue juga ga tau.. Refleks bilang iya"
"Tapi Lo masih sayang?"
"Masih"
Rafa berhenti bicara. Mereka mengantar ku pulang.
BERSAMBUNG...