Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Perjamuan




Istana bulan,



“Putri Kuning?” Panggil putri Orange atau Echa, mendekati Angelia.



“Ada apa?” Jawab Putri Kuning atau Angelia, duduk di taman istana bulan.



“Apa yang lakukan di sini??” Tanya putri Orange, berdiri di samping kursi panjang.



Tak ada sahutan.



“Apakah ada sesuatu yang mengganjal fikiranmu?” Tanya putri Orange, duduk di samping putri Kuning.



“Hmm” Sahut putri Kuning.



“Apakah itu pangeran Virga?” Tanya putri Orange.



Tak ada sahutan.



“Apakah benar? Ucapanku tadi?” Tanya putri Orange lagi.



“Apa yang kau ucapkan?” Tanya putri Kuning.



“Sudahlah, jika kau masih merahasiakannya.” Ucap putri Orange, melangkah pergi.



Tak ada sahutan.



Putri Orange pun menoleh ke belakang, melihat Angelia yang tengah duduk sendirian.



‘Aku tau Angelia, bebanmu memang berat, jika aku di posisimu, mungkin aku juga melakukan hal yang sama’ batin putri Orange.



Putri Orange pun duduk di dekat istana, dan memandang putri Kuning.



“Apa yang membuatmu melamun?” Tanya putri Biru atau Meicha.



“Rupanya kamu Putri Biru, huh,” Sahut putri Orange kaget.



“Dari tadi, ku perhatian melihat putri Kuning terus, apa yang terjadi?” Tanya putri Biru.



“Entahlah,” Sahut putri Orange.



“Maaf, putri Orange dan Putri Biru,” Ucap dayang istana, datang tiba\-tiba.



“Ada apa?” Tanya putri Biru, menoleh.



“Di harapkan Putri\-putri ke tempat perjamuan makan.” Ucap dayang itu.



“Baiklah, pergilah,” Sahut putri Orange.



“Baik Putri,” Jawab dayang itu, membungkuk.



Dayang itu pun pergi ke dalam Istana.



Putri Orange pun menarik tangan putri Biru, melangkah menuju putri Kuning.




Melihat ada suara langkah, putri Kuning pun menengok.



“Apa yang membuat kalian kemari?” Tanya putri Kuning.



“Ada perjamuan, kami ingin pergi bersamamu” Ucap putri Orange, berdiri di depan putri Kuning.



“Baiklah,” Jawab putri Kuning, berdiri dan melangkah ke ruang perjamuan.



Putri Orange dan putri Biru pun melangkah mengikuti putri Kuning.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



Ruang perjamuan,



Ruang perjamuan, terdapat satu meja besar di tengah ruangan, terdapat lima kursi, empat kursi saling berhadapan dan satu kursi khusus untuk ratu Reliza.



Putri Kuning, putri Orange dan putri Biru masuk ke ruang perjamuan. Lalu, mereka duduk di kursi masing\-masing.



Putri Kuning dan putri Orange duduk bersebelahan. Sedangkan, putri Biru duduk berhadapan dengan putri Orange.



Tak lama setelah mereka duduk, ratu Reliza dan putri Hijau masuk ke ruang perjamuan.



“Maaf, jika sudah menunggu lama para Putri cantik” Ucap ratu Reliza, memeluk satu persatu putri istana bulan kecuali putri Hijau.



Putri Kuning, putri Orange dan putri Biru pun berdiri dan mendekat saat ratu Reliza masuk.



Mereka pun seusai berpelukan, saling tersenyum dan melangkah untuk duduk di kursi masing\-masing.



Putri Biru duduk berhadapan dengan putri Kuning. Sedangkan, ratu Reliza duduk di kursinya.



Kemudian, para dayang istana bulan membawa semua menu makanan dan minuman untuk perjamuan khas bagi putri bulan. Piring dan sendok, serta garpu pun sudah terletak di atas meja.



“Mari kita santap perjamuannya,” Ucap ratu Reliza, tersenyum.



Para putri istana bulan pun membalas dengan senyuman, dan mulai mengambil menu makanan kesukaan mereka masing\-masing.



‘Wah.. Nikmat sekali ayam tanpa tulang ini’ batin putri Orange.



‘Wah.. Lezat sekali ayam bakarnya’ batin putri Biru.



‘Rasa ini sungguh anugrah terindah’ batin putri Kuning.



‘Mereka sangat lahap sekali? Memang lezat ayam kodok ini’ batin putri Hijau.



“Ayo nikmati hidangannya,” Ucap ratu Reliza, mengambil hidangan lagi.



“Baik Ratu,” Ucap putri Orange, bersemangat.



Mereka pun makan dengan lahap, dan setelah selesai, mereka pun kembali ke kamar mereka masing\-masing.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.