
“Apa kau tak apa pangeran Virga?” Tanya pangeran Zio, melangkah mendekat.
“Aku tak apa, aaahh,” Ucap pangeran Virga, kesakitan.
“Kurang ajar!! Aku gagal mengabisi vampir itu dengan tanganku!!” Oceh pangeran Radoz.
“Tenang saja, pasti akan ada saat dimana kau mengabisinya,” Ucap pangeran Vanaya.
Tiba\-tiba, pangeran Vanaya berhenti.
“Kenapa kau berhenti pangeran Vanaya?” Tanya pangeran Rados.
“Ada apa sayang?” Tanya putri Binca, menggandeng tangan pangeran Vanaya.
“Apakah kalian melihat putri cantik itu??” Tanya pangeran Yixer, menunjuk Angelia.
“Ya,” Ucap pangeran Radoz.
“Pangeran Vanaya jatuh cinta pada kekuatannya yang misterius” Ucap pangeran Yixer.
“Kekuatan apa? Aku bahkan tak dapat merasakan kekuatannya namun terasa dingin auranya,” Ucap pangeran Radoz.
“Kau tak tau sayang? Kekuatannya sangat misterius,” Sahut putri Kety.
“Aku akan mencobanya!!” Ucap pangeran Radoz, melangkah menghampiri Angelia yang tengah berjalan ke arah taman surga.
“Tunggu!!” Teriak putri Kety.
Tak ada sahutan.
“Hay putri Angelia? senang bertemu denganmu,” Ucap pangeran Radoz, membungkuk.
Angelia, Echa dan Meicha pun berhenti melihat ada seseorang yang menghadang mereka dan memberi salam kepada Angelia.
“Senang bertemu denganmu pangeran Radoz klan Kerbau” Sahut Angelia, tersenyum, membungkuk.
“Bagaimana kabarmu putri Echa dan putri Meicha?” Tanya pangeran Radoz.
“Baik pangeran Radoz,” Jawab putri Echa dan Meicha.
“Pergilah,” Ucap Angelia.
Pangeran Radoz pun heran, bahkan Echa dan Meicha pun saling bertatapan mendengar ucapan Angelia.
“Kau menyuruhku pergi? Putri Angelia?” Tanya pangeran Radoz.
“Ya,” Jawab Angelia, mengeluarkan hawa dinginnya lewat senyumannya yang mematikkan.
“Baiklah,” Ucap pangeran Radoz, melangkah menuju pangeran Vanaya yang berdiri di depan pintu ruang pertemuan.
“Ada apa Angelia?” Tanya Echa dan Meicha.
“Mari ke taman?” Ajak Angelia, melangkah memasuki taman surga.
“Baiklah,” Sahut Echa, melangkah masuk.
“Ayo?” Ajak Meicha, berlari masuk taman surga.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain ruang pertemuan,
“Bagaimana pangeran Radoz?” Ucap pangeran Yixer mengejek, duduk di kursinya.
“Sialan!! Dia memang sangat misterius senyumannya sangat mematikkan.” Oceh pangeran Radoz, duduk di kursinya.
“Kan aku sudah bilang sayang?” Sahut putri Kety, berdiri di samping pangeran Radoz dan memegang pundaknya.
“Kalian lihat saja!! Aku akan mendapatkannya dan mendapatkan kekuatannya!! Hahaha,” Ucap pangeran Vanaya.
“Kau tak akan membuangku kan sayang?” Tanya putri Binca, berdiri dan memeluk pangeran Vanaya.
“Aku hanya membutuhkan kekuatannya sayang? Kau cemburu?” Sahut pangeran Vanaya, berdiri dan memegang dagu putri Binca.
“Tentu saja aku sangat cemburu pangeran,” Jawab putri Binca, terus memeluk pangeran Vanaya.
Pangeran Vanaya diam dan membalas pelukan putri Binca.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain taman surga,
“Ada apa ini?” Tanya Echa, melihat pangeran Virga terluka duduk di tanah.
“Dia telah menolongku dari pangeran Vanaya,” Ucap putri Lily.
“Angelia? Tolonglah pangeran Virga. Aku dan Meicha harus berkeliling dulu,” Ucap Echa menarik Meicha dan berjalan ke arah kolam ikan.
Tak ada sahutan.
‘Kenapa harus aku?’ batin Angelia. Angelia pun memapah pangeran Virga untuk membantunya berdiri dan berjalan mencari tempat duduk panjang agar Angelia dapat mengobatinya.
Lalu, mereka menemukan kursi panjang dekat air mancur dan mereka duduk bersebelahan.
Angin yang sahdu berhembus membuat rambut dan selendang Angelia berkibar dan menerpa pangeran Virga.
'Harummu, cantikmu, sempurna’ batin pangeran Virga dan tersenyum.
“Apa yang membuatmu tersenyum pangeran?” Tanya Angelia, memecah lamunan pangeran Virga.
“Aku seperti tersihir hingga lukaku sembuh” Ucap pangeran Virga, berhayal.
“??” Angelia bingung mendengar ucapan pangeran Virga.
“Apakah sudah sembuh?” Tanya Angelia memastikan.
“Aaahh” Rintih kembali pangeran Virga.
“Ada apa? Apakah sakit kembali?” Tanya Angelia.
“Iya sakit,” Jawab pangeran Virga.
“Baiklah, aku akan membuat obat.” Ucap Angelia.
“Tunggu!” Ucap pangeran Virga.
“Ada apa?” Tanya Angelia.
Tak ada sahutan.
Lalu, pangeran Virga memegang tangan Angelia dan menaruhnya di dadanya dan berbisik,
“Cantikku”
Lalu, pangeran Virga memalingkan wajahnya. Angelia pun demikian, Takut ketahuan pipi merah merona.
“Aaahh, aduh,” Ucap pangeran Virga semakin merasakan sakit dan memegang luka di tangan kanannya.
“Ada apa?” Tanya Angelia, melihat pangeran Virga.
“Sakit,” Sahut pangeran Virga, sedikit tersenyum.
Tak ada sahutan.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang milik Angelia terbang keluar memberikan informasi mengenai luka pangeran Virga.
Lalu, Angelia menabur tanaman obat di sekitar kursi panjang. Setelah beberapa saat, tanaman itu tumbuh.
Kemudian, Angelia mencari batu dan memetik daun tanaman obat, tanaman itu di tumbuk dalam batu dan di oleskan ke luka pangeran Virga.
Cling
Luka pangeran Virga menghilang dan rasa sakit tak ada lagi.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.