
“Baiklah,” Jawab pangeran Virga.
“Pengawal??? Kalian dengar bukan!!! Laksanakan!!!” Tegas pangeran Virga.
Setelah dua jam lamanya, datanglah seorang pengawal.
“Salam yang mulia ratu, salam yang mulia pangeran, kami sudah mendapatkan darah segar satu gentong” Ucap pengawal itu.
“Bawalah masuk,” Perintah pangeran Virga.
Pengawal itu pun pergi dan masuk kembali dengan beberapa pengawal membawa satu gentong darah segar.
‘Bau darah ini. Hmm, nikmat sekali’ batin para pengawal Vampir.
“Taruhlah di sini.” Ucap Echa, menunjuk depan pintu ruangan pengobatan.
Pengawal vampir itu pun menaruhnya dan pergi.
Ctik
Cling
Wuss..
Echa menjentikkan jarinya dan hilang seketika satu gentong tadi.
Para pengawal vampir dan pangeran Virga serta ratu Ariza kaget dengan hal itu.
Dalam ruangan pengobatan,
Cling
Satu gentong tadi terlihat di depan pintu ruangan.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Raja Vilox Argha terbang dan tertutupi darah segar dari satu gentong tadi. Dan,
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya kembali.
Cling
Atap ruangan istana vampir klan Argha terbuka dan sinar mentari masuk menyinari raja Vilox Argha yang masih kejang\-kejang dalam selimut darah segar.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya lagi.
Cling
Cincin bulan milik Angelia mengecil melindungi raja Vilox Argha yang akan di mulai proses menyembuhan dengan sinar matahari.
Sinar\-sinar mulai semakin trik menuju tubuh raja Vilox Argha.
Raja Vilox Argha semakin merintih dan semakin merasakan sakit.
Angelia mencoba menambah sinar Matahari kembali dan,
“Aaaaahhhhhhhh........” Teriak raja Vilox Argha, menerima sinar Matahari yang mematikan bagi kaum vampir.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain,
“Ada apa ini? Panas sekali” Ucap para pengawal vampir.
Ctik
Echa menjentikkan jarinya.
Cling
Wuss..
“Apa yang terjadi?” Tanya pangeran Virga.
“Proses penyembuhan raja vampir akan di mulai” Sahut Echa.
“Bagaimana bisa seperti ini? Akankah?” Ucap ratu Ariza.
“Inilah yang di sebut proses mematikan bagi klan vampir.” Ucap Echa.
Mendengar ucapan Echa, seluruh pengawal vampir dan pangeran Virga serta ratu Ariza kaget dan khawatir.
“Jika proses ini gagal, maka penyembuhan pun gagal.” Tegas Echa.
“Apa????” Ratu Ariza terkejut.
“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya pangeran Virga.
“Kalian waspadalah!! Aku hanya bisa menahan beberapa saat saja” Ucap Echa.
“Apaa????” Ucap pangeran virga dan ratu Ariza serta pengawal vampir.
Keheningan pun mencekam mereka. Kekawatiran dan kewaspadaan mereka meningkat.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain Istana Bulan,
“Kenapa putri Kuning menolongnya ratu?” Tanya putri Hijau.
“Ia tau apa yang harus ia lakukan.” Ucap ratu Reliza.
“Bukankah?? ..” Ucap putri Hijau, belum sempat melanjutkan.
“Suatu saat kau akan tau.” Ucap ratu Reliza.
“????” Putri Hijau.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain hutan ilusi wilayah vampir klan Argha,
Cling
Cling
Cling
Sinar\-sinar matahari mulai menyinari sebagian hutan ilusi. Hutan yang terkena sinar matahari jika itu tanaman akan mati dan jika terkena hewan akan mati dan jika terkena vampir, ia akan mati mengering jika terkena terlalu lama.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Di sisi lain Angelia,
Darah yang menyelimuti raja Vilox Argha mulai menipis terkena sinar matahari. Darah itu masuk ke dalam tubuh raja Vilox menggantikan racun yang menyebar dalam tubuhnya.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Sinar\-sinar matahari mulai menghilang perlahan hingga darah segar yang menyelimuti raja Vilox Argha hilang.
~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.