Rich Man And Poor Woman

Rich Man And Poor Woman
32



Arga:


"Kalian udah pada makan belum?"


"Um.. Udah tadi"


"Yaah.. Padahal gue mau ngajak makan, ga papa deh. Abis ini pada mau ke mana?"


"Eh tapi perut gue masih cukup ko Ar" Ucap Farhan sambil mengelus perutnya.


"Gue juga cukup" Diikuti Rafa.


"Makan nih ya? Sa, Lo masih cukup ga perut nya?"


"..Um.. Iya"


Kayanya jadi canggung...


"Yaudah, hari ini gue traktir. Kita ke Restaurant favorit gue ya, kalian tau kan? Han, Fa"


"Heem, tau"


Gue memegang tangan Khansa dan berjalan menuju mobil.


"Weh, mobil gue gimana?"


"Hm, lo naik mobil Lo aja kali ya?"


"Yaudah, Fa Lo mau sama siapa?"


"..Gue... Sama Lo aja Han"


"Yaudah ayo"


Kami berangkat menuju salah satu restoran favorit gue, Golden Restaurant.


Mobil Arga


"Lo nanti mau makan apa?"


"M.. Gue mau terserah aja"


"Sa, ko Lo jadi kaya canggung gitu sih sama gue?"


"Hm? Canggung? Siapa yang canggung?"


"Lo ga banyak ngomong kaya biasa, gue kangen tau"


"..Hm.. Gue juga..."


Tuh kan...


"Selama gue pergi, ada kejadian gitu ga?"


"Hm? Maksudnya?"


"Yaaa ada apa kek gitu, misal nya si Rafa naksir cewe, atau apa"


"..Um.. Ga ada apa apa sih, cuma pada heboh nyariin Lo aja"


".. Gue mau tanya"


"Apa?"


"Lo masih mau lanjut sama gue?"


"Kenapa nanya gitu?"


"Siapa tau Lo nemu orang yang lebih baik dari gue"


"Ngomong apaan sih? Selama ini gue nungguin Lo pulang tau! Gue yang semestinya nanya, Lo aman ga di sana? Kan di sana banyak cewe cewe bule, cakep, yang badan nya kaya gitar!"


".. Hihihi"


"Apa Lo? Kenapa ketawa?!"


"Lo cemburu?"


"Nanya lagi gue bogem Lo ya! Ya iya lah, gue khawatir tau! Dari gue belum lulus sampe gue lulus Lo ga ada kabar!"


"Maaf deh maaf... Makasih udah setia, gue aman ko di sana. Yang kaya Lo udah cukup"


"Hahahaha"


Golden Restaurant


"Dari mana aja lu? Lama bener"


"Sorry Han... Yaudah ayo langsung masuk aja"


Selama di perjalanan gue dan Khansa bercerita banyak, gue kangen banget ngobrol sama dia. Dan setelah sampai, kita semua masuk, makan, dan menghabiskan waktu dengan bercerita. Duh guys, gue kangen banget sama kalian.


"Yu ah pulang"


"Ayo Sa, gue anter" Ucap Rafa menawarkan.


"Hm? Anter?"


"Itu, selama ini gue ngojek sama si Rafa, hehe"


"..Iya, gitu Ar.. Maaf ya, kebiasaan gue"


"Iya ga papa. Sa, gue yang anter ya?"


Dia mengangguk.


"Yaudah, kita duluan ya, bye"


Rumah


"Arga pulaaang"


"Arga, akhirnya kamu pulang juga"


"Kenapa Bun?"


"Ar, gawat Ar!"


"Iya Bun, gawat kenapa?"


"Perusahaan ayah bangkrut huuuu, dan kamu tau kan kalau bunda udah ga kerja setahun belakangan ini?"


"Apa? Bangkrut?"


"Iyaa salah satu orang kepercayaan ayah korupsi, pengeluaran juga ga bener! Haduh bunda pusing!!!"


"Bunda sabar bunda..."


"Tapi Ar, ada orang yang mau membantu kita dan meminjamkan uang"


"Syukurlah Bun kalau kaya gitu"


"Tapi.."


"..Tapi?"


"Kamu harus menikah sama anak nya"


"What?! Maksudnya?!"


"Kamu harus menikah sama anak nya, supaya orang itu mau bantu kita"


"Loh, Bun.. Tapi kan aku masih sama Khansa. Kita aman ko Bun, ini aku baru ketemu sama dia"


"Ar, tolong.. Demi perusahaan, kamu mau hidup miskin?"


"Bunda, tapi... Aku ga mau"


"Ar, ini terakhir yang bunda minta dari kamu, bunda mohon"


"Tapi bunda, Arga sama Khansa.."


"Kalian kan bisa temenan, ini demi perusahaan Ar, bunda mohooon"


"Bunda..."


Bunda pergi dan masuk ke dalam kamarnya.


Padahal gue sama Khansa baik baik aja.. Baru aja ketemu tadi, ya ampun... Gue ga mau ninggalin dia apalagi buat nikahin orang yang ga gue kenal, tapi gue juga ga mau liat ayah dan bunda susah... Gimana gue jelasin nya ke si Khansa?!!


BERSAMBUNG...