
Khansa:
Setelah satu minggu di rawat, Arga sudah membaik dan di izinkan pulang. Hari ini dia sudah masuk sekolah.
Bulan telah berganti, tak terasa aku sudah melewati masa masa saat kelas 10. Saat ini kami semua sedang menghadapi yang namanya Ulangan Kenaikan Kelas. Kami fokus belajar dan Alhamdulillah, kami naik kelas dengan nilai yang baik. Hari ini adalah hari terakhir sekolah, kami hanya membersihkan kelas saja.
"Khansaaa" Teriak Arga ceria.
"Apaan?"
"Sore Lo mau ngapain?"
"Ga ngapa ngapain, kenapa?"
"Kerjaan Lo?"
"Gue berhenti dulu, istirahat"
"Ikut gue yu? Gue mau ajak Lo ke suatu tempat"
"Mau ke mana?"
"Ada deh, ayo"
"Yaudah iya, tapi ntar pulang dulu, ganti baju. Jangan pake baju sekolah"
"Iyaaa"
Saat pulang, dia sudah siap dengan kaos putih dan kemeja biru.
"Cepet bener, gue aja belum selesai beberes"
"Gue tadi pulang lebih cepet. Ayo gue anter pulang?"
30 menit kemudian...
"Mau ke mana sih Ar?"
"Diem dulu, rahasia"
"Ish"
Beberapa menit perjalanan, kami sampai di tempat yang Arga maksud. Kami sampai di gedung bertingkat, tingkat berapa ya? Aku tidak tau, tinggi sekali.
"Ar, kenapa ke sini? Ini gedung Lo?"
"Iya, warisan. Ayo masuk"
"Ada orang nya ga?"
"Banyak"
Dasar holang kaya, gedung kaya hotel gini di bilang warisan.
Kami naik lift, dia memencet tombol lantai yang paling atas.
Kami sampai di lantai paling atas.
Dia memegang tanganku dan membawaku berjalan melewati tangga.
"Ko lift nya ga sampe atas sana Ar? Ko musti naik tanggal lagi?"
"Yang di atas spesial, ga boleh ada yang ke sana kecuali keluarga"
"Oh.."
Kami sampai di ruangan tanpa atap
"Hiii Ar, kenapa ini gini?? Kalau jatoh gimana?"
"Ya jangan jatoh"
"A... Seremm"
"Tapi kalau udah biasa ga bakal takut ko, malah nyaman, enak. Eh Sa jangan geser geser ke sana"
Dia menarik ku ke pelukan nya.
"K-kenapa?"
"Lo mau jatoh? Di sini ga ada pengaman nya tau"
"Makanya kasih pengaman lah! Kasih tembok kek, apa kek buat ngalangin orang biar ga jatoh"
"Ga ah, males hahahaha"
"Ish"
"Tapi kalau liat hujan di sini enak loh, tinggal pasang tenda biar ga basah"
"Haahh?"
"Eh ini kan udah mendung nih, siap siap yu? Mana tau hujan"
"Lo mau nonton hujan?"
"Menikmati hujan. Ayo"
Kami turun ke bawah dan mengambil banyak camilan. Ada berbagai macam keripik, ada mie instan juga. Saat semua sudah siap, kami duduk di bawah tenda yang terbuat dari terpal.
"Yeeeyyy Hujaaaan"
Dan saat yang kami nantikan datang, hujan turun.
"Lo suka banget sama hujan ya?"
"Suka. Bikin tenang aja gitu, bau nya juga enak"
"Hm.."
"Eh gue ada coklat loh"
Aku mengeluarkan kotak berisi coklat.
"Coklat?"
"Iya. Tadi malem gue bikin. Cuma di cairin terus di tambah susu sih, semoga aja enak, hehe"
"Wiih makasih loh ya"
"Masama"
Arga membuka kotak nya dan mulai memakan coklat nya.
"Enak?"
"Hm! Enak ini"
"Hehe, bagus lah"
"Kapan kapan bikinin lagi ya?"
"Dih Lo mah"
"Iya iyaaa"
"..."
"Sa"
"Hm?"
"Gue suka sama Lo"
"..Iya iya~ Makasih ya"
Untuk yang kesekian kalinya dia mengutarakan perasaannya.
"Lo udah suka belum sama gue?"
Gue..
"..."
"Belum ya? Yaudah ga pap-"
"Suka!"
Suka
"Hah? Apa?"
".."
"Ko diem? Lo suka sama gue? Udah suka?!"
Aku memberikan senyuman miring padanya.
"Ih apa sih Sa?! Lo suka juga?!"
"Gue kan tadi udah bilang. GUE SUKA"
"Jadi.. Lo.."
"Apaaa"
"Jadi.. Kita..?"
"Apa sih Ar.."
"Lo suka sama gue? Beneran?!"
"Iya beneraaaan"
"..Oke! Ehem! Sekali lagi! Sa, Lo mau ga jadi pacar gue?"
Dia berbicara penuh semangat.
Aku tertawa kecil dan menjawab...
"Iya, gue mau"
"Serius Sa?! Ya ampun makasih!!"
"Maaf ya gue gantung Lo selama ini"
"Engga ko, gue ga ngerasa di gantung! Makasih Sa! Mohon bantuannya mulai sekarang!"
"Mohon bantuannya juga ya Ar.."
"Hehe~ Love youuu"
"Ih apa sih, ko jadi alay"
"Ayo bilang i love you too, cepet"
"Ga! Ga mau!"
"Ihh sekali aja Saaa"
"Ga!"
"Aaaaa"
Gue suka sama Lo Ar...
Hari ini kami menghabiskan waktu dengan menikmati hujan. Dan untuk pertama kali nya, kami menikmati waktu sebagai sepasang kekasih.
Saat hari mulai gelap, Arga mengantar ku pulang.
Rumah
"Dah, pulang sana"
"Ya ampun, galak nya"
"Besok jemput?"
"Iya, jemput"
"Ga usah ya, gue bareng Bela besok"
"Hm, gitu. Yaudah, gue balik ya. Lo istirahat"
"Iyaaa"
"Bye my sweet heart"
"Idih"
"..."
"Ar"
"Apa?"
"Love you"
"...Iihh ya ampun Sa.. Gemes gue.. Love you too"
"Hihihi apa sih, alay. Dah, pulang sana"
"Iya iya. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Dia menyalakan motor dan perlahan menghilang dari pandanganku.
Hati hati, my sweet heart...
BERSAMBUNG...