Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Sungai Pelangi



“Putri istana bulan” Teriak pangeran Virga.


Tak ada sahutan.


‘Haruskah aku ke hutan pengasingan? Sungai pelangi bukanlah sungai biasa. Sungai ini adalah gerbang istana bulan' batin pangeran Virga.


“Putri istana langit??? Putri Meicha??” Teriak pangeran Virga.


Tak ada sahutan.




“Putri Hijau? Turunlah, apakah seseorang itu yang menculik putri Biru” Ucap ratu Reliza, melihat mata bintang di singgasananya.



“Baik ratu, putri Hijau tak mengetahui itu ratu.” Jawab putri Hijau, duduk di samping kiri ratu Reliza.



“Turunlah,” Perintah ratu Reliza.



“Baik ratu,” Jawab putri Hijau, berdiri dan melangkah pergi.



Putri Hijau pun turun ke sungai pelangi.



“Maaf yang mulia ratu, kami putri Orange dan putri Kuning mengenalnya,” Ucap putri Orange, duduk di samping kanan putri Kuning.



“Siapa dia?” Tanya ratu Reliza.



“Dia pangeran vampir klan Arga. Kami bertemu dengannya saat kami penyelamatkan putri Biru” Jawab putri Orange.



“Ku peringatkan kalian!! Kita putri bulan tidak di perbolehkan menjalin suatu hubungan pernikahan dengan klan mana pun.” Tegas ratu Reliza.



“Baik ratu,” Ucap putri Orange dan putri Kuning.



“Ingatlah!! Janji kalian ini.” Tegas ratu Reliza.



“Baik ratu,” Jawab putri Orange dan putri Kuning.



Di sisi lain,



“Siapa kau?? Apa maumu??” Tanya putri Hijau kepada pangeran Virga, turun dari istana bulan dengan sayapnya.



“Siapa kamu? Dimana putri yang bernama Meicha? Dan putri yang lain?” Tanya pangeran Virga, berdiri di dekat sungai pelangi.



“Aku adalah putri Hijau, penjaga istana bulan. Apa maksudmu?? Apakah kau pangeran vampir yang menculik putri Biru?” Tanya putri Hijau.



‘Putri biru? Oiya, kata ibunda, putri bulan memiliki identitas berupa warna’ batin pangeran Virga.



“Lalu, di mana putri kuning?” Tanya pangeran Virga.



“Apa urusanmu mencarinya?” Sahut putri Hijau.



“Aku ada urusan dengannya,” Ucap pangeran Virga.



“Apa urusanmu dengannya?” Tanya putri Hijau.



“Aku hanya perlu menemuinya!” Tegas pangeran Virga.



Tak ada sahutan.




~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



“Salam ratu, putri Hijau melapor,” Ucap putri Hijau.



“Ada apa putri Hijau?” Tanya ratu Reliza.



“Dia adalah pangeran vampir klan Argha. Dia datang ke sungai pelangi mencari putri Kuning yang mulia ratu,” Jawab putri Hijau.



“Duduklah,” Perintah ratu Reliza.



Putri Hijau pun duduk di samping kiri ratu Reliza.



“Kalian putri Orange dan putri Kuning? Ku perintahkan kalian, selesaikan urusan kalian.” Perintah ratu Reliza.



“Baik ratu,” Jawab putri Orange dan putri Kuning.



Putri Kuning dan putri Orange berdiri dan melangkah pergi meninggalkan aula istana bulan. Mereka terbang turun menuju sungai pelangi.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



“Apa yang membuatmu datang kemari?” Tanya putri Orange atau Echa, terbang turun dengan anggunnya.



Tak ada sahutan.



‘Begitu cantiknya putri Kuning’ batin pangeran Virga, memandangnya.



“Apa yang membuatmu mencari kami?” Tanya putri Orange kembali, berdiri di depan pangeran Virga.



Tak ada sahutan.



“???” Putri Orange pun bingung.



“Apa urusanmu kemari?!!” Tegas putri Kuning atau Angelia.



“E.. Bisakah kalian mengikutiku?” Ucap pangeran Virga.



“Untuk apa kami mengikutimu?” Tanya Echa.



“Kami para vampir klan Argha sangat membutuhkan bantuan kalian.” Ucap pangeran Virga.



Echa dan Angelia pun saling bertatapan.



“Apakah kalian mau membantu kami?” Tanya pangeran Virga.



Tak ada sahutan.



"Kami mohon," Ucap pangeran Virga.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.