
Khansa mengambil kain pel yang mengganjal pintu toilet dan membuka pintu nya.
"Fiuuuh akhirnya keluar juga.. Makasih ya Sa" Ucap Bela.
"Sama sama. Tapi, kok kamu bisa ke kunci di toilet Bel?" Tanya Khansa penasaran.
"Apalagi kalau bukan di kerjain sama cewe cewe sok cantik itu. Yu, aku ceritakan semua nya sambil jalan ke kelas" Ajak Bela.
".. Iya"
1 jam yang lalu....
Bela melangkahkan kakinya hendak mengikuti Khansa dan Arga. Tapi teman teman Karin mencengkram tangan nya, dan menutup mulut Bela dengan kain.
Bela berusaha melepaskan diri namun tak bisa. Ia berusaha teriak namun mereka menekan kain pada mulut Bela yang menimbulkan sedikit rasa sakit. Akhirnya ia tak bisa apa apa dan mengikut saat di seret ke toilet.
Bela di dorong hingga tersungkur ke lantai. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk melawan Karin and the geng. Ia mengambil sabun di wastafel, membuka tutup nya dan menumpahkan nya pada Karin.
"Kurang ajar!"
"Hiii baju nya kotooor"
Teman yang lain maju dan kembali mencengkram tangan Bela. Karin sangat kesal karena Bela menumpahkan sabun cair pada nya, jaket kesayangan nya jadi basah. Ia memerintahkan teman teman nya untuk menyeret Bela dan mengunci nya di toilet.
Mereka mengambil kain pel yang ada di depan toilet dan mengganjal nya di depan pintu toilet tempat Bela berada. Setelah itu mereka pergi dan meninggalkan Bela.
💭💭💭
"Kira kira begitu lah cerita nya" Tambah Bela.
"Maaf ya Bel, aku ga tau kalau kamu ketinggalan.. Aku juga ga merhatiin kamu dulu.. Aku minta maaf ya Bel..." Ucap Khansa merasa bersalah.
"Ga papa kok Sa, ga usah merasa bersalah gitu ah. Aku ga papa kok. Terus kamu? Kamu di apain sama si Arga? Kenapa pegang perut terus sih dari tadi?" Tanya Bela.
"Um.."
"Kenapa? Kamu di apain?" Tanya Bela serius.
"Aku.. Di suruh makan bakso"
"Lah tumben tumenan. Jangan bohong, ga mungkin dia cuma nyuruh kamu makan bakso" Ujar Bela tak percaya.
"Beneran makan bakso kok, tapi..."
"Tapi apa?"
"Bakso nya... Di kasih sambal sama saos banyak banget"
"Hah? Berapa sendok? Kamu kan ga bisa makan pedas" Kata Bela.
"Tapi kalau aku bisa ngabisin bakso nya, aku di kasih waktu istirahat sama dia. Cuma 5 hari sih, tapi kan lumayan" Jelas Khansa.
"Ya ampuuun Sa! Cuma 5 hari loh, 5 hari! Emang bener bener si Arga! Terus kamu gimana? Perut nya sakit?" Tanya Bela.
"Um, sedikit sih"
"Jangan sedikit sedikit, bilang kalau sakit. Ayo ke UKS"
"Ga usah Bel, aku mau ke kelas aja.."
"Ke UKS aja, di kasih minyak angin atau apa gitu, biar enak"
".. Yaudah boleh"
Sebelum ke kelas mereka mampir ke UKS dan mengoleskan minyak angin di perut Khansa. Selama pelajaran berlangsung Khansa berusaha menahan sakit di perut nya. Berulang kali Bela mengajak nya ke UKS, namun Khansa selalu menolak. Hingga jam pulang pun tiba.
🗓️🗓️🗓️
Satu hari telah berlalu, Arga benar benar berhenti mengganggu Khansa. Itu membuat Khansa sangat lega. Namun berbeda dengan Arga saat ini. Entah apa yang ia pikirkan, ia sedang melamun di taman sekolah.
Rafa dan Farhan yang sedari tadi memperhatikan akhirnya menghampiri Arga dengan camilan di tangan mereka.
"Woy! Ngapain sih?" Tanya Farhan menepuk pundak Arga.
".. Ga ngapa ngapain" Jawab Arga seraya mengambil makanan ringan di tangan Farhan.
"Eh punya mu yang ini, itu punya ku" Kata Farhan.
"Sama aja ah! Udah makan yang itu!" Titah Arga.
"Hiliiih"
"Duuuh boseeen!!" Teriak Arga kemudian merebahkan tubuhnya.
"Etdah, kenapa sih?" Tanya Farhan heran.
"Bosen banget! Udah hari keberapa sih ini?" Tanya Arga.
"Baru juga 2 hari" Jawab Rafa.
"Hedeuuuh"
"Sudah lah Ar, ga perlu di teruskan lagi. Hentikan" Titah Rafa.
"Terserah kau saja lah" Kata Rafa.
Arga duduk dan memperhatikan sekeliling. Ia tersenyum miring ketika melihat dua siswa yang cukup jauh dari nya. Ia berdiri dan hendak melangkahkan kakinya.
"Eh eh, mau ke mana?" Tanya Farhan.
"Mau main" Jawab Arga.
"Hayo! Mau ngapain lagi?!" Tanya Rafa berdiri di hadapan Arga.
"Coba lihat ke sana" Titah Arga seraya menunjuk dua siswa yang sedang mengobrol.
".. Kenapa dengan mereka? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Rafa.
"Udah kebiasaan gangguin orang, sekali nya ga gangguin malah bosen. Tuh mumpung ada target, adik kelas tuh kaya nya, hehe. Dah ya" Ucap Arga seraya pergi meninggalkan Rafa.
"Han, ga perlu kita cegah?" Tanya Rafa.
"Mau cegah gimana? Ga bakal bisa. Udah sini makan" Titah Farhan.
"Tapi..."
"Kalau mau bantuin sok ke sana, aku di sini saja" Ujar Farhan.
".. Kalau dia kelewatan baru aku akan ke sana" Kata Rafa seraya duduk dan mengambil keripik di tangan Farhan.
"Arga, kau, sama saja ya. Hobi nya ngambil makanan orang, heran" Gerutu Farhan.
💢💢💢
"Halo adik adiik" Sapa Arga membuat kedua siswa itu berdiri tegak.
"Ha-halo kak!" Jawab mereka.
"Sedang apa nih?" Tanya Arga.
"Sedang ngobrol kak" Jawab salah satu dari mereka.
"Hm? Wah, punya siapa nih?" Tanya Arga seraya mengambil botol minum yang ada di kursi taman.
"Pu-punya saya kak"
"Ooh.. Siapa namamu?" Tanya Arga.
".. Dion"
"Dion, apa ini asli?" Tanya Arga.
"Iya, asli"
"Wah, kau orang kaya ya rupa nya. Ini kan mahal sekali" Ujar Arga.
"Itu hadiah dari paman ku" Tambah Dion.
"Wah, spesial sekali ya. Boleh aku memiliki nya?" Tanya Arga.
".. Bagaimana?" Tanya Dion bingung.
"Aku menyukai botol ini. Boleh untukku kan?" Tanya Arga menatap Dion.
"Tap-tapi..."
"Waduh, ga di bolehin nih.. Gimana ya? Hei kau, teman nya Dion, bantu aku dong" Pinta Arga menatap teman Dion.
"A-aku.. Aku engga-"
"Engga apa?!" Bentak Arga seraya menarik kerah baju teman Dion.
"Di-dion.."
"Dion, dia ketakutan nih, aku takut dia ngompol. Berikan saja botol nya, ya?" Tanya Arga menatap Dion.
"Um.. Ba-"
"Wooooooy!!!" Teriak seseorang memotong perkataan Dion.
"Duh, siapa sih?! Kaya suara nya bagus aja" Gerutu Arga.
Tak lama ia melihat sosok Khansa berlari dan mendekat pada nya. Arga menunjukkan senyum kecil nya.
"Heh! Haduh.. Hosh.. Hosh... Kau ya!" Khansa berusaha mengatur napas nya.
".. Apa? Kau masih punya 3 hari, kenapa muncul di hadapan ku? Kau rindu pada ku ya?" Tanya Arga.
"Mana mungkin! Haduh.. Kau ya! Tak ada habis nya mengganggu orang!" Bentak Khansa.
"Memang kenapa?"
"Kau tanya kenapa?! Kenapa sih kau suka sekali mengganggu orang?! Keterlaluan!" Bentak Khansa.
BERSAMBUNG...