
Tok.. Tok..
“Masuk” Sahut putri Biru.
Kreeekk
Seseorang pun masuk.
“Maaf putri, putri Hijau sudah menunggu di gerbang istana. Putri di harapkan segera menemuinya.” Ucap dayang istana.
“Baik. Pergilah,” Ucap putri Biru.
Dayang itu pun pergi dari kamar putri Biru.
“Apakah kau baik saja?” Tanya putri Orange.
“Aku baik saja. Cuma sayang sekali, kita bakal jarang bertemu. Maaf ya?” Ucap putri Biru.
“Kita akan menunggumu,” Sahut putri Kuning.
“Baiklah, aku harus menemui putri Hijau” Ucap putri Biru.
Mereka pun pergi menemui putri Hijau di gerbang istana bulan.
“Maaf putri Hijau sedikit terlambat,” Ucap putri Biru.
“Tidak apa, ayo kita pergi menuju hutan pengasingan??” Jawab putri Hijau.
"Mari?" Ucap putri Biru.
Putri Hijau pun terbang pergi menuju hutan pengasingan, di ikuti putri Biru terbang turun ke hutan pengasingan.
Setelah beberapa saat, tibalah mereka di sebuah pondok dalam hutan pengasingan.
“Ini adalah pondok milik istana bulan untuk putri bulan yang melakukan kesalahan. Ini akan menjadi tempat tinggalmu selama hukumanmu.” Ucap putri Hijau.
“Terima kasih,” Jawab putri Biru.
“Aku harus ke istana bulan. Kontak batin jika kau dalam bahaya?” Ucap putri Hijau.
“Baiklah,” Jawab putri Biru.
“Ini peta hutan ini. Bahaya di hutan ini masih dalam jangkauan istana bulan.” Ucap putri Hijau.
“Iya putri Hijau,” Jawab putri Biru.
Putri Hijau pun terbang ke istana bulan. Putri Biru pun masuk ke pondok yang terbuat dari kayu, sangat sederhana.
Istana bulan terletak di atas hutan pengasingan. Hutan pengasingan terletak di barat dan sebelum memasuki hutan pengasingan, terbentang aliran sungai pelangi. Sungai pelangi berbatasan dengan hutan ilusi.
"Aku harus membersihkan tempat ini." Ucap putri Biru.
Putri Biru pun mulai melakukan pekerjaannya dengan membersihkan pondok tempat tinggalnya. Lalu, mencari kayu bakar di bagian belakang pondok untuk menghangatkan tubuhnya.
Kehidupan di pondok hutan pengasingan sangatlah berbeda jauh dengan kehidupan di istana bulan. Di pondok ini hanya bisa melakukan semua pekerjaan dengan diri sendiri. Sedangkan, di istana bulan para putri tinggal duduk manis menikmati.
'Ini memang salahku' batin putri Biru.
Kruyuk..
"Lapar sekali diriku, kekuatanku tak dapat sepenuhnya dapat di gunakan karena memang di dalam hutan ini sangat terlarang" Ucap putri Biru.
Putri Biru melangkah mencari buah-buahan untuk mengganjal perutnya. ia meninggalkan kayu bakarnya di bawah pohon tak jauh dari pondoknya.
'Itu buah apel. beruntungnya aku' batin putri Biru, melihat buah apel yang banyak di atas pohon.
"Bagaimana caraku memetiknya?? kekuatanku sangat terbatas" Ucap putri Biru.
Ting
Tiba-tiba, putri Biru memiliki ide. Putri mengambil batu dan melemparnya ke buah apel di atas pohon itu.
"Apa yang terjadi? kenapa tak mau jatuh juga" Ucap putri Biru geram.
Putri Biru pun mengambil beberapa batu dan melemparkan kembali ke buah apel itu hingga berkali-kali. Namun, nihil hasilnya.
Putri Biru mengambil kembali beberapa batu dan melemparnya lagi. Kali ini ia mendapat lima buah apel sekaligus.
"Akhirnya dapat juga" Ucap putri Biru bahagia.
\*Ratu Reliza adalah putri bulan yang naik tahta. Putri yang cantik, baik dan anggun. Ia memiliki kemampuan bulan, bintang dan alam. Merah muda adalah warna identitasnya.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.