
Istana vampir klan Argha,
Para tamu undangan sudah memenuhi ruang aula istana. Raja Vilox duduk di singgasananya dan juga ratu Ariza duduk di sebelah kirinya.
“Salam yang mulia raja Vilox Argha, saya mewakili para pengawal Argha, selamat atas kesembuhan yang mulia raja,” Ucap panglima Zeno, membungkuk.
“Terima kasih panglima, berkat bantuanmu dan juga para pengawal Argha, istana klan Argha masih berjaya sampai saat ini,” Ucap raja Vilox.
“Kesembuhan yang mulia raja sangat penting untuk kami vampir klan Argha,” Sahut panglima Zeno, berdiri di tengah-tengah aula.
“Hidup yang mulia raja Vilox Argha,” Ucap para pengawal vampir sampai berulang kali.
“Terima kasih, pesta di mulai,” Ucap raja Vilox.
“Tunggu baginda?” Ucap ratu Ariza.
“Ada apa ratu?” Tanya raja Vilox.
“Pangeran belum hadir,” Ucap ratu Ariza.
“Dimana pangeran, panglima?” Tanya raja Vilox, berdiri.
“Aku di sini ayahanda,” Sahut pangeran Virga, melangkah masuk aula.
“Kemana saja kau pangeran?” Tanya ratu Ariza, berdiri.
“Maaf ibunda, hamba perlu bersiap diri. Bukankah pangeran sudah di sini?” Jawab pangeran Virga.
“Baiklah, pesta di mulai,” Ucap raja Vilox, duduk kembali.
“Hidup yang mulia raja,” Ucap para pengawal vampir.
“Tunggu” Sahut ratu Ariza, duduk kembali.
Para pengawal vampir pun terdiam.
“Ada apa ratu?” Tanya raja Vilox.
“Ada apa ibunda? Bukankah pangeran sudah ada di sini?” Sahut pangeran Virga.
“Bukankah masih ada satu tamu lagi?” Ucap ratu Ariza.
“Siapakah itu ibunda?” Tanya pangeran Virga.
Tiba-tiba ada tiga putri datang menghadap.
“Maaf atas keterlambatan kami, raja Vilox dan ratu Ariza,” Ucap Angelia, membungkuk.
“Senang bertemu dengan kalian putri istana bulan,” Ucap raja Vilox.
“Senang bertemu denganmu raja dan ratu,” Ucap Angelia, Echa dan Meicha membungkuk.
“Akhirnya kalian datang juga,” Ucap ratu Ariza, mendekati Angelia.
“Baiklah, pesta di mulai,” Ucap raja Vilox.
“Hidup yang mulia raja,” Sahut para pengawal vampir.
“Terima kasih atas bantuan kalian,” Ucap ratu Ariza, berdiri.
"Senang bisa membantu yang mulia raja," Jawab Echa.
‘Cantik sekali putri Angelia ini, bahkan pangeran Virga yang dingin sekali dengan putri yang lain, dapat di luluhkan olehnya’ batin ratu Ariza.
“Silahkan,” Ucap ratu Ariza, menawarkan minuman di nampan yang di pegang pengawalnya.
Angelia, Echa dan Meicha mengambil satu gelas minuman jus buah. Ratu Ariza pun juga mengambilnya.
“Senang bertemu dengan kalian para putri istana bulan,” Ucap pangeran Virga, menghampiri.
“Senang bertemu denganmu pangeran,” Jawab Angelia, Echa dan Meicha.
“Nikmatilah pesta ini, semua ini berkat kalian” Ucap pangeran Virga.
“Baiklah,” Jawab Echa.
“Kemarilah, nikmati hidangan khusus untuk kalian,” Ajak ratu Ariza, menarik Echa dan Meicha.
“Angelia?” panggil Echa.
“Pergilah, tapi ingat batasanmu.” Jawab Angelia.
Echa dan Meicha pun ikut bersama ratu Ariza menuju meja khusus tamu istana bulan, yang berisi kue dan minuman jus buah yang beraneka ragam.
“Apa kau menikmatinya Angelia?” Tanya pangeran Virga, tersenyum.
“Ya,” Jawab Angelia.
“Apakah penyelamatku menikmati pesta?” Tanya raja Vilox, tiba-tiba datang.
Angelia pun membalas dengan senyuman.
‘Ayahanda? Ku mohon, jangan menganggu kesempatan pangeran’ batin pangeran Virga.
“Baiklah, jika kau menikmatinya,” Ucap raja Vilox, melangkah pergi ke singgasananya.
‘Terima kasih ayahanda’ batin pangeran Virga.
Di sisi lain vampir klan Rizik,
“Selamat raja Xenus, kau berhasil sembuh dari mautmu” Ucap pangeran Vanaya, berdiri.
“Terima kasih pangeran Vanaya” Sahut raja Xenus, duduk di singgasana.
Tak ada sahutan.
“Apa urusannya denganmu?” Tanya pangeran Vanaya, duduk di kiri dengan pengawalnya yang tak kasat mata.
‘Kurang ajar!! Jika bukan kerjasama aku sudah mengusirnya’ batin raja Xenus.
“Apakah raja Devil akan kemari?” Tanya raja Xenus.
“Bukankah aku sudah kemari? Aku juga calon raja di masa depan!” Tegas pangeran Vanaya.
“Hey?? Kenapa kau seenaknya mencaci di istanaku?” Tanya pangeran Lexus.
“Wah, wah, kau punya nyali juga pangeran Lexus?” Tanya pangeran Vanaya.
“Brengsekk!!” Sahut pangeran Lexus, mendekati pangeran Vanaya.
“Cukup!!!” Ucap raja Xenus.
Pangeran Lexus pun berhenti.
'Pangeran, tolong jaga sikapmu' batin panglima Zeno, menahan pangeran Lexus.
“Tapi ayahanda?” Ucap pangeran Lexus.
“Kembalilah Pangeran,” Sahut raja xenus.
Pangeran Lexus pun duduk kembali bersama panglima Zeno.
“Hahaha, bahkan kau tak mampu menghadapi ayahmu?? Hahaha,” Ucap pangeran Vanaya.
“Maafkan putraku pangeran Vanaya?” Ucap raja Xenus.
“Bahkan ayahmu dan meminta maaf untuk seorang pangeran sepertimu??? Hahaha,” Ucap pangeran Vanaya, berdiri dan pergi ke luar istana.
“Ayahanda? Kenapa ayahanda melakukannya?” Tanya pangeran Lexus.
“Bukankah kau tau pangeran?” Tanya raja Xenus.
“Sudahlah, kita lanjutkan pestanya.” Sahut ratu Alne.
“Baiklah, mari kita lanjutkan pestanya,” Ucap raja Xenus.
“Hidup yang mulia raja,” Ucap para pengawal vampir berulang kali.
“Minumannya pangeran?” Tanya seorang pengawal.
“Baiklah,” Jawab pangeran Lexus, mengabil satu gelas minuman merah.
Pangeran Lexus pun meminumnya. ‘Nikmat sekali darah ini’ batin pangeran Lexus, hingga membuatnya ketagihan.
Pangeran Lexus pun meminta darah lagi, lagi dan lagi. Raja Xenus pun tak kalah, ia meminum lima gelas darah segar. Sedangkan, Ratu Alne hanya meminum segelas jus buah.
Para pengawal vampir pun asik bercanda tawa dengan meminum darah segar, hingga taring\-taring mereka keluar, tanda mereka masih haus darah.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.