Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
26



Khansa:


Sekarang sedang jam istirahat kerja, jadi aku mampir ke warung nasi untuk makan.


Setelah selesai makan dan bayar, aku keluar dari warung. Aku melihat seorang pria dewasa sedang menelepon dengan langkah yang cepat. Sepertinya dia tidak sadar menjatuhkan dompet nya. Aku segera menghampiri dompet itu.


Tebel banget.. Kasian kalau ilang


Aku mengambil dompet nya dan berlari menyusul bapak tadi.


"Pak, maaf. Dompet nya jatuh"


"Hm?"


Dia mengecek saku celananya.


"Oh iya, dompet saya. Terimakasih ya"


"Sama sama pak"


"Ini, buat kamu. Terimakasih ya"


Bapak itu memberikan uang padaku.


"Ga usah pak"


"Ga papa ambil aja. Kalau ga ada kamu dompet saya hilang"


"Engga ko pak, makasih tapi ga usah. Saya permisi dulu ya pak"


"Ya sudah, hati hati ya, terimakasih"


Kaya pernah liat, di mana ya?


Arga:


Kata nya hari ini ayah pulang. Tapi mau ketemu dulu sama gue. Gue sekarang lagi di jalan mau ke cafe.


Cafe


Gue masuk ke dalam cafe dan melihat sosok ayah yang sudah duduk.


"Hai ayah"


"Hei, kenapa muka nya? Abis di marahin bunda?"


"Berantem"


"Wah, kenapa tuh? Cerita dong sama ayah"


"Ayah ga kerja?"


"Engga, libur"


"Oh.."


"Jadi kenapa? O iya, kamu udah punya pacar beluum?" Tanya ayah dengan nada meledek.


"Baru putus, gara gara bunda"


"Loh, ko? Kenapa?"


"Bunda ngelabrak dia gara gara ga setuju, soal nya dia cuma anak karyawan ayah di kantor"


"Loh ko gitu? Anak nya emang gimana? Baik ga?"


"Baik yah, mandiri anak nya. Cuma ayah kan tau bunda gimana, yang di pikirin cuma nama baik nya, perusahaan nya"


"Ada foto nya ga? Ayah mau liat dong"


"Ada"


Gue menunjukkan foto yang ada di ponsel gue pada ayah.


"Ini foto lama nya yah, aku belum ada foto berdua"


"Lah, udah berapa bulan pacaran?"


"4 bulan"


"Harus nya ada dong, udah lama itu"


"Kita ga ada selfi yah, kalau ketemu ga pernah pegang hp"


"Tapi kaya nya ayah pernah liat, yang tadi bukan ya?"


"Ayah ketemu?!"


"Kayanya sih. Tadi ada orang yang ngasih dompet ayah, jatoh. Kayanya sih iya, yang ini"


"..."


"Anak nya baik sih, ga macem macem kalau dari tampang nya. Jujur juga"


"Aku baru suka sama cewe kali ini tau yah, sebelum nya tuh cuma main main aja"


"Baru puber Ar? Karma, hahahaha"


"Ayah mah.."


"Sabar sabar, kalau jodoh mah ga akan ke mana.. Ayah coba bantu ngomong sama bunda ya"


"Bener yah? Makasih loh yah"


"Iyaa.. Pulang yu? Ayah lapar"


"Iya iya! Ayo pulang!"


"Seneng banget Ar.."


"Hehe~"


Kapan ya terakhir kali ngobrol santai sama ayah kaya gini? Gue seneng banget, apalagi ayah ngasih lampu hijau tentang hubungan gue dan mau bantu gue. Tapi sekarang, gue harus ngapain?


"Yah, aku mau tanya. Baik nya aku gimana yah?"


"Tentang hubungan mu sama si.. Siapa? Ayah belum tau namanya"


"Khansa yah"


"Coba deh ke rumah nya, minta maaf sama keluarganya"


"Gitu ya yah? Yaudah nanti aku kerumahnya. Makasih ya yah"


Ayah hanya menepuk bahuku.


Malam ini gue akan ke rumah Khansa.


Malam


"Assalamualaikum"


CKLEK


Khansa yang membukakan pintu.


"Hai, Sa.."


"Mau ngapain?"


"Mau ketemu sama ortu lo"


"Mau ngapain lagi?"


"Gue mau minta maaf. Please, bolehin gue ya?"


"..Yaudah, masuk"


"Makasih, permisi.."


"Duduk dulu, gue mau manggil ibu sama ayah"


"Iya"


Gue duduk di ruang tamu. Tak lama orang tua Khansa datang. Gue kira mereka bakal marah sama gue, tapi sebaliknya, mereka malah ngasih senyuman ke gue. Aku segera berdiri dan mencium tangan mereka.


"Pak, bu.. Saya mohon maaf atas nama bunda saya.."


"Ga papa nak.. Ga kami masukan ke hati ko.. Terimakasih kamu sudah datang untuk minta maaf, kamu anak baik" Ucap ibu Khansa.


"Kalau kamu masih mau lanjut sama Khansa juga ga papa, bapak ga larang, asal semua pihak setuju"Ucap ayah Khansa mengizinkan.


"Anu pak, saya ga enak.. Saya bener bener minta maaf"


"Iya nak, ga papa"


Khasiat datang membawa nampan berisi teh dan camilan.


"Di minum Ar"


"Makasih"


Gue ngobrol sebentar dengan orang tua Khansa, ternyata mereka orang yang baik, sangat baik. Tapi, selama mengobrol, Khansa hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Hari sudah sangat malam, gue berpamitan pulang.


"Pak, Bu, saya izin pulang dulu, sudah malam"


"Iya iya, makasih ya sudah mampir"


"Kapan kapan mampir lagi ya nak"


"Baik pak, Bu.. Terimakasih"


"Hati hati ya.."


"Iya Bu.. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Khansa hanya melihat gue tanpa ekspresi. Apa ya yang sedang dia pikirkan? Masih ada kesempatan ga ya buat gue?


Ponsel gue berdering, ada panggilan masuk dari ayah.


"Ya ayah? Halo?"


"Ar, di mana? Bisa pulang sekarang?"


"Ini mau pulang yah, ada apa?"


"Pulang aja dulu"


"Iya yah"


Gue segera menyalakan mesin motor dan pulang.


Rumah


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, den di tunggu bapak dan ibu di ruangan kerja ibu"


"Baik mbo, makasih"


CKLEK


"Ayah? Bunda?"


Gue menghampiri mereka, wajah mereka sangat serius, ko gue takut yak.


"A-ada apa yah?"


"Kamu ga perlu takut hubungan kamu di ganggu sama bunda lagi"


"Maksud ayah?"


"Kami udah merestui, kamu ga perlu khawatir"


"Eh? Bener bunda?"


"Hm!"


"Tapi, kenapa tiba tiba bunda berubah pikiran? Ada apa?"


"Tanya aja sama ayah mu!"


Bunda meninggalkan ruangan dan membanting pintu.


"Ada apa yah? Ayah berantem?"


"Ya.. Sedikit cek cok. Tapi ga papa ko, memang salah nya bunda. Dia ga seharusnya mikirin perusahaan dan nama baik nya terus. Sekali sekali pikirin lah anak nya"


"Terus akhirnya bunda setuju? Ayah ancam ya?"


"Engga lah, cuma di omongin aja sedikit"


"Ah masa sih? Ga percaya"


"Sudah, yang penting bunda udah setuju. Ya kan? Tenang aja, ayah ga macem macem ko sama bunda mu"


".. Makasih ya yah, makasih!"


"Iya sama sama. O iya, kamu sama cewe mu itu berusaha ya buat dapetin hati nya bunda"


"Iya yah pasti. Kalau dia mau sih yah, aku ga yakin dia mau balikan sama aku"


"Ayah doain deh ya, semoga berhasil"


"Makasih ya yah! Makasih banyak!"


"Sama sama nak.."


Yah, gue setuju sih sama ayah. Kalau jodoh mah pasti bisa sama sama, tapi kalau ga jodoh ya ga bisa. Gue mau jalanin aja dulu, yang penting masih bisa berhubungan baik, udah cukup buat gue.


BERSAMBUNG...