Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
40



Keesokan harinya...


Tok Tok Tok


"Bun.."


"Masuk"


Arga masuk ke dalam kamar bunda nya dan duduk di sebelah bundanya.


"Bun.. Aku kan udah dewasa.. Udah 20 tahun lebih kan?"


"Ya, hampir 25"


"Aku mau minta izin untuk menikah Bun"


"Sama siapa?"


"Sama.. Khansa"


"Kenapa sih? Dari semua perempuan yang ada kamu harus pilih dia?!"


"Bun, hati Arga udah mantap sama dia.."


"Ga!"


"Bun.."


Ayah berdiri di depan pintu kamar, dan perlahan masuk.


"Bun, ini kan hidup nya Arga. Biarlah dia yang menentukan.Tugas kita sudah selesai Bun"


"Tapi dia bukan siapa siapa, bikin malu!"


"Bun, biarlah Arga bahagia dengan pilihan nya. Kita ikutin aja, toh anak nya baik"


"Hah!"


"Bun, pikirkan Arga juga, jangan memikirkan diri sendiri dan nama baik. Coba bunda ketemu dulu sama Khansa"


".. Kalian, keluar dulu.. Bunda cape"


Arga dan Ayah nya keluar dari kamar.


Sore


Bunda keluar dari kamar dengan pakaian yang biasa di gunakan untuk bepergian.


"Loh, bunda mau ke mana? Ayah baru selesai masak loh Bun"


"Ayo ketemu Khansa?"


"Hah?! Apa?!"


"Bunda rasa ayah benar. Kamu yang menjalani nya, bunda ga berhak ikut campur. Kita ketemu dia dulu hari ini"


"Bunda serius?!"


"Serius sayang.. Maafin bunda ya"


"Tapi kita makan dulu ya.. Arga hubungi dulu Khansa" Perintah ayah.


"Baik yah!"


Taman


Arga keluar dari mobil dan melihat sosok Khansa yang sudah menunggu nya. Ia segera menghampiri Khansa, sedangkan orang tua nya menunggu di mobil.


"Woy! Sa!"


"Ih apa sih? Ngajak ketemu terus, hal penting apa yang mau Lo omongin? Terus kenapa Lo di sini? Tunangan Lo?"


"O iya ya, gue belum cerita. Gue batal nikah sama dia"


"Loh kenapa?"


"Ya karena kita ga cocok"


"Apa gara gara gue?"


"Engga lah bukan"


"Jadi mau ngomong apa?"


"Ada yang mau ketemu sama lo"


"Siapa?"


Ayah dan bunda Arga turun dari mobil dan perlahan berjalan menghampiri Khansa.


Khansa sempat merasa takut ketika melihat bunda Arga. Bunda berjalan mendekati Khansa tanpa senyuman, dan itu membuat Khansa sedikit takut.


Saat sudah berhadapan, bunda memperhatikan dari ujung kaki sama ujung rambut Khansa. Dan tak lama memberikan senyuman hangat.


"Kamu Khansa?"


"..I-iya Tante.."


"Santai saja.. Tidak usah takut"


"..Baik"


"Ini kali kedua kita bertemu ya?"


"Maafin Tante ya.. Selama ini Tante jahat banget sama kamu..."


Khansa terkejut setelah mendengar ucapan maaf dari bunda Arga, ia tak mengatakan apapun.


"Apa kamu takut?"


"Um.. Engga Tante.. Tapi, kenapa Tante tiba tiba minta maaf?"


"Tante sadar, kalau Tante salah. Dan seperti nya kalian tidak bisa di pisahkan ya, hahahaha. Sudah LDR bertahun tahun tapi tetap bersama, dan bahkan sampai sekarang kamu masih bisa bersama. Tante salut.


Jadi, apa kamu mau memaafkan Tante?"


"Iya Tante, ga papa.. Bukan salah Tante"


"Oh iya, ada yang mau Arga sampai kan"


Bunda mundur dan Arga maju beberapa langkah mendekati Khansa.


"Sa, Lo masih sayang sama gue?"


"..Engga"


"Bohong. Coba tatap mata gue dan ngomong kaya gitu sekali lagi"


"..."


"Nah kan"


"Lo apaan sih? Cepetan mau ngomong apa?"


Arga mengambil sesuatu dari saku celana nya, sebuah kotak, dan kemudian di buka nya.


"Will you marry me?"


Sebuah cincin yang di hiasi permata, sangat cantik. Membuat hati Khansa semakin berdebar debar. Khansa menatap kedua orang tua Arga, mereka mengangguk.


"Lo.. Serius?"


"Masa main main? Kalau Lo mau, abis ini kita ke rumah orang tua Lo"


"Langsung?!"


"Ya. Lagian umur kita udah cukup kan? Buat apa pacaran lama lama"


"..."


"Jadi?"


Khansa mengangguk dan tersenyum. Mata nya mulai mengeluarkan air mata.


"Ya. Gue mau"


"Serius?!"


"Iyaaa!"


Arga memeluk Khansa dengan erat. Hati nya sangat bahagia. Akhirnya bisa bersama dengan orang yang ia cintai, orang yang bisa merubah nya menjadi lebih baik.


Mereka memutuskan untuk langsung melakukan pernikahan, 2 bulan dari sekarang.


2 bulan kemudian...


Akad nikah di laksanakan di kediaman Khansa. Dan pesta nya di laksanakan di kediaman Arga. Kini, mereka sudah sah menjadi suami istri.


"Wiih selamat ya Ar!"


"Hahaha makasih Han"


"Selamat Ar, Sa"


"Sama sama Fa.. Sorry ya"


"Sorry kenapa sih? Semoga kalian bahagia dan langgeng ya"


"Terimakasih"


"Ga nyangka, perasaan kemarin kita masih pada sekolah, sekarang udah nikah aja. Lo kapan Fa? Masih ngejomblo Bae"


"Apaan sih..."


Ada kabar gembira loh, Farhan bulan depan akan menyusul kami. Dengan siapa?


"Jangan lupa bulan depan dateng guys"


"Pasti. Bela mana?"


"Dia lagi ambil kue"


Ya. Dengan Bela.


Kami banyak melalui hal hal bersama, percintaan, persahabatan, susah dan senang.. Kami lalui bersama.


Ada yang bahagia karena bisa bertemu dan bersatu dengan cinta sejati nya, walau harus melewati banyak sekali cobaan. Dan sepertinya, ada yang harus berjuang untuk melupakan. Cinta itu tidak harus memiliki, berusaha merelakan dia bahagia dengan yang lain.


Dan mungkin, sampai di sini dulu ya cerita kami. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain hari. Yang tertarik pada Rafa, mungkin bisa mendaftar ya, hehehe...


SELESAI.


Terimakasih untuk semua pembaca yang masih mengikuti cerita ini. Mungkin cerita nya agak membosankan, saya mohon maaf😊. Ini pertama kali nya saya menulis, semoga saya bisa belajar menjadi lebih baik di karya karya berikut nya.


Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan atau bahasanya. Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya 😊.