
“Lihatlah wasit di antara kita beraksi. Hahahha,” Ucap salah satu pengawal vampir, mengejek.
“Hahaha, hahaha,” Tawa pengawal vampir reseh.
Tiba-tiba,
“Bahagia sekali kalian?? Hahaha,” Ucap pangeran Lexus.
Tiga pengawal vampir yang duduk di batang pohon tumbang berdiri mendengar ucapan pangeran Lexus.
“Maaf pangeran, kami hanya bercanda.” Jawab salah satu pengawal vampir, membalikkan badan menghadap pangeran Lexus.
“Bercanda???” Tegas pangeran Lexus.
Tak ada sahutan.
Para pengawal vampir gemeteran.
“Bercanda, hahaha,” Ucap pangeran Lexus.
“Iya Pangeran,” Jawab pengawal vampir reseh.
“Hmm??” Pangeran Lexus.
“Maaf pangeran,” Ucap salah satu vampir, membungkuk.
“Mana hasil kerja kalian??” Tanya pangeran Lexus.
“?????” Tiga pengawal vampir kebingungan.
“Kalian!!!” Teriak pangeran vampir.
“Maafkan kami pangeran,” Ucap tiga pengawal vampir.
Di sisi lain vampir klan Argha,
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Tubuh raja Vilox Argha turun di tempat tidur dan mengembalikan ruangan pengobatan seperti sedia kala. Angelia pun keluar ruang pengobatan.
Kreeek
Ratu Ariza pun melangkah mendekati Angelia. Melihat Angelia keluar dari ruang pengobatan, Echa menghentikan cincin bulannya dengan menjentikkan jarinya.
Ctik
“Bagaimana keadaan baginda raja kami??” Tanya ratu Ariza.
“Dia akan pulih,” Jawab Angelia.
Mendengar ucapan Angelia, ratu Ariza melangkah memasuki ruang pengobatan.
Kreek
“Baginda?” Panggil ratu Ariza, duduk di pinggir tempat tidur.
‘Apa yang terjadi? Kenapa baginda belum sadar juga’ batin ratu Ariza.
Pangeran Virga pun memasuki ruang pengobatan dan berdiri di sisi Ibundanya.
“Bagaimana keadaan ayahanda, ibunda?” Tanya pangeran Virga.
“Baginda belum sadar,” Jawab ratu Ariza.
Angelia dan Echa pun memasuki ruang pengobatan.
“Ia akan sadar beberapa menit lagi. Siapkan darah segar sebanyak mungkin. Saat sadar ia akan sangat buas akan darah” Ucap Angelia.
“Kalian keluarlah!! jangan memasuki ruangan ini sebelum raja Vilox meminum darah segar itu” Tegas Angelia.
“Apa yang terjadi?” Tanya ratu Ariza khawatir.
“Jika raja klan Argha tak segera minum darah sebanyak mungkin, ia akan meminum darah vampir lainnya” Ucap Angelia, menjelaskan.
“Apa??” Ratu Ariza dan pangeran Virga tersentak.
“Taruhlah darah itu nanti dalam depan ruangan ini. Raja klan Argha akan keluar dan meminumnya” Perintah Angelia.
“Baiklah,” Sahut ratu Ariza.
“Mari kita pergi?” Ucap Angelia mengajak Echa.
“Kalian akan pergi?” Tanya pangeran Virga.
Tak ada sahutan.
“Kami ucapkan terima kasih untuk para putri istana bulan sudah mau menolong raja kami,” Ucap ratu Ariza, berdiri menghadap Angelia dan Echa.
“Kami undur diri ratu,” Ucap Angelia dan Echa.
Angelia dan Echa pun melangkah pergi keluar istana vampir klan Argha.
“Tunggu!!” Ucap pangeran Virga.
Angelia dan Echa pun berhenti.
“Aku akan mengantar kalian,” Ucap pangeran Virga.
Tak ada sahutan.
Angelia dan Echa pun melangkah pergi kembali, di ikuti pangeran Virga.
Setelah keluar gerbang istana, Angelia dan Echa terbang menuju sungai pelangi dengan sayap indahnya. Di ikuti pangeran Virga terbang dengan sayap kekelawarnya yang panjang.
Sampailah mereka di sungai pelangi.
Ting
Tiba\-tiba, Angelia mendapat pesan batin dari putri Hijau atau Lexia.
“Pergilah ke hutan pengasingan dan tangkaplah penyusup” Isi pesan putri Hijau.
“Ada apa?“ Tanya Echa, menoleh ke Angelia.
“Ada sesuatu yang harus kita selidiki,” Jawab Angelia.
“Pergilah kalian dan terima kasih. Kami vampir klan Argha tak akan melupakan jasa kalian,” Ucap pangeran Virga, curi pandang dengan Angelia.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.