
“Kurang ajar!! Serang mereka!!” Perintah pangeran Lexus.
“Baik pangeran,” Sahut pengawal vampir.
Para pengawal vampir menunjukkan taringnya.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Cakram bintang milik Angelia terbang keluar menyerang pengawal vampir.
Craaass
Craaass
Para pengawal vampir itu mati seketika dan jatuh ke tanah.
“Kurang ajar!!” Ucap pangeran Lexus.
Pangeran Lexus pun mengeluarkan bungkusan kecil berwarna hitam dan menaburkannya. Namun, Angelia mampu menghadang serbu itu dengan cincin bintangnya.
Cling
“Pergilah!!” Tegas Angelia.
“Tunggu pembalasanku!!” Ucap pangeran Lexus, melangkah pergi menuju sungai pelangi.
Echa pun turun dari terbangnya, sayapnya otomatis menghilang dan berlari menuju Meicha. Sedangkan, Angelia menjentikkan jarinya.
Ctik
Angin tornado datang membawa para pengawal vampir yang mati terbang menuju istana vampir klan Rizik.
Tiba-tiba, Pangeran Lexus pun ikut terbawa angin tornado hingga ke istana vampir klan Rizik. Bahkan, hewan-hewan yang yang terbius tadi pun ikut terbawa tornado milik Angelia.
“Meicha?? Sadarlah” Ucap Echa.
Angelia pun turun dari terbangnya dan menghilangkan sayapnya.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Mata bintang milik Angelia terbang keluar memberikan informasi mengenai apa yang terjadi dengan Meicha.
Buurr
Angelia menabur tanaman obat, setelah beberapa saat tanaman obat itu tumbuh dengan suburnya. Lalu, Angelia memetiknya dan meletakkannya di hatas hidung Meicha. Setelah beberapa saat, Meicha bangun.
“Apa yang terjadi?” Tanya Meicha, duduk.
“Akhirnya kau bangun Meicha,” Ucap Echa, berjongkok di samping kanan Meicha.
“Kalian??” Ucap Meicha memeluk Echa.
Echa pun membalas pelukannya.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Pintu kayu pondok milik Meicha tinggal pulih kembali seperti sedia kala.
“Mari kita pergi?” Ucap Angelia, melangkah pergi.
“Baiklah,” Sahut Echa, melepas pelukannya.
“Kami harus pergi Meicha. Jaga dirimu.” Ucap Echa, berdiri dan melangkah pergi menyisul Angelia.
Meicha pun masuk kembali dalam pondok dan menyantap makanan yang ia masak tadi.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain istana vampir klan Rizik,
Bruuukk
Bruuukk
Bruuukk
Jatuhnya para pengawal vampir yang mati di depan gerbang istana. Di susul jatuhnya pangeran Lexus dari tornado di atas langit dengan tersungkur. Lalu, Jatuhnya hewan\-hewan terbius ke tanah.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Dalam istana vampir klan Rizik,
Raja Xenus masih terus kejang\-kejang mengeluarkan darah dari tubuhnya, meski sudah tubuhnya terlilit kain. Tiba\-tiba, suara dentuman berbunyi.
“Apa yang terjadi?” Tanya ratu Alne, mendengar suara dentuman.
“Saya akan memeriksanya yang mulia ratu,” Jawab panglima Zeno.
“Pergilah!!” Perintah ratu Alne.
“Baik yang mulia ratu,” Jawab panglima Zeno, melangkah mundur meninggalkan ruang pengobatan.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Di gerbang istana vampir klan Rizik,
“Pangeran?? Apa yang terjadi?” Tanya panglima Zeno, membantu memapah pangeran Lexus.
“Uhuk.. uhuk, bawa aku ke ruang pengobatan,” Ucap pangeran Lexus.
“Baik pangeran Lexus,” Jawab panglima Zeno.
Panglima Zeno memapah pangeran Lexus memasuki istana, dan para pengawal mengurus mayat vampir. Sebagian mengurus hewan\-hewan yang terbius.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di dalam istana,
“Apa yang terjadi?” Tanya ratu Alne, berdiri melihat pangeran Lexus di papah oleh panglima Zeno.
“Bunda? Semua ini karena putri bulan itu.” Ucap pangeran Lexus, terbaring di tempat tidur bersampingan dengan raja Xenus.
“Kurang ajar!!!” Sahut ratu Alne mendekat pangeran Lexus.
"Maaf yang mulia ratu," Ucap tabib istana.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.