
Aku mendapatkan pesan dari Rafa. Katanya dia dan Farhan baru bisa datang besok.
"Yaudah ga papa, lagian gue udah gede, ga perlu di jagain. Jangan kasih tau ortu gue loh ya, biar ga pada khawatir"
"Yaudah iya. Gue pulang dulu ya, besok gue ke sini lagi. Jangan macem macem loh ya"
"Iya iya ah bawel"
Keesokan harinya...
"Sa, Arga gimana?"
"Dia udah mendingan. Ntar pulang sekolah gue mau ke sana lagi. Beli buah kali ya?"
"Nah boleh tuh, bawain makanan"
Rencana nya, sepulang sekolah nanti aku akan kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Arga. Tapi sebelumnya, aku akan membeli buah.
Pulang
Rumah sakit
Aku mengetuk pintu dan masuk. Dia sedang main game.
"Main game teros"
"Hm? Udah datang aja. Gimana sekolah nya?"
"Lancar. Lo bukan nya istirahat malah main game. Udah tidur belum?"
"Udah tadi"
"Udah makan?"
"Belum"
"Makan ya? Itu kan udah di anterin"
"Lemes"
"Gue suapin, ayo duduk"
Aku membantu Arga untuk duduk, dan mulai menyuapi nya.
"Lo ga mau ngasih tau ortu lo?"
"Engga. Lagian kerjaan mereka ga bisa di tinggal. Terus, gue kan ga papa"
"Tapi ga ada yang ngurus Lo"
"Ini Lo lagi ngapain?"
"Ya maksud gue yang bantuin Lo ganti baju, nyekain"
"Kalo Lo mau gue ga keberatan ko"
"Itu mah pengen! Dasar"
"Hahahaha"
"Ayo makan, a~"
"Sa"
"Hm?"
"Lo punya hal yang di sukai ga?"
"Di sukai.. Apa ya? Hujan?"
"Kenapa hujan? Coklat atau boneka gitu?"
"Kalau makanan gue pasti suka. Boneka kurang. Gue paling suka hujan, bau hujan, bikin tenang. Kalau lo suka apa?"
"Coklat! Gue suka makanan dari coklat"
"Wiih gue kira Lo suka game"
"Dikit"
"Abis ini makan buah ya? Gue beliin buah"
"Ngapain beliin repot repot? Kan di kasih sama rumah sakit"
"Kan biar lo bisa makan yang lain, ga buah itu itu aja"
"Iya iya, thanks ya"
***
Rafa:
"Fa, kamar nya yang mana?"
"Aga ujung, kita naik lift dulu"
"Wokeh"
Gue sama Farhan baru bisa jenguk si Arga hari ini, soal nya kemaren lagi ga bisa. Si Arga juga ga mau ngasih tau ortunya. Jadi ya ga ada yang ngurusin.
"Nah, yang ini nih kamar nya"
"Assalamualaikum"
CKLEK
Ternyata ada yang ngurus..
Ada Khansa yang lagi nyuapin Arga. Rasa nya ko ga suka ya? Kaya ada yang ganjel hati gue, ga enak pokonya. Gue sempat diam sesaat, setelah itu gue mendekati Arga.
"Yoo kenapa Lo?"
"Lo kenapa bisa begini si Ar?"
"Kecelakaan"
"Nih gue bawain Lo kueh"
"Lo udah lama di sini Sa?" Tanya Farhan.
"M.. Lumayan"
"Dari kemaren dia, jadi pembantu gue"
"Kurang ajar"
Khansa memukul lengan Arga.
"Aw aw, sakiit"
"Eh, iya kah? Duh sorry Ar.."
"Hahahaha ga sakit ko, becanda aja"
Khansa kembali memukul lengan Arga.
Mereka dekat ya?
"Ar, orang tua Lo ga bakal di kasih tau?"
"Ih kasian tau Ar"
"Justru kasian kalau tau. Bentar lagi juga gue sembuh ko, tenang aja~"
Bahkan Khansa ga nyapa gue. Dia cuma fokus sama Arga.. Apa rasa suka nya udah ilang? Udah move on?
Eh?! Kenapa gue mikir gini?! Arga kan suka sama si Khansa, ya udah lah, harus nya gue seneng kalau akhirnya mereka bisa sama sama. Tapi ko.. Hati gue kaya berkata lain ya...
"Cieee Kalian jadian nih jadi?" Tanya Farhan dengan nada meledek.
"Hm? Gimana Sa?"
"Loh ko tanya gue?"
"Lah jadi nanya siapa? Ema gue?"
"Lah, jadian ga?"Tanya Farhan penasaran.
"M.. Rahasia"
"Lah Ar, ko gitu sih?!"
Mereka...
"Cih, poko nya PJ!"
"Apaan si PJ PJ.."
Jadian?
Gue ngerasa makin nyesek. Rasa nya pengen nangis, sumpah dah, gue kenapa?!
"Ar, GWS ya.. Jangan sakit"
"Iya Fa, Han, makasih Lo ya"
"Eh gue ada janji abis ini, jadi balik duluan. Ga papa?"
"Ga papa, balik aja. Thanks ya udah jenguk"
"Yo masama. Yu Han, pulang?"
"Hayu. Ar, besok gue ke sini lagi ya, Lo cepet sembuh, biar cepet sekolah, hehe"
"Iya iya~ Dah hati hati ya"
"Yoi.. Dah"
Gue dan Farhan keluar dari area rawat inap. Mood gue tiba tiba jelek. Dan seperti nya Farhan nyadar kalau gue lagi badmood.
"Lo kenapa Fa? Ko muka Lo kaya baju gue?"
"Ga tau ni Han..."
"Lah.. Lo kenapa? Sini cerita. Lo sedih Arga sakit?"
"Hm, gimana ya Han, gue juga ga ngerti"
"Coba deh, Lo ceritain semuanya, mungkin gue ngerti"
Gue menceritakan semua pada Farhan.
"Bisa jadi Lo suka sama si Khansa Fa"
"Ha? Suka?"
"Lo ga pernah suka sama orang sih ya. Lo tuh ga mau dia deket sama cowok lain, lo cemburu. Lo pengen ketemu terus, Lo kangen. Ya kan?"
"Gue juga ga tau Han, gue ko jadi begini yaa?"
"Lo lagi fall in love sama si Khansa"
"Tapi.. Arga.."
"Hehe, sabar ya bro.. Duh gue kasian sama Lo, setelah sekian lama menjomblo, pas jatuh cinta malah saingan sama sahabat sendiri, ckckck"
"Gue ga bisa saingan sama Arga, lagian Khansa juga kayanya udah mulai suka ko sama Arga. Ikhlas"
"Jadi segi tiga nih?"
"Seperti nya.."
"Sabar ya bro"
Farhan menepuk bahu gue.
Apa bener ya gue suka sama si Khansa? Tapi dia mau move on dari gue. Arga juga suka sama dia, argh! Gue bingung!
Hah, biarin deh. Gue cukup merhatiin dia sebagai kakak aja.
BERSAMBUNG...