
Istana bulan,
“Maaf Ratu,” Ucap putri Hijau, duduk samping kiri ratu Reliza.
“Ada apa putri Hijau?” Tanya ratu Reliza, duduk di singgasana.
“Kenapa yang mulia ratu, memberi kebebasan untuk putri Kuning?” Tanya putri Hijau.
Tak ada sahutan.
Di sisi vampir klan Argha,
“Bisakah kau mengikutiku?” Ucap pangeran Virga, pergi melangkah ke taman belakang istana.
Angelia pun mengikuti pangeran Virga, dan sampailah di taman belakang istana. Terlihat banyak sekali bunga bermekaran dan kupu\-kupu bertebaran, ada kursi panjang di dekat air mancur, terdapat pula kolam ikan.
Para pengawal vampir pun hanya di sekitar istana, karena taman ini khusus milik anggota kerajaan.
“Angelia?” Panggil pangeran Virga, berdiri memandang Angelia.
Angelia pun memandang pangeran Virga.
“Bisakah kita lebih dekat lagi?” Tanya pangeran Virga.
Tak ada sahutan.
Angin pun berhembus, membuat rambut dan selendang Angelia terbang ke segala arah.
“Angelia?” Panggil pangeran Virga, dengan nada rendah.
Angelia pun melangkah menuju bunga\-bunga yang di hinggapi kupu\-kupu.
“Apakah kau tau pangeran? Atas pertanyaanmu itu?” Tanya Angelia, memegang bunga mawar putih.
Pangeran Virga pun mendekati Angelia.
“Aku tahu benar Angelia,” Jawab pangeran Virga.
Lalu, Angelia memandang pangeran Virga, dan memberikan setangkai bunga mawar putih. Kemudian, Angelia kembali ke aula istana.
“Nikmati perjamuannya, saya permisi dulu” Ucap ratu Ariza, melangkah pergi ke tempat duduknya.
Tiba\-tiba, ada dua orang masuk ke aula istana.
“Senang bertemu dengan yang mulia raja dan ratu,” Ucap dewi Grasela, membungkuk.
“Senang bertemu dengan kalian dewa dan dewi,” Ucap raja Vilox beserta ratu Ariza.
“Baiklah, silahkan menikmati pesta ini, sebelah sini” Ucap ratu Ariza, menunjukkan jalan ke tempat perjamuan khusus.
Ratu Ariza pun kembali ke tempat duduknya. Sedangkan dewa Antonio dan dewi Grasela bertemu Echa dan Meicha.
“Senang bertemu denganmu putri Echa dan putri Meicha” Ucap dewa Antonio, membungkuk.
“Senang bertemu denganmu dewa dan dewi” Ucap Echa dan Meicha.
Lalu, Angelia datang menghampiri.
“Senang bertemu denganmu dewa Antonio dan dewi Grasela” Ucap Angelia, membungkuk.
“Senang bertemu denganmu Angelia,” sahut dewa dan dewi, membungkuk.
Semua yang ada dalam aula pesta, sedang menikmati acara. Namun, berbeda dengan pangeran Virga, yang masih duduk di kursi panjang dekat air mancur.
Angelia, Echa dan Meicha undur diri untuk kembali ke istana bulan. Dewa dan dewi pun juga mohon undur diri.
Pangeran Virga pun melihat Angelia dari kejauhan.
‘Aku menginginkanmu Angelia, aku akan semakin kuat untuk mendapatkanmu’ batin pangeran Virga.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Istana bulan,
“Semuanya sudah hadir, baiklah akan aku mulai semuanya di sini” Ucap ratu Reliza.
“Seratus yang lalu, terjadi peperangan dengan kerajaan hutan kabut yaitu kerajaan Devil, kejahatan marak dimana\-mana, peperangan sering terjadi, bahkan klan vampir terbelah menjadi dua. Pemimpin klan yang ada di alam semesta berkumpul dan meminta petunjuk kepada dewa bumi dan dewi langit, dan terbentuklah persatuan klan. Persatuan klan, hanya di gunakan untuk menjaga kedamaian alam semesta. Namun, sebelum berjalan lancar pembentukan klan, para raja dan ratu setiap klan membentuk senjata untuk memusnahkan alam semesta ini, jika kejahatan benar\-benar sudah tak bisa di selamatkan. Senjata itu ialah putri Kuning, dan serpihan\-serpihan cahaya yang keluar membentuklah putri Orange, saat semua raja dan ratu sibuk mengurus mereka berdua, ternyata masih ada cahaya yang masih ada, hingga terciptalah putri Biru. Namun, mereka harus di sembunyikan, hingga saat ini di istana langit. Sebelum mereka ke istana ini, aku menciptakan kamu untuk menjadi penjaga istana bulan ini. Dulunya aku ini juga sepertimu putri Hijau. Persatuan klan, kini sudah tak aman lagi untuk alam semesta. Kalian tak boleh terlalu mencolok, terutama kamu putri Kuning” Ucap ratu Reliza.
“Baik yang mulia ratu,” Ucap putri istana bulan.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.