Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Istana Bulan



“Bagaimana keadaan putri Biru? Putri Orange” Tanya putri Hijau.


“Putri Biru masih dalam proses penyembuhan, putri Hijau” Jawab putri Orange.


“Jika sudah sadar, datanglah kalian ke aula istana” Ucap putri Hijau.


“Baiklah,” Jawab putri Orange.


Putri Hijau pun melangkah pergi, meninggalkan putri Orange di depan kamar pengobatan.


‘Bagaimana bisa selama ini?’ batin putri Orange.


Kreek


Pintu kamar pengobatan pun terbuka dan keluarlah putri Kuning.


“Bagaimana keadaan putri Biru?” Tanya putri Orange.


“Dia sebentar lagi sadar,” Jawab putri Kuning.


“Apakah aku boleh masuk?” Tanya putri Orange.


“Marilah,” Jawab putri Kuning, berbalik ke dalam kamar pengobatan.


Putri Orange pun melangkah masuk.


“Untunglah, kamu sudah sadar putri Biru.” Ucap putri Kuning.


“Untunglah, Kalau begitu. Kita harus ke aula istana sekarang.” Sahut putri Orange.


“Aku di mana? Kenapa kalian di sini?” Tanya putri Biru.


Putri kuning pun menjentikkan jarinya.


Ctik


Cling


Mata bintang pun keluar dan memberikan kilas balik penyelamatan putri Biru.


“Maafkan aku? Dan terima kasih sudah menolongku” Ucap putri Biru, duduk di samping ranjang.


“Itu adalah tugas kami. Kita adalah putri bulan yang harus bekerja sama.” Jawab putri Kuning.


“Mari kita ke aula istana?” Jawab putri Orange.


“Ayo?” Jawab putri Biru bangun dari duduknya.


Putri Kuning pun melangkah lebih dulu menuju aula, di ikuti putri Orange dan putri Biru.


*Putri Hijau, Lexia adalah putri istana bulan yang cantik namun sikapnya seperti laki-laki. Memiliki kemampuan bulan dan tanaman.




“Salam ratu Reliza,” Ucap putri Kuning, putri Orange dan putri Biru, menunduk.



“Duduklah putri Kuning dan putri Orange,” Perintah ratu Reliza.



Putri Kuning dan putri Orange pun duduk di sisi kanan. Sedangkan, putri Biru masih berdiri di depan ratu Reliza.



“Bawakan kursi untuk putri Biru,” perintah ratu Reliza kepada dayang istana.



Dayang pun membawakan kursi, putri Biru pun duduk. Ratu Reliza melirik putri Hijau yang duduk di kiri ratu, dan putri Hijau mengangguk.




“Apa yang akan kau katakan putri Biru mengenai masalahmu kali ini?” Jawab ratu Ariza.



“Maafkan putri Biru ratu, putri Biru akan menjelaskan apa yang terjadi,” Jawab putri Biru.



“Bicaralah,” Perintah ratu Reliza.



“Maafkan putri Biru yang sudah terpesona dengan ketampanan seorang pangeran vampir ratu, putri Biru siap menerima konsekuensinya. Mohon ratu memberikan putri Biru hukuman.” Jawab putri Biru.



“Baiklah, berdasarkan apa yang terjadi, istana bulan memberikan hukuman kepada putri Biru, ia akan tinggal di hutan pengasingan selama satu bulan dan di larang keluar dari hutan pengasinan sebelum waktu yang di tentukan” Ucap ratu Reliza.



“Putri Biru siap menerima hukuman,” Jawab putri Biru, menunduk.



Ratu Reliza pun melirik putri Hijau.



“Sidang telah selesai. Di harapkan meninggalkan aula istana,” Ucap putri Hijau.



Ratu Reliza pun melangkah meninggalkan aula istana.



“Bersiaplah, aku akan mengantarmu ke hutan pengasingan.” Ucap putri Hijau.



“Baiklah,” Jawab putri Biru.



Putri Hijau pun melangkah pergi meninggalkan aula istana.



“Kau harus bisa bertahan di hutan pengasingan,” Ucap putri Kuning.



“Benar apa yang di katakan putri Kuning. Hutan pengasingan sangat berbahaya,” Sahut putri Orange.



“Baiklah, aku akan mengingatnya.” Jawab putri Biru.



Mereka pun melangkah keluar aula dan menuju kamar putri Biru, membantu menyiapkan bekal di hutan pengasingan.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.