
Para perwakilan klan yang lain pun masuk ke ruang pertemuan dan dewa Antonio maupun dewi Grasela masuk dan duduk di kursinya masing\-masing.
“Baiklah, semuanya bersiap?” Tanya dewa Antonio.
“???” Para perwakilan klan.
Ting
Tiba\-tiba, para perwakilan klan berteleportasi di padang rumput yang hijau dan luas.
“Apa yang terjadi?” Tanya Putri Lily, melihat sekeliling.
“Sekarang, kalian akan mengambil satu kertas di sini” Ucap dewa Antonio, membawa kotak yang berisi gulungan kertas.
“Ayo ambil satu persatu,” Perintah dewi Grasela.
Mereka pun mengantri mengambil gulungan kertas. Setelah semuanya dapat,
“Yang dapat nomor satu? Ke arah sini,” Perintah dewi Grasela.
Pangeran Vanaya, pangeran Virga, pangeran Zimba, putri Binca, pangeran Radoz, pangeran Alfin, dan putri Angelia melangkah mendekat dewi Grasela dan menghilang berteleportasi di bagian barat padang rumput.
“Nomor dua? Ke arah sini” Perintah dewa Antonio.
Pangeran Zio, putri Zia, putri Lily, putri Kety, putri Rimba, pangeran Lexus, pangeran Yixer, putri Echa dan putri Meicha melangkah menuju dewa Antonio dan menghilang berteleportasi di bagian timur padang rumput.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi barat,
“Selamat untuk kalian para perwakilan klan masuk ke tahap satu,” Ucap dewi Grasela, membungkuk.
“Apa yang dewi maksud?” Tanya pangeran Zimba.
“Di sinilah kalian akan berlatih bertarung satu sama lain untuk mengukur kekuatan kalian.” Ucap dewi Grasela.
‘Bagus sekali, kesempatan ini untuk membunuh pangeran Virga’ batin pangeran Radoz, melirik pangeran Virga.
‘Bagus sekali kesempatan ini, aku akan menyerang putri Angelia’ batin putri Binca, melirik putri Angelia.
‘Aku akan tau kekuatanmu putri istana bulan Angelia’ batin pangeran Vanaya, melirik putri Angelia.
‘Aku bahagia bisa bersamamu’ batin pangeran Virga, memandang putri Angelia.
‘Apa ada hal yang terjadi dengan putri Angelia?’ batin pangeran Zimba.
Sedangkan, Angelia dan pangeran Alfin sibuk mendengarkan percakapan dewi Grasela.
“Baiklah, karena di sini bertujuh, satu orang berlatih denganku. Putri Angelia?” Ucap dewi Grasela.
“Baiklah dewi, dengan senang hati,” Sahut Angelia, membungkuk dan melangkah mendekati dewi Grasela.
‘Rencanaku gagal?? Kau lolos kali ini putri bulan’ batin pangeran Vanaya.
‘Sial, ku pikir dia lawanku’ batin putri Binca.
“Pangeran Virga? Lawan latihanmu putri Binca,” Ucap dewi Grasela.
“Maaf Dewi, aku tak setuju,” Sahut putri Binca.
“Bukankah ini hanya latihan? Atau putri Binca punya siasat?” Tanya dewi Grasela, tersenyum.
“Baiklah,” Sahut putri Binca.
“Pangeran Alfin? Lawan latihanmu pangeran Radoz” Ucap dewi Grasela.
‘Kenapa harus cecurut ini?’ batin pangeran Radoz.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi timur,
“Baiklah, ini tempat latihan kita bertarung.” Ucap dewa Antonio.
“Bertarung?” Tanya putri Lily.
“Tentu saja putri Lily, karena sekarang kita di sini ada sembilan orang, satu orang berlatih denganku” Ucap dewa Antonio.
“Aku” Sahut putri Lily.
“Maaf putri Lily, aku ingin berlatih dengan putri Echa, kemarilah!” Ucap dewa Antonio.
“Dengan senang hati, Dewa Antonio” Jawab Echa, membungkuk dan melangkah mendekati dewa Antonio.
“Pangeran Zio? Lawan latihanmu pangeran Lexus” Ucap dewa Antonio.
‘Bagus sekali, aku lapar’ batin pangeran Lexus.
“Pangeran Yixer, lawan latihanmu Putri Meicha,” Ucap dewa Antonio.
“Baik dewa,” Sahut putri Meicha, membungkuk.
“Putri Rimba, lawan latihanmu putri Zia,” Ucap dewa Antonio.
“Baik dewa,” Ucap putri Rimba dan putri Zia, membungkuk.
“Putri Lily, lawan latihanmu putri Kety” Ucap dewa Antonio.
Putri Kety pun mengangguk.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.