
Khansa:
Hari ini, sepulang sekolah. Khansa di kejutkan oleh seorang kakak kelas yang tiba tiba memeluk nya, dan tiba tiba ember plastik berisi air jatuh kemudian menimpa kepala kakak kelas itu. Dan setelah nya dia pergi tanpa menjelaskan apapun pada Khansa.
Khansa tak mengerti, ada apa sebenarnya. Bahkan siang ini...
"Han, ke loker bentar yu? Mau nyimpen buku" Ajak Khansa sebelum ke kantin.
Mereka sampai di depan loker. Khansa merogoh saku nya dan mengambil sebuah kunci yang akan di gunakan untuk membuka pintu loker. Saat pintu loker terbuka, ia dan Hana di buat sangat terkejut, banyak belut di dalam loker Khansa.
"Kyaaaa Khansaaaa kenapa bisa ada belut di sini?!"
"Gue juga ga tau Han"
"Bentar ya gue cari plastik dulu"
Tiba tiba beberapa siswa menarik Khansa dan membawa nya menuju tangga darurat. Mereka mengikat tangan Khansa dan menutup mulut Khansa dengan kain. Merasa terkejut dan takut, Khansa menangis saat itu juga.
Ia tak tahu apa yang akan orang orang ini lakukan, ia berdoa di dalam hatinya.
"Wuy mau ngapain?"
"Hah?!"
"Ngapain? Seru bangeet"
"A-anu.."
"Balik sana"
"B-baik!"
Orang orang itu pergi meninggalkan tangga darurat. Pria asing yang datang barusan membantu Khansa melepaskan ikatan di tangan dan mulutnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan Khansa. Khansa berusaha bangun dan keluar dari sana, namun ia sempat menangkap sosok yang baru saja pergi meninggalkan tangga, Hana.
Bel pulang berbunyi...
"Han, pulang naik apa?" Tanya Khansa.
"Di jemput" Jawab Hana tanpa menatap Khansa.
"O gitu... Han, tadi lo ke tangga darurat ya? Ko ga nyamperin gue?" Tanya Khansa penasaran.
"Um, maaf ya Sa. Tapi kayanya kita ga bisa temenan lagi" Ucap Hana tiba tiba.
"Loh kenapa?" Tanya Khansa kaget.
"Lo tau ga? Yang ngerjain lo itu Arga, Arga!"
"Ya emang kenapa?" Tanya Khansa bingung.
"Gue ga mau kena masalah, sorry"
"Yah.. Kok lo gitu sih Han..."
Dengan cepat Hana menepis tangan Khansa. "Maaf Sa.." Hana melanjutkan langkahnya.
Khansa menatap Hana yang perlahan menjauh dan menghilang. Ia tak habis pikir, kenapa Hana tega seperti ini pada nya. Khansa membereskan barang nya kemudian keluar dari kelas dan pulang.
Di perjalanan pulang, Khansa melihat seorang anak kecil sedang menangis di pinggir jalan. Ia segera menghampiri anak itu.
"Adek.. Kenapa?" Tanya Khansa yang membuat tangisan anak itu semakin menjadi.
"Huwaaaaa"
"Waduh, ko makin keras nangis nya.. Kakak ga jahat ko.. Jangan nangis ya? Nama adek siapa?" Tanya Khansa lembut.
"..Rara" Jawab anak itu takut takut.
"Rara kenapa?"
"Rara tadi abis beli kue, tapi di ambil sama om ituu huwaaaaa"
"Um.. Gini aja, kita ke toko kue yu? Kita beli yang baru" Ajak Khansa.
"Boleh dong, yu?"
"Makasih kakak!" Ucap Rara senang.
"Sama sama"
Setelah membeli kue, Rara memberikan alamat rumah nya pada Khansa. Kemudian Khansa mengantar nya pulang. Saat sampai di alamat yang di tuju...
"Ini kak rumah nya" Tunjuk Rara.
Khansa mengetuk pintu dan tak lupa mengucapkan salam. Tak lama pintu terbuka.
"Waalaikumsalam" Jawab seseorang dari dalam rumah.
CKLEK
"Kakaaaaakkk" Teriak Rara sambil berlari memeluk kakak nya
Khansa sempat kaget, ternyata ini adalah rumah pria yang menolong nya waktu itu.
"Kak, ini kakak aku" Rara memperkenalkan.
"..Oh iya iya. Halo~" Khansa sedikit membungkuk dan di balas anggukan oleh pria itu.
"Rara ga papa?" Tanya Kakak kelas itu cemas.
"Ga papa. Tapi tadi di palak sama om om" Rara mengadu.
"Om om mana?!"
"Adaa.. Tapi untung ada kak Khansa, tadi di beliin kue yang baru, hehe" Tambah Rara.
"Di beliin?" Tanya si kakel.
"He'em"
"..Rara, masuk dulu ya? Tadi di cariin mamah Loh" Perintah sang kakak.
"Oo iya kak" Setelah mendengar ucapan kakak nya, Rara masuk ke dalam rumah.
"Kalau gitu saya permisi kak, mari..." Pamit Khansa.
"Um, hei.. Sebentar" Pria itu menahan Khansa.
"Kakak manggil?" Tanya Khansa memastikan.
"Ya. Berapa harga kue nya?" Tanya nya to the point.
"Hm? Emang kenapa kak?" Tanya Khansa.
"Biar gue ganti"
"Hee ga usah kak"
"Kenapa?" Tanya nya heran.
"Ga papa, ga usah. Udah ya kak, saya pulang"
"Sebentar!" Ucap kakel itu yang lagi lagi menahan Khansa.
"Hm?"
"Berikan nomor ponsel" Pinta nya.
".. Untuk apa kak?" Tanya Khansa bingung.
"Udah cepet kasih"
".. Ya"