
Ruang pertemuan,
“Senang bertemu dengan kalian para perwakilan klan,” Ucap dewa Antonio, membungkuk.
“Senang bertemu denganmu dewa Antonio” Jawab para perwakilan klan, berdiri dan membungkuk.
Para perwakilan klan pun duduk kembali, dewa Antoni pun sama.
“Baiklah, kita akan melanjutkan apa yang sempat tertunda” Ucap dewa Antonio.
“???” Para perwakilan klan.
Dewi Grasela pun masuk ke ruang pertemuan.
“Senang bertemu kalian semua,” Ucap dewi Grasela, tersenyum dan duduk.
“Senang bertemu dengan dewi Grasela,” Jawab para perwakilan klan, berdiri lalu duduk kembali.
Ting
Semua perwakilan klan dan dewa Antonio, serta Dewi Grasela menghilang, berteleportasi di padang rumput yang hijau.
“Wah, Kita kemari lagi.” Ucap putri Lily, gembira.
“Kau terlalu bahagia putri Lily?!!” Sahut putri Kety, berdiri di samping pangeran Radoz.
‘Akhirnya latihan kemampuan memperebutkan juara pertama datang juga, aku ingin melihat kemampuanmu putri istana bulan. hahaha,’ batin pangeran Vanaya.
‘Kau terlihat cantik sekali Angelia’ batin pangeran Virga.
“Baiklah, kita akan mulai pertandingannya.” Ucap dewa Antonio, berdiri di depan perwakilan klan.
“Putri Meicha, lawan latihanmu pangeran Vanaya” Ucap dewi Grasela, berdiri di samping kiri dewa Antonio.
Putri Meicha pun mengangguk.
‘Kenapa lawan latihanku bukan putri Angelia’ batin pangeran Vanaya.
‘Sial, kenapa lawan putri Meicha harus pangeran Devil itu’ batin pangeran Lexus.
“Pangeran Lexus, lawan latihanmu putri Echa” Ucap dewa Antonio.
Putri Echa pun mengangguk.
“Putri Angelia, lawan latihanmu putri Rimba” Ucap dewi Grasela.
“Dengan senang hati putri Rimba”, Ucap putri Angelia.
“Dengan senang hati putri Angelia,” Sahut putri Rimba.
Ting
Dewa Antonio pun terbang bersama dewi Grasela dan para perwakilan klan yang sudah tereliminasi. Mereka terbang menjauh dan melihat latihan dengan kaca ajaib milik dewi Grasela.
Dewa Antonio membuat pembatas latihan untuk pangeran Vanaya, putri Echa dan putri Angelia.
\***Putri Meicha Vs Pangeran Vanaya**
“Senang bisa menjadi lawanmu putri Meicha,” Ucap pangeran Vanaya, tersenyum.
“Senang menjadi lawan latihanmu pangeran,” Sahut putri Meicha.
“Apakah kau siap putri?” Tanya pangeran Vanaya.
“Baiklah, aku siap.” Jawab putri Meicha.
Pangeran Vanaya pun membaca mantra andalannya.
“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih.. Ku di sembur.. Buuurr”
Para pengawal pangeran Vanaya datang berupa asap hitam yang menyelimuti pangeran Vanaya. Lalu, pangeran Vanaya menyuruh pengawalnya menyerang putri Meicha.
Ctik
Putri Meicha menjentikkan jarinya.
Cling
Cincin bulan milik Meicha terbang keluar, terpancarlah cahaya yang terang dan menyilaukan mata, membuat para pengawal pangeran Vanaya, perlahan menghilang.
‘Hebat juga putri Meicha ini’ batin pangeran Vanaya. Pangeran Vanaya pun membaca mantra kembali.
“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih.. Ku di sembur.. Buuurr”
Para pengawal pangeran Vanaya datang berupa asap hitam yang amat tebal menyelimuti pangeran Vanaya dan putri Meicha. Hanya seberkas cahaya yang samar\-samar terlihat.
Ctik
Meicha pun menjentikkan jarinya.
Cling
Cakram bintang milik Meicha terbang keluar mengganda menyerang pangeran Vanaya, melewati asap hitam yang pekat.
Para pengawal pangeran Vanaya tak dapat menangkis salah satu cakram bintang milik Meicha sehingga,
Craaass
Tangan kanan pangeran Vanaya sedikit tergores. ‘Sial, ternyata dia lawan yang cukup tangguh’ batin pangeran Vanaya. Pangeran Vanaya pun membaca mantra kembali.
“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih.. Ku di sembur.. Buuurr”
Para pengawal pangeran Vanaya berupa asap hitam yang sangat pekat datang menyelimuti putri Meicha. Hingga, putri Meicha merasa bulu kuduknya merinding dan gemetar.
‘Apa ini? Terasa dingin aura ini yang begitu kuat’ batin Meicha.
Para pengawal pangeran Vanaya pun menyerang putri Meicha.
Craaass
“Aaahh, uhuk.. uhuk,” Teriak putri Meicha.
‘Apa yang terjadi dengan putri Meicha?’ batin putri Lily terbang dengan kekuatan dewi Grasela.
Putri Meicha pun berjongkok karena nafasnya sedikit susah karena asap hitam ini. Bahkan, cincin bulan tak memancarkan cahaya lagi.
“Hahaha” Tawa pangeran Vanaya menggelegar.
Perlahan asap hitam yang menyelimuti putri Meicha dan pangeran Vanaya menghilang.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
\***Pangeran Lexus Vs Putri Echa**
“Kali ini aku akan tak segan\-segan putri Echa” Ucap pangeran Lexus.
Tak ada sahutan.
Pangeran Lexus pun berlari mengelilingi putri Echa dengan kecepatan yang tak kasat mata. Namun, putri Echa tak tinggal diam. Ia menjentikkan jarinya.
Ctik
Wuuuss..
Wuuuss..
Dua tornado datang menerpa Echa dan Pangeran Lexus yang berlari mengelilinginya. Mereka terbawa tornado milik Echa. Pangeran Lexus pun tak dapat berlari lagi karena sudah berada di udara berputar\-putar. Sedangkan, Echa dengan santainya terbang tanpa berputar\-putar.
Ctik
Pangeran Lexus pun menjentikkan jarinya dalam tornado milik Echa.
Cling
Cakram Bintang milik pangeran Lexus terbang keluar membawa pangeran Lexus turun. Dengan menginjak cakram bintang miliknya.
Echa pun melihat pangeran Lexus turun, dengan sigap ia menjentikkan jarinya.
Ctik
Cakram bintang milik Echa terbang keluar mengganda menyerang pangeran Lexus.
Traang
Tabrakan cakram bintang milik Echa dan milik pangeran Lexus, membuat pangeran Lexus terpental jatuh ke tanah dengan tersungkur.
“Aaahh, Sial.” Teriak pangeran Lexus.
Craaass
Cakram bintang milik Echa terbang menggores tangan kanan pangeran Lexus saat ia mulai akan berdiri.
“Aaahh,” Teriak pangeran Lexus, merintih.
Pangeran Lexus pun mengeluarkan bingkisan hitam dan menaburnya.
Buuurr
Cling
Cincin bulan milik Echa terbang keluar melindungi Echa dari serbuk itu.
Ctik
Echa pun menjentikkan jarinya.
Cling
Cakram bintang milik Echa terbang keluar lagi dan menyerang pangeran Lexus.
Craaass
Lagi\-lagi, pangeran Lexus tergores tangan kirinya.
“Aaahh,” Teriak pangeran Lexus.
Echa pun menghentikan latihannya, karena pangeran Lexus sudah terluka.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
\***Putri Angelia Vs Putri Rimba**
Putri Rimba pun menyerang putri Angelia dengan cakar dan taringnya. Namun, Angelia sudah menghindar. Berkali\-kali putri Rimba menyerang, masih gagal juga.
“Aaauuuu..” Auman putri Rimba.
Membuat putri Rimba lebih agresif seperti bertemu mangsanya.
Menyerang lagi, lagi, lagi dan lagi. Namun, Angelia terus menghindar.
“Ternyata kau lincah juga putri Angelia” Ucap putri Rimba.
Angelia hanya membalasnya dengan senyuman.
Ctik
Angelia menjentikkan jarinya.
Cling
Cakram bintang milik Angelia terbang keluar dengan mengganda dan menyerang putri rimba, hingga putri Rimba kewalahan.
Craaass
Cakram Bintang milik Angelia menggores tangan kiri Putri Rimba. Membuatnya kesakitan dan menangis.
“Hua.. Hua,” Tangisnya.
"Maafkan, putri Rimba" Ucap Angelia.
Lalu, Angelia pun menghentikkan serangannya.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Setelah latihan selesai, para perwakilan klan berkumpul kembali dan yang terluka sudah mendapatkan perawatan khusus.
“Baiklah, kita sudah dapat pemenangnya. Kita akan menguji siapa yang menjadi juara pertama” Ucap dewa Antonio.
“Putri Echa, lawan latihanmu pangeran Vanaya” Ucap dewi Grasela.
“Bagaimana putri Echa?” Tanya dewa Antonio.
“Dengan senang hati dewa Antonio,” Sahut putri Echa.
“Salah satu di antara kalian nantinya yang menang, akan melawan putri Angelia” Ucap dewi Grasela.
‘Bagus, akan ku persingkat dengan putri Echa itu’ batin pangeran Vanaya.
‘Ternyata pangeran Devil mampu ke tahap ini, ku harap putri Echa mampu mengalahkannya, agar putri Angelia tak perlu melawannya’ batin pangeran Virga.
‘Habisi dia putri Echa, dia sudah melukai putri Meichaku’ batin pangeran Lexus.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.