Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Bertemu Klan Vampir



“Hahahaha” Tawanya menggema di udara.


“Kalian bunuhlah dia!!” Ucap salah satu vampir.


“Baik pangeran Lexus,” Jawab pengawalnya dan menunduk.


Pangeran Lexus pun pergi dengan tertawa.


“Hahaha, .. .. ” Tawa pangeran Lexus yang hampir hilang dari pendengaran.


“Hahaha, .. ..” Tawa empat vampir menggema kembali.


“Habisi dia!!!” Ucap salah satu pengawal itu.


Ctik


Angelia menjentikkan jarinya.


Wuss..


Cakram bintang milik Angelia keluar dan terbang mengganda tanpa terlihat dan mengenai mereka para pengawal vampir itu.


Jleb, jleb, jleb, sreet..


Bruk, bruk, bruk,


Tiga vampir jatuh seketika. Salah satu pengawal vampir itu masih bisa berdiri dengan luka di dadanya. Melihat pengawal lainnya mati seketika dengan cakram bintang menancap di jantungnya, ia pun geram.


“Uhuk.. Uhuk, siapa itu? Keluarlah, hadapi aku!!” Ucap Pengawal itu yang selamat dari cakram bintang milik Angelia.


Angelia pun terbang dengan sayapnya dan turun mendekati vampir itu. Di ikuti dengan Echa di belakangnya, turun dengan anggun, seperti bidadari turun dari langit.


“Siapa kau? Jangan ikut campur urusanku!!” Ancam pengawal vampir Itu, menunjukkan taringnya.


Tak ada sahutan.


“Kau bisu!! Hahaha, majulah kalian!! Akan ku hisap habis darah segarmu, hahaha” Ucap pengawal vampir, yang masih menahan sakit di dadanya yang tergores cakram bintang milik Angelia.


Tak ada sahutan.




“Akulah yang akan mengadapimu,” ucap Angelia.



Mendengar ucapan Angelia, Echa pun mundur beberapa langkah untuk memberi ruang Angelia bertarung dengan pengawal vampir itu.



“Sombong!!” Ucap pengawal vampir itu.



Pengawal Vampir itu pun mulai menyerang. Namun, Angelia menghentikannya dengan menjentikkan jarinya kembali. Echa yang berdiri hanya bisa menyaksikannya.



Ctik



Cling



Wuss..



Cakram bintang milik Angelia terbang menganda menyerang pengawal vampir itu.



Jleb, jleb, jleb, sreet..



“Uhuk.. Uhuk,” Batuk pengawal vampir itu.



“Siapa kalian sebenarnya? Uhuk.. Uhuk,” Ucapnya pengawal vampir itu.



Bruk..



Tubuh vampir itu jatuh seketika. Pengawal vampir itu mati dengan tiga cakram menembus badannya dari samping kiri, kanan dan belakangnya. Sedangkan, pengawal itu sibuk menghindari satu cakram bintang di depannya, hingga ia tak menyadari bahwa ada empat cakram bintang yang mengincarnya.



Angelia melangkah mendekati vampir yang terluka di hajar oleh lima vampir tadi. Vampir itu tergeletak di tanah, hanya bisa sedikit bergerak, karena luka pada tubuhnya cukup parah, bahkan iya sempat muntah darah.



“Uhuk.. Uhuk,”



Vampir itu mencoba memulihkan kekuatannya. Namun, lukanya tak kunjung sembuh seperti ada racun yang menyumbat proses penyembuhannya.




Tak ada sahutan.



“Jangan men\-de\-kat” Ucap vampir itu lagi.



Tak ada sahutan.



“Si\-apa kau Put\-ri?” Tanya vampir yang terluka itu.



Tak ada sahutan.



Echa mulai mendekati Angelia yang berdiri di depan vampir itu. Lalu, Angelia menjentikkan jarinya untuk melihat luka vampir itu.



Ctik



Cling



Mata bintang milik Angelia pun muncul dan memperlihatkan luka dan obat penyembuhnya.



“Apa yang akan kau lakukan?” Ucap Echa, melihat Angelia menggunakan mata bintang.



“Mengobatinya” Jawab Angelia.



“???” Echa bingung.



Angelia mulai menaruh biji tanaman obat di tanah, agar cepat tumbuh. Setelah beberapa saat, tanaman obat itu tumbuh subur. Angelia pun memetik beberapa daun obat, lalu di tumbuk dengan batu dan di oleskan ke vampir itu.



Saat obat itu di oleskan di seluruh tubuh vampir itu, vampir itu sempat menunjukkan taringnya.



Namun, Angelia tetap tenang mengoleskan obatnya dengan menekan obat itu kuat\-kuat di tubuh vampir itu. Dan lagi\-lagi, vampir itu menunjukkan taringnya.



“Tahanlah” Ucap Angelia.



Setelah mengoles obat, Angelia menjentikkan jarinya.



Ctik



Curr



Angelia membasuh tangannya dengan air yang keluar dari dalam tanah dan melangkah mendekati batang pohon tumbang di dekat vampir itu untuk duduk. Echa yang melihat Angelia duduk, mengikuti duduk di sampingnya.



Lima menit berlalu, luka di sekujur tubuh vampir itu menghilang. Dia juga bisa berdiri dan mengubah pakaiannya yang koyak karena bertarung tadi menjadi layaknya seorang pangeran yang tampan dan gagah. Lalu, ia mendekati Angelia dan Echa.



“Virga Argha, pangeran vampir klan Argha, Terima kasih atas pertolongannya. Apakah ada yang dapat saya bantu untuk membalas budi kalian? Dan siapa kalian?” Ucap vampir itu, membungkuk.



Tak ada sahutan.



Angelia berdiri dari duduknya dan melangkah menuju arah timur laut. Echa pun bergegas melangkah mengikuti Angelia dari belakang.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.