
“Baiklah,” Ucap Angelia.
Echa yang berdiri di sampingnya menoleh ke Angelia.
“Terima Kasih? Ikutilah denganku,” Ucap pangeran Virga, melangkah meninggalkan sungai pelangi menuju istana vampir klan Argha.
Di sisi lain,
“Apa yang mereka lakukan?” Tanya putri Hijau melihat mata bintang milik ratu Reliza.
“Biarkan mereka membantunya.” Ucap ratu Reliza, duduk di singgasana.
Putri Hijau hanya tersenyum melihat jawaban ratu Reliza.
‘Kadang sifat ratu sulit di mengerti’ batin putri Hijau.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain,
Perjalanan pangeran Virga, Echa dan Angelia sampai di gerbang istana vampir klan Argha.
“Salam yang mulia pangeran,” Ucap beberapa pengawal istana, membungkuk.
Tak ada sahutan.
Pangeran Virga pun terus melangkah memasuki istana menuju ruang pengobatan dan di ikuti oleh Echa dan Angelia.
Saat memasuki istana, para pengawal vampir melirik kepada Echa dan Angelia.
Saat akan memasuki ruangan pengobatan, mereka melintasi beberapa ruangan yang lumayan gelap hanya obor alat penerangan dalam istana vampir klan Argha.
Tiba\-tiba, Angelia dan Echa berhenti di depan ruangan pengobatan.
“Apa yang membuat kalian berhenti?” Ucap pangeran Virga menoleh, berhenti di depan ruangan pengobatan.
Tak ada sahutan.
Bruk..
“Maaf pangeran,” Ucap pengawal yang tiba\-tiba keluar dari ruangan pengobatan.
“Apa yang membuatmu tergesa\-gesa? Kau tak punya mata?” Ucap pangeran virga, menunjukkan taringnya.
“Ampun yang mulia pangeran, Hamba hanya terburu\-buru karena ..” Ucap pengawal itu.
Belum sempat melanjutkan ucapan pengawal itu, tiba\-tiba,
“Pengawal??” Teriak ratu Ariza.
“Ibunda?” Sahut pangeran Virga, masuk ke dalam ruang pengobatan.
Pengawal tadi masuk kembali di belakang Pangeran dan sempat melirik Echa dan Angelia.
Angelia dan Echa pun ikut melangkah masuk.
“Ibunda? Apa yang terjadi dengan ayahanda?” Tanya pangeran Virga khawatir, berdiri di samping ratu Ariza yang duduk di dekat raja Vilox.
Tak ada sahutan.
“Baginda? Sadarlah,” Ucap ratu Ariza, menitikkan air mata.
Angelia dan Echa berdiri di dekat pintu dan melihat raja Vilox kejang\-kejang dan tubuhnya membiru hampir semua.
“Pergilah kalian semua!” Ucap Angelia.
Tak ada sahutan.
“Putri Kuning?” Ucap ratu Ariza, berlari ke arah Angelia.
“Apakah kau dapat menyembuhkan raja kami?” Ucap ratu Ariza.
Tak ada sahutan.
“????” Ratu Ariza.
“Pergilah kalian semua!!!” Tegas Angelia.
“Ibunda? Percayalah,” Ucap pangeran Virga menarik tangan ratu Ariza.
Pangeran Virga, ratu Ariza, dan para pengawal vampir keluar ruangan dan di susullah Echa keluar dan menunggu.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang Angelia terbang keluar dan memberikan informasi mengenai luka raja Vilox dan penawar racunnya.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya kembali.
Cling
Cincin bulan milik Angelia terbang keluar dan melindungi ruangan pengobatan.
Angelia keluar ruangan dan berkata,
“Carilah darah segar satu gentong sesuai peraturan klan” Ucap Angelia.
“????” Ratu Ariza.
“Pengawal?? Carikan darah untuk yang mulia raja!!!” Teriak pangeran Virga.
“Lindungi mereka!” Perintah Angelia, masuk ke ruangan pengobatan.
“????” Echa.
‘Apa yang terjadi?’ batin Echa.
“Bagaimana kondisi baginda raja?” Tanya ratu Ariza.
“Percayalah ibunda,” Sahut pangeran Virga.
“Maaf pangeran, persiapkan seluruh pasukanmu untuk bersiaga” Ucap Echa.
“Apa yang terjadi?” Ucap pangeran Virga khawatir.
“Apa baginda baik\-baik saja?” Tanya ratu Ariza.
Tak ada sahutan.
Setelah beberapa menit,
“Bersiapkan semuanya!! Efek penyembuhan ini sangat dasyat bila terkena para vampir seperti kalian.” Ucap Echa.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.