
Panglima Zeno pun sangat kesal. Lalu, ia mengambil lagi dua kantung bingkisan kecil lagi berwarna hitam dan menaburkan ke arah Angelia dan Echa. Mereka pun berhasil menghindar lagi dengan langkah cepatnya, hingga mereka menjadi berdampingan kembali.
Kali ini Angelia menjentikkan jarinya agar tak ada kesempatan lagi untuk panglima Zeno menyerang.
Ctik
Cling
Wuss..
Sabit bulan milik Angelia muncul dan terbang menyerang panglima Zeno.
Sreeett..
Panglima zeno pun tergores dengan sabit bulan di lengan kirinya.
Sreeett..
Lagi-lagi sabit bulan Angelia menggores tangan kanan panglima Zeno.
“Uhuk.. Uhuk,”
Tiba-tiba, panglima Zeno memuntahkan darah. Dia pun menyeka darah di mulutnya.
“Kau bukan lawanku.” Ucap Angelia.
“Siapa kalian? Uhuk.. Uhuk,” Tanya panglima Zeno, menahan luka di kedua tangannya yang semakin yeri dan batuknya selalu memuntahkan darah.
Tak ada sahutan.
Angelia pun menggunakan kekuatannya membuat setiap langkahnya seperti hentakan tanah yang patah.
Panglima Zeno hanya bisa bisa duduk di tanah mencoba menyembuhkan dirinya. Namun, sedikit melambat karena kekuatan Angelia mampu menghambatnya.
Boom..
Boom..
Deerr..
Kilat\-kilat kembali menderu, awan hitam pun semakin pekat. Echa pun tak kalah, tornado miliknya mampu membuat pepohonan terbang menari kembali.
‘Jadi dialah yang membuat tanah berguncang, dan langit siap menerkam’ batin panglima Zeno.
Empat langkah Angelia dan Echa ke arah panglima Zeno pun berhenti saat ada pengawal klan vampir Rizik yang menyerang dari persembunyian.
Namun, dengan menjentikkan jarinya, lagi\-lagi ia berhasil mengalahkan pengawal klan vampir Rizik.
Ctik
Jleb..
Para pengawal klan vampir Rizik pun mati seketika dan terjatuh dari atas pohon di luar istana. Angelia melirik Echa dan mengangguk, bahwa ia akan melanjutkan langkahnya. Namun tiba\-tiba,
“Berani\-beraninya kalian membunuh pengawal klanku!!” Teriak raja Xinus, terbang keluar dari istana.
Tak ada sahutan.
“Ada apa raja Xenus?” Ucap ratu Alne, yang tiba\-tiba muncul di samping raja Xenus.
Raja Xenus memandang Angelia dan Echa. ratu Alne pun melotot, melihat Angelia dan Echa.
‘Bukankah mereka putri bulan? Apakah dia yang membuat getar seisi hutan ini? Tapi itu tak mungkin’ batin ratu Alne.
Melihat ratu Alne melotot, raja Xenus pun bertanya.
“Apakah mereka dari istana bulan?” Tanya raja Xenus.
“Ya,” Jawab ratu Alne.
“Apakah istana bulan mulai mengajukan peperangan? Hahaha,” Ucap raja Xenus.
Tak ada sahutan.
“Pergilah, Aku takut mengecewakan kalian. Hahaha, atau kalian mau menjadi mangsaku? Hahaha,” Ucap raja Xenus dengan sombongnya.
Tak ada sahutan.
“Serahkan Meicha,” Ucap Angelia.
Raja Xenus pun memandang ratu Alne, dan ratu Alne menggeleng.
“Apa maksudmu?” Tanya raja Xenus.
Tak ada sahutan.
“Baiklah karena kalian datang ke wilayah klanku. Akan ku hisap darahmu!! Pasti sangat segar dan dapat memperkuat kemampuanku. Hahaha,” Ucap raja Xenus.
Tak ada sahutan.
Raja Xenus pun turun dan menunjukkan taringnya.
“Tunggu baginda!!” Ucap ratu Alne cemas.
“Tak perlu lagi menunggu ratuku.” Jawab raja Xenus dan mulai menyerang Angelia dan Echa.
Angelia dan Echa pun menghindar dengan langkah cepatnya ke arah yang berbeda.
“Kau takut sekarang?? Terlambat!! Hahaha,” Ucap raja Xenus dengan sombongnya.
Tak ada sahutan.
Angelia melirik Echa dan mengangguk. Echa pun mundur ke belakang Angelia.
“Sombong!! Kau terlalu meremehkan lawanmu putri cantik. Hahaha,” Ucap raja Xenus.
‘Ternyata aku salah menilai kedua putri bulan ini. Mereka tak setangguh yang ku pikirkan. Tapi, kenapa salah satu di antara mereka mundur. Seperti akan ada badai di setiap kebagiaan’ batin ratu Alne.
Raja Xenus pun memunculkan tanaman akar dari dalam tanah dan mulai menjulur ke arah Angelia. Dan Angelia pun menjentikkan Jarinya.
Ctik
Wuss..
Sabit bulan milik Angelia pun muncul, terbang memotong akar\-akar menjalar itu.
Sedangkan, raja Xenus melotot melihat akar\-akar itu terpotong dan tak bisa tubuh lagi.
‘apa yang terjadi dengan akar\-akarku?’ batin raja Xenus.
‘Kenapa bisa terjadi? Akar\-akar raja Xenus adalah akar tumbuhan beracun yang dapat tumbuh meski telah terpotong’ batin ratu Alne.
“Serahkan Meicha,” Ucap Angelia.
Tak ada sahutan.
‘Apa itu Meicha?’ batin ratu Alne.
“Hahaha”
“Kalian mencari Meicha? Meicha di tanganku. Hahaha,” Kata seseorang yang tiba\-tiba muncul di samping ratu Alne.
“Pangeran Lexus? Apa maksudmu?” Tanya raja Xenus.
“Ya ayahanda, Aku telah menculik Meicha salah satu putri bulan.” Jawab pangeran Lexus.
Melihat mereka berbicara, Angelia dan Echa hanya bisa menyaksikan.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.