
Istana vampir klan Argha,
“Baginda? Bagaimana jika kita mengadakan pesta, atas kesembuhan baginda.” Ucap ratu Ariza, duduk di samping kiri raja.
“Baiklah,” Sahut raja Vilox, duduk di singgasana.
“Hamba akan mengatur semuanya yang mulia raja,” Ucap panglima Zexi, duduk di samping kursi kosong milik pangeran Virga.
“Aku ingin mengundang penyelamat baginda, bagaimana baginda?” Tanya ratu Ariza.
“Baiklah,” Jawab raja Vilox.
“Kirimkan undangan kepada istana bulan dan juga perwakilan klan!” Perintah ratu Ariza.
“Baik yang mulia ratu, hamba undur diri,” Sahut panglima Zexi, berdiri dan melangkah pergi.
Di sisi lain istana klan Rizik,
“Panglima?” Panggil raja Xenus, duduk di singgasana.
“Ya, yang mulia raja,” Sahut panglima Zeno, duduk di samping kosong milik pangeran Lexus.
“Siapkan pesta dan atur semua undangan ke semua klan” Perintah raja Xenus.
“Baik yang mulia,” Jawab panglima Zeno.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain istana bulan,
Kepak
Kepak
Seekor burung merpati masuk ke aula istana bulan dan hinggap di jendela. Lalu, putri Hijau mengambil sebuah surat di kaki burung itu. Kemudian, burung merpati itu terbang kembali keluar istana.
“Maaf yang mulia ratu,” Ucap putri Hijau, mendekat.
“Ada apa putri Hijau?” Tanya ratu Reliza, duduk di singgasana.
“Ada sebuah surat untuk ratu,” Sahut putri Hijau, memberikan sebuah surat.
Ratu Reliza pun membaca surat itu, yang berisikan undangan ke acara pesta sembuhnya raja klan vampir Argha.
“Putri Hijau?” Panggil ratu Reliza.
“Ya ratu,” Sahut putri Hijau.
“Kirimkan pesan ini kepada Angelia,” Perintah ratu Reliza, memberikan surat.
“Baik ratu,” Jawab putri Hijau.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain Mension persatuan klan,
Kepak
Kepak
Seekor Burung merpati terbang dan hinggap di jendela tempat dewi Grasela beristirahat. Lalu, dewi Grasela mengambil surat itu dan membacanya. Sedangkan burung merpati itu terbang kembali. Kemudian, surat Ia kirimkan kepada dewa Antonio.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
“Maaf pangeran,” Ucap pengawal vampir Argha, muncul secara tiba\-tiba.
“Kenapa kalian di sini?” Tanya pangeran Virga, berdiri di depan Mension.
“Hamba hanya menyampaikan tugas yang mulia raja dan ratu, bahwa pangeran di harapkan untuk pulang.” Ucap pengawal vampir itu.
“Pergilah,” Perintah pangeran Virga.
‘Kenapa ayahanda dan ibunda menyuruhku pulang?’ batin pangeran Virga. Pangeran Virga pun terbang dengan berubah menjadi kekelawar.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Angelia merasa ada suatu kontak batin dari putri Hijau. Lalu, Angelia menghubunginya lewat kontak batin.
Cling
Sebuah surat ada di tangan Angelia. Kemudian, Ia membacanya.
“Apa yang berisi dari surat itu Angelia?” Tanya Echa, berduduk di dalam perpustakaan.
Angelia memberikan surat itu kepada Echa. Lalu, Meicha pun ikut membacanya.
“Apakah kau akan hadir Angelia?” Tanya Echa.
Tak ada sahutan.
“Aku akan menemanimu jika kau datang,” Ucap Echa.
“Baiklah,” Sahut Angelia, duduk di sampingnya.
“Putri Meicha, ada seseorang mencarimu.” Bisik putri Lily, lalu pergi.
“Ada apa Meicha?” Tanya Echa.
“Aku ada urusan sebentar,” Jawab Meicha, melangkah keluar perpustakaan.
“Apa kau tau semua ini Angelia?” Tanya Echa.
“Ya,” Jawab Angelia.
“Baiklah,” Sahut Echa.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Taman surga,
“Senang bertemu denganmu putri,” Ucap pangeran Lexus, membungkuk.
“Senang bertemu denganmu pangeran,” Sahut Meicha, membungkuk dan tersenyum.
Pangeran Lexus pun tersenyum melihat Meicha tersenyum.
“Ada perlu apakah pangeran mencariku?” tanya Meicha.
“Dalam pstanaku, akan mengadakan sebuah pesta, aku ingin kau datang.” Ucap pangeran Lexus.
“Maafkan aku pangeran, aku tak dapat memenuhi hal itu” sahut Meicha.
“Kenapa?” Tanya pangeran Lexus.
“Aku sudah berjanji. Tanpa Mereka, aku tak boleh kemana pun.” Jawab Meicha.
“Baiklah,” Sahut pangeran Lexus, kecewa dan melangkah pergi.
‘Apa yang harus ku lakukan pangeran?’ batin Meicha.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.