
Taman surga,
Pangeran Vanaya dan pangeran Yixer tengah duduk berdua di dekat kolam ikan.
“Lapor pangeran, dewa dan dewi sepertinya memiliki petunjuk dan mereka kemari” Bisik salah satu pengawal pangeran Yixer.
“Pergilah,” Sahut pangeran Yixer, duduk di samping kiri pangeran Vanaya.
“Baik,” Jawab pengawal itu, lalu menghilang.
Tiba-tiba,
“Rupanya kalian di sini?” Tanya dewi Grasela, berdiri di belakang pangeran Vanaya.
“Ada apa Dewi Grasela?” Tanya pangeran Vanaya, berdiri dan mendekati dewi Grasela.
“Aku hanya ingin bertanya mengenai putri Lily,” Sahut dewi Grasela, tersenyum.
“Bahkan dewa Antonio pun kemari?” Tanya pangeran Vanaya, melihat dewa Antonio yang tengah berjalan ke arah dewi Grasela.
“Apa kau keberatan pangeran Vanaya?” Tanya dewa Antonio, berdiri di samping kanan dewi Grasela.
“Bukankah aku tak melarangnya?” Tanya pangeran Vanaya.
“Pangeran Yixer, apakah kau tau keberadaan putri Lily?” Tanya dewi Grasela.
“Maaf dewi Grasela, pangeran Yixer tak mengetahui keberadaan putri Lily” Sahut pangeran Yixer, berdiri di samping kiri pangeran Vanaya.
“Baiklah, aku akan mencarinya.” Ucap dewi Grasela, terbang ke langit.
Dewa Antonio pun menghilang, masuk ke dalam bumi.
“Akhirnya mereka pergi juga,” Ucap pangeran Vanaya, duduk dan menyandarkan kepalanya.
Pangeran Yixer pun ikut duduk dan menyandarkan kepalanya.
Tiba-tiba,
“Rupanya kalian di sini?” Ucap putri Binca, datang dan berdiri di belakang pangeran Yixer.
“Brisik sekali,” Ucap pangeran Vanaya.
“Sayang? Dari tadi aku mencarimu,” Ucap putri Binca, duduk di pangkuan pangeran Vanaya.
Pangeran Vanaya pun melambaikan tangannya, tanda mereka semua harus pergi.
Pangeran Yixer pun melangkah pergi bersama pangeran Radoz dan putri Kety, menuju ruang pertemuan klan.
Di sisi lain hutan kabut,
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Sabit bulan milik Angelia terbang keluar menyerang Kunak.
“Aaahh..” Teriak Kunak, terkena sabit bulan Angelia.
“Echa,” Ucap Angelia.
“Siap,” Sahut Echa.
Ctik
Echa menjentikkan jarinya.
Cling
Cakram bintang milik Echa terbang keluar mengganda mengejar Kunak.
Trang..
Suara tabrakkan cakram bintang milik Echa dan milik Angelia.
Trang..
Suara ketiga senjata Echa dan Angelia bertabrakan, dan tiba\-tiba,
Cling
Memancarkan cahaya yang amat silau membuat mata tak dapat melihat apa yang terjadi dan Kunak pun menghilang.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain,
“Sayang? Aku merindukanmu,” Ucap putri Binca, memandang dan duduk di pangkuan pangeran Vanaya.
“Aku juga,” Sahut pangeran Vanaya, mencium kening putri Binca.
“Di sini,” Ucap putri Binca, menunjuk bibirnya.
“Baiklah, dengan senang hati,” Jawab pangeran Vanaya, tersenyum.
Tiba\-tiba,
“Lapor Pangeran, uhuk uhuk,” Ucap seseorang, berupa kabut hitam.
“Sa\-yang? A\-pa i\-tu?” Tanya putri Binca, melihat asap hitam pekat di belakang pangeran Vanaya.
“Tutup mata kamu!!” Tegas pangeran Vanaya.
Putri Binca pun menutup matanya.
“Katakan,” Ucap pangeran Virga.
“Hamba tak bisa mengalahkan mereka pangeran,” Ucap Kunak.
“Baiklah, cukup awasi mereka.” Sahut pangeran Vanaya.
“Baik pangeran,” Jawab Kunak, menghilang.
‘Rupanya mereka kuat juga,’ batin pangeran Vanaya, kesal.
Cup..
Pangeran Vanaya mencium bibir putri Binca yang tengah menutup mata. Putri Binca pun membalas ciuman pangeran Vanaya.
Namun, belum sempat membalasnya, pangeran Vanaya mengangkat tubuh putri Binca ke samping kanan pangeran Vanaya.
“Sayang? Kenapa?” Tanya putri Binca.
“Pergilah, ada sedikit urusan yang harus ku selesaikan" Ucap pangeran Vanaya.
“Tapi sayang, ..” Sahut putri Binca, memeluk Pangeran Vanaya.
“Pergilah!!” Tegas pangeran Vanaya.
Putri Binca pun berdiri dan melangkah pergi meninggalkan pangeran Vanaya sendiri. Ia mencari pangeran Yixer dan yang lainnya.
Pangeran Vanaya pun membaca mantra.
“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih, ku di sembur.. Buuurr”
“Hehehe” Tawa seseorang berupa asap hitam pekat di belakang pangeran Vanaya.
“Hamba datang Pangeran,” Ucap Bujo.
“Bantulah Kunak untuk mengawasi orang asing di wilayah kita, dan jika perlu, habisi mereka. Tunggu!! Sisakan putri Angelia, hahaha,” Ucap pangeran Vanaya.
“Baik Pangeran,” Jawab Bujo, menghilang.
~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain hutan terlarang,
“Apakah kalian menemukan putri Lily?” Tanya putri Rimba, duduk di bawah pohon.
“Kami belum menemukannya,” Sahut putri Zia, duduk di samping kiri putri Rimba.
“Kemana ia berada?” Ucap pangeran Alfin, duduk di atas pohon.
“Pangeran Alfin?!!” Sahut putri Rimba dan putri Zia terkejut, melihat di atas pohon.
“Kau ini cerewet juga, ku kira diem\-diem aja. Haha,” Ucap putri Rimba.
Tak ada sahutan.
“Kayanya ada yang datang,” Ucap putri Zia.
“Itu pasti kakak,” Sahut putri Rimba.
“Kau yakin putri Rimba?” Tanya putri Zia, meyakinkan.
“Pangeran Alfin?” Teriak putri Rimba.
“Ada apa?” Sahut pangeran Alfin.
“Apakah itu kakakku?” Tanya putri Rimba.
“Mereka datang!!” Tegas pangeran Alfin.
Putri Rimba dan putri Zia pun berlari di belakang pohon untuk bersembunyi.
“Hahaha..” Tawa pangeran Alfin.
“Pangeran Alfin?” Tanya pangeran Zimba, datang bersama pangeran Zio.
“Kakak?” Teriak putri Rimba, memeluk kakaknya.
“Ada apa? Adikku?” Tanya pangeran Zimba.
“Lihatlah, pangeran Alfin mengerjai kami,” Ucap putri Rimba.
“Hahaha” Tawa pangeran Alfin.
Sedangkan, pangeran Zio dan putri Zia pun berpelukan.
“Ayo kita kembali ke Mension,” Ajak pangeran Zimba.
“Apakah sudah ada kabar Kak?” Tanya putri Rimba.
“Belum,” Sahut pangeran Zimba.
“Lalu, kenapa kita kembali?” Tanya putri Rimba.
“Kita harus kembali, di sini tidak baik untuk kita,” Sahut pangeran Alfin, turun dari atas pohon.
“Baiklah,” Jawab putri Rimba.
Mereka pun kembali ke Mension.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain dunia manusia,
“Ini dimana?” Tanya putri Lily, tengok kanan\-kiri.
“Dimana pangeran Albino?” Ucap Putri Lily, terbaring di suatu ruangan.
Putri Lily pun susah bergerak, karena kedua tangan dan kakinya di ikat.
Tiba\-tiba,
Kreeekk..
“Hallo sayang apa kabarmu?” Tanya Lorjo, berubah menjadi pangeran Albino.
“Dari mana kau pangeran Albino?” Tanya putri Lily, mencoba menggerakkan kedua tangan dan kakinya.
“Kau kenapa sayang?” Ucap Lorjo, berdiri di samping kanan putri Lily.
“Bantu aku pangeran,” Ucap putri Lily, mencoba melepaskan ikatan di tangan nya.
“Membantumu? Baiklah,” Sahut Lorjo.
Lorjo pun membuat putri Lily tak habis fikir. Seseorang yang ia sayangi, tiba\-tiba membuka semua pakaiannya, dan mengambil kesuciannya.
Lalu, Lorjo keluar ruangan itu. Setelah beberapa saat, tiba\-tiba ada sekelompok orang asing memasuki ruangan putri Lily.
Mereka adalah dokter ahli bedah dan para perawat yang memakai baju resmi rumah sakit.
‘Apa yang akan mereka lakukan’ batin putri Lily, melihat mereka membawa banyak alat.
Kemudian, mereka menusuk lengan tangan kiri putri Lily dengan jarum yang kecil dan putri Lily pingsan.
Mereka nelakukan pembedahan dan mengambil organ\-organ putri Lily untuk membuat suatu revolusi baru.
Setelah selesai dengan pembedahan, mereka menjahit tubuh putri Lily dan membungkusnya dengan sebuah kantong jenazah.
Lalu, mereka semua keluar dan meninggalkan kantong jenazah itu di dalam ruangan.
Kemudian, Lorjo masuk dan membawa kantong jenazah yang berisi putri Lily. Lorjo membuka ruang dimensi, dan melemparkan kantong jenazah itu di hutan kabut.
Lalu, ia menutup portal dimensi itu. Kemudian, ia membuka lagi portal menuju istana Devil.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain,
“Akhirnya mereka pergi juga,” Ucap Echa.
“Kemana kita akan mencarinya lagi?” Tanya Meicha.
“Aku akan menuntun kalian ke hutan ini yang lebih dalam,” Ucap pangeran Lexus.
“Baiklah,” Sahut Angelia.
“Tapi Angelia?” Tanya Echa, ragu.
“Sebaiknya kita jangan mudah percaya dengan dia ini,” Sahut pangeran Virga.
“Terserah kalian, Meicha ikutlah denganku,” Ucap pangeran Lexus.
“Tapi?” Sahut Meicha, bimbang.
“Aku akan ikut dengannya,” Sahut Angelia, melangkah maju.
Pangeran Lexus dan Meicha pun melangkah mengikuti Angelia.
“Baiklah,” Ucap Echa pun ikut melangkah bersama pangeran Virga.
Tiba\-tiba,
“Hihihi”
“Hehehe”
“Suara siapa lagi itu?” Ucap Echa, mendekati Angelia.
‘Sial, mereka pasti sudah mulai menyerang lagi,’ batin pangeran Lexus.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.