Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
35



Orang itu narik gue dan mendorong gue.


"Apaan sih Fa?"


"Lo yang apa apaan?!!"


"Lo kenapa sih?! Ada apa?!"


"Lo masih nanya?! Lo tadi ngapain anjer?! Selingkuh?! Iya?!!"


"Hah?"


"Jawab!!"


"..Gue belum cerita ya.. Sorry"


"Apa?! Apa yang belum Lo ceritain ke gue sama Farhan?!"


Farhan berlari menghampiri kami, mungkin dia mendengar Rafa yang teriak teriak.


"Kenapa guys?"


"Lo ga mikirin perasaan nya si Khansa?! Kalau dia liat gimana?!"


"..."


"Bertahun-tahun Lo ngilang dan dia tetep sabar nungguin Lo! Dia ga pernah nyentuh nyentuh cowo apalagi meluk cowo selain Lo! Dia tolak semua cowo yang suka sama dia, demi siapa?! Demi Lo!!"


"Aduh guys sabar guys, omongin baik baik"


"Kalau Lo pulang jadi brengsek begini mending kaga usah pulang! Kirim surat minta putus, selesai!!"


Rafa sangat marah, gue ga pernah liat dia semarah ini.


".. Sorry Fa, tapi-"


"Tapi apa?! Lo kalau udah ga suka, bilang!! Biar gue yang jagain dia!!!"


Maksudnya apaan?!


".. Maksud Lo?"


"...Gue suka sama si Khansa"


"Apa? Lo ga usah becanda Fa"


"Siapa yang becanda?! Menurut Lo ekspresi gue ini lagi becanda?!"


"..Lo serius?"


"Gue serius. Lo ga pernah kan liat muka nya merah nangisin Lo, ga pernah kan Lo liat dia ngelamun seharian cuma mantengin hp nungguin Lo ngabarin dia"


"Guys, please.. Omongin dulu baik baik"


".. Fa, Han, sorry.. Gue belum cerita sama kalian.."


"Yaudah Ar coba cerita, Lo diem dulu Fa"


"..Gue di jodohin"


"Hah?!"


"Is diem Fa"


"Gue baru tau pas bulan kemarin, gue juga udah ngomong sama si Khansa, dan dia nyuruh gue buat berusaha suka sama calon gue dan lupain dia. Dia juga udah ketemu sama calon gue, bahkan mereka sahabatan"


"Terus Lo mau gitu?! Ga ada niatan mau merjuangin gitu?!" Ucap Rafa yang lagi lagi memotong cerita gue.


"Gue udah berusaha Fa, tapi bunda gue tetep ga bisa karena ini menyangkut perusahaan. Dan Khansa juga udah pasrah, tapi gue yang ga bisa ngelepas dia"


"Gila Lo Ar, udah tau gitu kenapa Lo ga lepas dia? Lo nyakitin dia kalau gini"


"Rafa bener Ar, kalau emang kalian harus selesai, lebih baik dari sekarang, Lo malah nyakitin dia"


"Sorry aja ya Ar, gue emang suka sama Khansa, tapi kalau Lo emang ga ada usaha buat bahagian dia, mending Lo lepas. Gue juga bakal lepas dia kalau Lo bisa bikin dia seneng"


Gue merasa kesal dengan omongan Rafa yang mengatakan akan melepaskan Khansa, memang dia siapa nya si Khansa?


Gue mendorong Rafa dengan kuat


"Maksud Lo apa bilang mau ngelepas si Khansa? Lo siapa nya hah?!"


Farhan menengahi kami yang hampir berkelahi.


"Guys please, omongin hal ini baik baik"


"Sayang, kenapa? Mereka siapa?"


"Bahkan dia ga tau siapa kita" Ucap Rafa dengan lantang.


"Sorry, Lo siapa ya? Terus apa pentingnya gue kenal sama Lo?"


Rafa hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau gue bakal berusaha buat nolak cewe kaya gini, ga tau kalau Lo"


"Kalau gue bisa udah gue lakuin Fa!"


"Yang maksud kamu apa sih?!"


"Fa ayo balik"


Gue mengalihkan pandangan gue pada suara itu, suara Khansa. Gue pengen nganterin Lo pulang Sa...


"Loh? Khansa alumni sini juga?"


Seperti nya Iren tidak mengetahui kalau Khansa alumni di sini, mereka kenal di mana dah.


"Ah.. Iya.."


"Lo udah tau ini Sa?" Tanya Rafa dengan serius.


"..Udah"


"Sejak kapan?"


"..Satu bulan yang lalu..."


Rafa kembali menatap gue dengan tatapan sinis, maju beberapa langkah mendekati gue.


"Lo seneng?"


"Maksud Lo apa njer?!"


Gue kembali mendorong Rafa dan kami berkelahi, dia sempat memberikan satu pukulan kemudian kami di pisahkan oleh Farhan dan Khansa.


"Kalian kenapa sih?! Ayo ah Fa pulang?!!"


Khansa berdiri di depan Rafa dan menahan nya.


"Lo mau di giniin terus Sa sama si kampr*t ini?!"


"Giniin gimana?! Udah ah ayo pulang!!"


"Tunggu tunggu, kalian kenapa sih? Terus kenapa ada Khansa juga?" Tanya Iren penasaran.


Semua diam tak bersuara.


"Apa mungkin... Cewe yang Lo bilang itu.. Khansa Ar?"


Gue mengangguk pelan. Iren maju beberapa langkah dan menampar Khansa. Gue menarik lengan Iren kasar dan berteriak padanya.


"Iren!!!"


"Apa?!"


"Dasar cewe gila"


"Diem Lo!"


"Emang bener! Lo cewe gila!! Lo ga ada hak ya buat tampar Khansa"


"Loh kenapa?! Dia kan udah rebut kamu dari aku, dia udah rusak hubungan kita yang. Gue ga nyangka sama Lo Sa"


"Ga! Lo yang ngerusak hubungan gue sama Khansa. Kalau lo ga dateng di hidup gue, gue masih bisa sama sama Khansa! Harus nya perusahaan bokap gue ga bangkrut dan ga bergantung sama ortu lo!"


"Ar cukup! Fa anterin gue pulang"


Rafa menggenggam tangan Khansa dan pergi, diikuti Farhan.


"Yang"


"Ga usah ganggu gue!!!"


Gue berjalan cepat menuju mobil gue dan pulang. Perasaan kesal, marah, sedih, semua nya bercampur jadi satu.


BERSAMBUNG...