
Setelah perang seratus tahun yang lalu, selain membentuk senjata yang mematikan, seluruh klan di seluruh alam semesta membentuk suatu perkumpulan antar klan dan terbentuklah persatuan klan.
Persatuan klan, terletak di hutan terlarang, tepatnya di hutan bagian tengah perbatasan antar tiap klan. Hutan terlarang memiliki pepohonan yang lumayan rimbun dan banyak binatang buasnya.
Pintu masuk ke hutan terlarang hanya satu, meskipun hutan ini terletak di perbatasan tiap klan. Pintu itu terletak di hutan kabut.
Persatuan antar klan membuat sebuah Mension yang terletak di tengah hutan terlarang. Mension ini adalah nantinya tempat para perwakilan antar klan saling mengenal, rukun dan belajar, agar terciptalah perdamaian seluruh alam semesta.
Istana bulan,
Kepak
Kepak
Suara burung merpati terbang masuk ke dalam istana bulan membawa sepucuk surat di kakinya. Lalu, burung itu hinggap di jendela aula istana.
Kemudian, putri Hijau berdiri dari duduknya di sebelah kiri ratu Reliza menuju jendela, yang terdapat burung merpati dan mengambil surat itu dan melepaskan burung merpati itu terbang keluar istana.
Putri Hijau melangkah menuju ratu Reliza dan memberikan surat itu kepadanya. Lalu, ratu Reliza pun membacanya.
Setelah beberapa saat,
“Putri Kuning, putri Orange dan putri Biru? Kalian akan mengikuti persatuan antar klan di hutan terlarang” Perintah ratu Reliza.
“Baik yang mulia ratu,” Jawab putri Kuning dan putri Orange, duduk di samping kanan ratu Reliza.
“Putri Hijau??” Panggil ratu Reliza.
“Ya, yang mulia ratu,” Jawab putri Hijau.
“Bebaskanlah putri Biru dan bawalah kemari!!” Perintah ratu Reliza.
“Baik yang mulia ratu,” Jawab putri Hijau.
Putri Hijau pun melangkah keluar aula istana, terbang turun ke hutan pengasingan.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~
Di sisi lain vampir klan Argha,
Jleb
Suara anak panah menancap salah satu tubuh pengawal vampir yang di gerbang istana.
Lalu, para pengawal vampir yang lain mengambil anak panah itu dan membawanya masuk ke aula istana.
“Lapor yang mulia raja,” Ucap pengawal vampir membawa anak panah beserta surat yang di tali di anak panah itu.
“Bicaralah,” Ucap raja Vilox.
“Ada seseorang yang menyerang salah satu pengawal dengan anak panah ini yang mulia raja,” Ucap pengawal itu, menunjukkan anak panah yang di bawanya.
Lalu, panglima Zexi berdiri dari duduknya di samping kiri pangeran Virga dan mengambil anak panah itu. Lalu, mengambil surat yang tertali di anak panah itu.
Kemudian, panglima Zexi menyerahkan surat itu kepada raja Vilox, raja Vilox pun membacanya.
“Pangeran??” Panggil raja Vilox.
“Ya ayahanda,” Jawab pangeran Virga, duduk di samping kiri raja Vilox.
“Pergilah ke hutan terlarang untuk mengikuti persatuan klan dan bawalah surat ini.” Ucap raja Vilox, menyerahkan surat tadi.
“Baik ayahanda,” Jawab pangeran Virga, pangeran Virga mengambil surat tadi.
Pangeran Virga pun pergi keluar istana menuju hutan terlarang dengan terbang menggunakan sayap kekelawarnya yang panjang melewati hutan kabut.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain vampir klan Rizik,
Ting
Suara anak panah yang hampir mengenai raja Xenus yang duduk di singgasananya. Anak panah itu melesat mengenai sandaran singgasana raja Xenus dan jatuh ke pundak raja Xenus. Anak panah itu membawa sebuah surat yang menempel dengan tali. Lalu, Raja Xenus mengambilnya dan menarik surat itu dan membacanya.
“Pangeran Xenus?” Panggil raja Xenus.
“Ya ayahanda,” Jawab pangeran Lexus, duduk di samping kiri raja Xenus.
“Ikutlah persatuan klan di hutan terlarang dan bawa surat ini.” Ucap raja Xenus, menyerahkan surat tadi.
“Tentu ayahanda,” Jawab pangeran Lexus, mengambil surat itu.
Pangeran Lexus pun pergi keluar istana menuju hutan ilusi dengan sayapnya kekelawar yang lebih pendek melewati hutan kabut.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Di sisi lain hutan pengasingan,
Putri Hijau sampai di pondok putri Biru atau Meicha dan menghilangkan sayapnya. Putri Hijau pun melihat putri Biru yang sedang menyirami bunga di depan pondoknya.
“Putri Biru?” Panggil putri Hijau.
“Ya,” Sahut putri Biru, menoleh ke sumber suara yang memanggilnya.
“Ikutlah aku ke istana bulan,” Ucap putri Hijau.
“Baiklah,” Jawab putri Biru, meletakkan alat siramnya.
‘Ada apa ini?’ batin putri Biru.
Putri Hijau pun terbang dengan sayapnya, di ikuti putri Biru. Setelah beberapa saat, mereka sampailah di Istana Bulan. Putri Hijau pun membawa putri Biru ke kamar putri Biru.
“Bersiaplah. Kau akan pergi bersama putri Kuning dan putri Orange.” Ucap putri Hijau.
Putri Biru pun mengangguk.
Lalu, putri Hijau pun melangkah pergi dan putri Biru masuk ke kamarnya bersiap diri.
Tok
Tok
Suara ketokan pintu kamar.
“Masuk” Ucap putri Biru.
Kreeekk
Suara pintu terbuka.
“Apakah kau sudah bersiap Meicha?” Tanya putri Orange atau Echa, melangkah masuk.
Putri Kuning atau Angelia pun masuk di belakang putri Orange.
“Kalian??” Teriak putri Biru, berdiri dan lari memeluk putri Orange dan putri Kuning secara bergantian.
“Ayo kita pergi?” Ucap putri Kuning.
“Baiklah,” Sahut putri Orange dan putri Biru.
Mereka pun terbang keluar istana bulan menuju hutan terlarang dan melewati hutan kabut.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.