
“Tabib? Bagaimana kondisi baginda raja?” Tanya ratu Alne, berdiri di samping pangeran Lexus, dekat tempat tidur raja Xenus.
“Maaf yang mulia ratu, kita harus menyiapkan obat-obatan khusus para vampir yang mulia,” Ucap tabib itu.
“Persiapkan semuanya!” Perintah ratu Alne.
“Maaf yang mulia ratu, kita butuh darah segar dari hewan yang berusia seratus tahun yang mulia,” Ucap tabib itu.
“Ibunda? Izinkan pangeran mencari darah segar itu.” Minta pangeran Lexus.
“Maaf pangeran, izinkan hamba menemani pangeran,” Ucap panglima Zeno.
“Panglima tugasmu menjaga istana, biarkan aku saja.” Ucap pangeran Lexus.
“Pergilah pangeran! Dan bawalah beberapa pengawal.” Ucap ratu Alne.
“Baik ibunda,” Jawab pangeran Lexus, pergi keluar istana membawa beberapa pengawal.
Pangeran Lexus menuju perbatasan vampir klan Argha.
Ctik
Pangeran Lexus menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang milik pangeran Lexus terbang keluar dan memberikan informasi mengenai hewan berusia seratus tahun.
Mata bintang menunjukkan hewan seratus tahun di hutan pengasingan milik istana bulan.
“Pangeran? Kenapa kita kemari?” ucap salah satu pengawal, berdiri di samping kiri pangeran.
“Aku akan pergi ke sungai pelangi.” Sahut pangeran Lexus.
“Bukankah sungai itu milik istana bulan?” Tanya pengawal vampir.
“Di hutan pengasingan sangat banyak hewan berusia seratus tahun!” Tegas pangeran Lexus.
“Lalu? Bagaimana menghadapi klan Argha dan istana bulan?” Tanya pengawal vampir itu.
“Aku punya serbuk tidur untuk para vampir itu. Tapi, untuk berurusan dengan istana bulan, aku akan meminjam kekuatan.” Ucap pangeran Lexus.
“Baik pangeran,” Jawab para pengawal itu.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Pangeran Lexus dan pengawalnya memasuki wilayah vampir klan Argha. Mereka menabur bubuk tidur agar para penjaga tertidur beberapa saat.
Setelah melewati penjaga, pangeran Lexus dan pengawalnya menuju sungai pelangi.
“Apa yang harus kita lakukan pangeran?” Tanya pengawal Vampir.
Ctik
Pangeran Lexus menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang milik pangeran Lexus terbang keluar dan membesar menjadi sebuah tempat terpijak untuk terbang melewati sungai pelangi.
Pangeran Lexus dan para pengawalnya menaiki mata bintang dan,
Wuss..
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain istana bulan,
Ting
Ting
Ting
Bel alarm sungai pelangi menyala, bertanda ada orang asing melintasi sungai pelangi tanpa izin.
“Ada apa ini putri Hijau?” Tanya ratu Reliza, duduk di singgasana.
“Hamba akan mengeceknya yang mulia ratu,” Jawab putri Hijau, berdiri.
“Tunggu!!” Perintah ratu Reliza.
Putri Hijau pun duduk kembali.
Ctik
Ratu Reliza menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang terbang keluar memberikan informasi apa yang terjadi di sungai pelangi.
“Beraninya mereka!! Memasuki wilayah kekuasaanku!!” Ucap ratu Reliza yang geram, berdiri dari duduknya.
“Biarkan putri Hijau yang menuntaskannya yang mulia ratu,” Sahut putri Hijau, berdiri dari duduknya.
“Tugasmu memang menjaga istana ini, tp, belum saatnya kau menghadapinya secara langsung.” Ucap ratu Reliza, kembali duduk di singgasananya.
“Baiklah,” Sahut putri Hijau, duduk kembali.
‘Apa maksud ratu?’ batin putri Hijau.
“Panggillah putri Kuning dan putri Orange untuk menuntaskan tugas ini.” Perintah ratu Reliza.
“Baik yang mulia ratu,” Jawab putri Hijau.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain hutan pengasingan,
‘Bagus sekali, aku dapat menyebrangi sungai itu’ batin pangeran Lexus.
“Kita berpencar!! Cari Hewan sebanyak mungkin!! Hahaha,” Ucap pangeran Lexus dengan tertawa.
"Baik pangeran," Jawab para pengawal vampir.
~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.