
Taman surga berada di dalam mension. Di penuhi berbagai macam bunga, buah dan tanaman yang lain. Taman ini sangat subur dan sangat lebat buahnya.
Bahkan bunga-bunga mekar dengan warna yang berbeda dan ada bangku-bangku panjang di setiap sudut taman. Pepohon kecil seperti pohon mangga sangat banyak, dan lain-lain.
Taman ini memiliki air mancur di tengah taman dan kolam ikan di ujung taman. Rumpu-rumput hijau terbentang di mana-mana, tertata dengan rapi.
Perwakilan antar klan keluar menuju ke segala arah.
“Angelia? Meicha? Ayo ke sana!” Ucap Echa, menarik tangan Angelia dan Meicha menuju taman surga.
“Baiklah,” Sahut Meicha, melepas tangan Echa dan berlari sambil menoleh ke Echa dan Angelia.
“Tunggu,” Ucap Angelia, melihat Meicha lari.
“Awaaass” Teriak Echa, melihat Meicha.
Bruuukk
“Aaahh” Teriak Meicha jatuh dalam pelukan seseorang.
Deg deg deg
Detak jantung Meicha seakan terpompa seperti terkejar badai cinta. Meicha dan seseorang itu saling bertatapan satu sama lain.
“Apa kau tak apa?” ucap Echa, datang terburu\-buru.
Meicha pun meronta dan seseorang itu melepaskan pelukannya.
“Maaf” ucap seseorang, lalu pergi karena malu menuju taman surga.
Meicha pun bengong dengan ucapan seseorang itu.
“He’em” Ucap Echa.
“Kalian?? Hehe” Sahut Meicha, cengengesan.
“Bukankah itu pangeran Lexus yang menculikmu dulu?” Tanya Echa.
“Ya,” Jawab Meicha tersenyum.
“Apa aku salah dengar tadi ketika ia mengucapkan maaf?” Tanya Echa, penasaran.
“Tidak,” Jawab Meicha, tersenyum.
“Ingat janjimu Meicha!” Tegas Angelia.
“Hehe, iya.” Sahut Meicha.
“Ayo kita ke taman?” Rewel Echa.
“Ayo??” Tegas Meicha, menarik Angelia.
“Baiklah,” Jawab Angelia, melangkah bersama Echa dan Meicha menuju taman surga.
Di sisi lain taman surga,
‘Dimana kau cantik’ batin pangeran Virga melihat ke sana sini.
“Hahaha, kalian hanya makhluk lemah. Kalian tak pantas makan buah di sini,” Ucap pangeran Vanaya, berdiri memaki putri Lily, putri Zia, pangeran Zio dan putri Rimba.
‘Mereka ini selalu membuat masalah’ batin pangeran Virga.
“Hey?? Kalian!” Tegur pangeran Virga, melangkah ke arah pangeran Vanaya.
Mereka semua menengok pangeran Virga.
“Lihatlah pangeran vampir Argha yang sok suci ini. Hahaha,” Tawa pangeran vanaya mengejek.
“Hahaha” Tawa pangeran Yixer.
“Bos? Kita tanding saja bos?” Ucap pangeran Radoz, menyuruh pangeran Vanaya.
“Aku bosnya. Kalianlah hadapi dia,” Ucap pangeran Vanaya.
“Baiklah bos, hahaha.” Sahut pangeran Radoz.
Pangeran Radoz pun melangkah maju menghampiri pangeran Virga. Pangeran Rados mulai menyerang pangeran Virga dengan kepalanya seakan akan menanduk pangeran Virga.
Duuukk
Pangeran Virga pun tak kalah, ia juga punya kemampuan pertahanannya yang hebat. Pertarungan mereka seimbang. Namun, tiba\-tiba,
Sreeett
Sebuah jarum beracun terbang dan menggores tangan kanan pangeran Virga.
“Uhuk.. Uhuk,” Batuk pangeran Virga, menahan luka di tangan kanannya.
“Hahaha, bagus. Terima kasih bos,” Ucap pangeran Radoz, berdiri melihat pangeran Virga kesakitan.
“Hahaha,” Tawa pangeran Vanaya, Yixer, putri Binca dan putri Kety.
“Apa yang terjadi ini?” Ucap pangeran Zimba, melihat adiknya putri Rimba menangis bersama temannya dan melihat pangeran Vampir terluka.
“Ayo kita pergi?” Ajak pangeran Vanaya, berdiri dan melangkah keluar taman surga.
“Kakak Zimba?” Teriak putri Rimba, berlari ke pelukan pangeran Zimba.
“Kau tak apa adikku?” Tanya pangeran Zimba, balas pelukan adiknya.
“Aku tak apa kakak. Tapi, pangeran vampir itu. Dia menolong kami,” Sahut putri Rimba, melepas pelukan dan menunjuk pangeran Virga.
~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.