Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
09



Khansa dan Bela sama sama pergi dari tangga darurat dan bergegas menuju kelas. Namun baru sampai di koridor, langkah mereka terpaksa terhenti karena orang yang ada di hadapan mereka. Seorang pria dengan perawakan putih dan tinggi berdiri di tengah koridor dan menghalangi jalan.


".. Bel mundur..." Perintah Khansa pada Bela dengan suara kecil.


"Tapi-"


"Mundur" Titah Khansa lagi.


Khansa menatap pria yang ada di hadapannya, begitupun Arga. Mereka saling menatap selama beberapa detik, hingga Arga melangkahkan kaki nya dan maju mendekati Khansa.


Khansa mengepalkan tangan nya, bersiap untuk menghajar Arga. Arga berdiri tepat di hadapan Khansa, ia menatap Khansa tajam.


".. Apa lagi sekarang?" Tanya Khansa.


"Kau mulai berani rupanya. Kau sudah kebal ya?" Tanya Arga tersenyum simpul.


"Aku hanya menahan diri, sampai tiba saat nya untuk menghajar manusia seperti mu" Jawab Khansa.


"Hm, begitu ya.. Aku dengar kau mencari ku? Ada apa?" Tanya Arga.


"Aku tidak mencari mu, jangan terlalu percaya diri, tolong. Aku hanya bilang, jika kau ada urusan dengan ku, datang lah sendiri. Jangan menjadi pengecut dan memerintahkan anak buah mu" Jelas Khansa.


"Aku? Pengecut?" Tanya Arga menaikkan satu alis nya.


"Aku sudah menganggap mu sebagai pengecut sejak kau berani melawan perempuan, apalagi lewat tangan orang lain. Benar benar memalukan" Hardik Khansa.


".. Jaga mulut mu" Titah Arga kesal.


"Dan jaga tingkah laku mu! Aku muak pada orang sok seperti mu" Balas Khansa.


"Kau!" Arga maju mendekat namun dengan cepat Khansa memukul wajah Arga hingga ia tersungkur ke lantai.


"Ah.. S*al!" Gumam Arga merasakan sakit di ujung bibir nya.


"Huh, baru seperti itu saja sudah jatuh. Di mana wibawa mu sebagai pemimpin di sini? Hah?" Tantang Khansa.


Merasa di permalukan, Arga semakin kesal. Ia berdiri dan kembali mendekati Khansa.


"Wuooooyyyy!!!" Jerit seseorang dari belakang Arga.


Arga berbalik dan melihat Farhan sedang berlari ke arah nya. Tak sempat menghindar ia tertabrak oleh Farhan yang tidak bisa menghentikan lari nya. Arga kembali terjatuh.


Khansa yang juga sama sama tak sempat menghindar ikut terkena sial karena Arga jatuh ke depan dan mengenai nya. Mereka berdua jatuh ke lantai, kepala Khansa terbentur pilar yang ada di belakang nya.


Arga jatuh tepat di atas Khansa, hampir saja kepala nya ikut terkena pilar. Namun, sebuah kecelakaan terjadi. Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada Arga dan Khansa.


Saat terjatuh Arga tak dapat menahan tubuh nya dan tanpa sengaja bibir nya menyentuh pipi Khansa, bahkan mengenai ujung bibir Khansa. Ia segera menjauhkan wajahnya dari wajah Khansa namun tertahan dan menatap Khansa selama beberapa detik.


Arga memperhatikan wajah merah Khansa sedang menatap nya dengan tatapan membunuh.


"Menjauh dari ku sekarang juga b*engsek!" Titah Khansa melotot.


"Ha?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Arga, sepertinya ia masih kaget.


Melihat Arga diam saja membuat Khansa semakin geram. Khansa mendorong Arga menjauh dan menamparnya.


Arga yang masih terduduk di lantai memperhatikan Khansa berlari menjauh. Ia melihat Khansa meneteskan air mata nya.


"Kenapa?" Batin Arga bertanya tanya.


Dari sekian banyak nya perempuan yang pernah ia temui, tidak pernah ada perempuan yang menangis ketika di peluk oleh nya. Dan ini adalah kali pertama bibir nya menyentuh pipi perempuan, bahkan hampir bibir bertemu bibir.


Ia melamun sebentar kemudian di bantu berdiri oleh Rafa dan Farhan.


"Aku mohon Ar, hentikan. Kau menyiksa anak orang" Rafa memohon.


"Sorry Ar.. Aku bener bener ga sengaja tadi. Dengar kamu mau ribut sama perempuan itu kami langsung lari ke sini dan aku tak bisa berhenti.. Maafkan aku" Farhan merasa bersalah.


"..Aku ingin sendiri" Pinta Arga.


"Ada apa lagi dengan mu? Hah? Semua orang sedang menatap kita sekarang" Ujar Rafa.


Arga memutar pandangan nya memperhatikan orang orang yang sedang menatap nya.


"Ar, aku mohon.. Sudahi ini..." Pinta Rafa lagi.


".. Aku ingin ke atap" Ucap Arga.


"Hei, aku sedang bicara padamu!" Rafa mulai kesal.


"Tolong tinggalkan aku sendiri. Terimakasih karena sudah Khawatir" Pinta Arga.


"Hah, apa ini? Kami khawatir setengah mati tapi ini balasan mu?" Tanya Rafa kesal.


"Kau tak dengar? Aku ingin sendiri! Jika aku sudah lebih baik aku akan menemui kalian!" Bentak Arga.


".. Terserah" Ucap Rafa kemudian berbalik dan meninggalkan Arga, di ikuti Farhan.


🍃🍃🍃


Arga sampai di atap. Ia memandang langit biru dan merasakan hembusan angin yang begitu menyegarkan.


"Apa semua melihat kejadian tadi?" Batin nya.


Ia maju beberapa langkah dan menyentuh dadanya.


".. Kenapa aku berdebar..." Batin nya merasakan debaran yang tak biasa.


"Tunggu, jika semua yang ada di sana menyaksikan nya, itu artinya perempuan itu akan mendapat masalah.. Ya!


Para penggemar ku akan menggangu nya karena berani macam macam dengan ku, ya kan?


Seperti nya aku tak perlu mengurus perempuan itu, ada mereka yang akan menggantikan ku.. Ya... Itu pasti akan terjadi" Batin Arga.


🌫️🌫️🌫️


BERSAMBUNG...