
Vampir klan Argha,
Buuukk
Buuukk
Buuukk
Para pengawal vampir jatuh karena terluka oleh pangeran Virga yang sedang berlatih.
“Lemah sekali kalian!!!” Teriak pangeran Virga, menunjukkan taringnya.
“Cukup!!!” teriak ratu Ariza, datang mendekat.
Pangeran Virga pun menghilangkan taringnya dan merapikan bajunya.
“Apa yang kau lakukan pangeran?” Tanya ratu Ariza, berdiri di depan pangeran.
“Ibunda? Apa aku cukup kuat?” Tanya pangeran Virga, memandang ratu Ariza.
“Ya, kau kuat pangeran, ada apa denganmu pangeran?” Tanya ratu Ariza.
“Aku belum cukup kuat ibunda, aku belum bisa membunuh pangeran Vanaya” Sahut pangeran Virga, mengepal tangannya.
“Kenapa pangeran sampai membenci pangeran Vanaya?” Tanya ratu Ariza.
“Dia menginginkannya ibunda,” Jawab pangeran Virga, memalingkan badannya.
“Apa ini semua ada hubungannya dengan putri istana bulan itu?” Tanya ratu Ariza, menarik wajah pangeran Virga.
“Apa yang ibunda lakukan?” Sahut pangeran Virga.
“Lihatlah ibundamu pangeran, kau jatuh cinta dengannya bukan?” Tanya ratu Ariza, saling memandang dengan pangeran Virga.
“Ibu juga menginginkannya bukan?” Sahut pangeran Virga, tersenyum.
“Kau ini bisa saja, aku akan mengatakan sesuatu padamu pangeran, ikutlah ibunda!” Perintah ratu Ariza, melangkah pergi.
“Baiklah,” Sahut pangeran Virga, melangkah mengikuti ratu Ariza.
Tibalah mereka di perpustakaan istana.
“Kenapa kita kemari ibunda?” Tanya pangeran Virga, berdiri.
“Kemarilah pangeran,” Perintah ratu Alne, mengambil buku besar di lemari.
Pangeran Virga pun mendekati ratu Ariza. Ratu Ariza pun membuka buku besar itu, dan di dalamnya berisi kalung liontin. Lalu, ratu Ariza memakaikan kalung itu ke leher pangeran Virga.
“Apa ini ibunda?” Tanya pangeran Virga, memegang kalung di lehernya.
“Apa maksud ibunda?” Tanya pangeran Virga.
“Kau pasti tau identitas ibunda, iyakan pangeran?” Tanya ratu Ariza.
“Apakah ada hubungannya ibunda?” Tanya pangeran Virga lagi.
“Saat itu, untuk mencegah tak ada yang mencelakaimu karena kekuatanmu, ibunda dan ayahanda sepakat untuk menyegel kekuatanmu. Kekuatanmu sangatlah besar dan sangat berbeda dari yang lain” Ucap ratu Ariza.
“Apakah karena berbedaan klan ibunda?” Tanya pangeran Virga.
“Ya anakku, maafkan ibunda.” Sahut ratu Alne, meneteskan air mata.
“Tidak ibunda, maafkan pangeran.” Jawab pangeran Virga, menghapus air mata ratu Ariza.
“Ingatlah pangeran, kemampuanmu akan muncul saat kamu bermeditasi di bawah sinar bulan darah atau blood moon” Ucap ratu Ariza.
“Baik, pangeran akan mengingatnya ibunda.” Jawab pangeran Virga.
Ratu Ariza dan pangeran Virga keluar dari perpustakaan istana, menuju aula istana.
“Salam yang mulia ratu dan yang mulia pangeran” Ucap para pengawal vampir yang berjaga di dalam aula istana.
Ratu Alne dan pangeran Virga pun menuju duduknya masing-masing.
“Kau sudah mendapatkannya pangeran?” Tanya raja Vilox, melihat kalung liotin yang di pakai pangeran Virga.
“Iya ayahanda, ibunda yang memberi dan memberitahukannya” Jawab pangeran Virga.
“Bagus pangeran, kini saatnya berlatih untuk mengasah kekuatanmu nantinya” Ucap raja Vilox.
“Baik ayahanda,” Jawab pangeran Virga.
“Selamat pangeran, akhirnya pangeran mengetahuinya juga” Ucap panglima Zeno, duduk di samping pangeran.
“Terima kasih panglima,” Sahut pangeran Virga.
“Hidup pangeran Virga!!!!” Ucap panglima Zeno, berdiri dari duduknya.
“Hidup pangeran Virga” Sahut para pengawal vampir.
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.