Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Uji Kemampuan (4)



*Bagian Barat


“Baiklah, hasil kemampuan kalian sudah bisa terlihat,” Ucap dewi Grasela.


Tak ada sahutan.


“Yang terluka sudah mendapat perawatan khusus, sekarang waktunya menentukan posisi pertama” Ucap dewi Grasela.


‘Kenapa baru bilang? Aku seharusnya mampu mengalahkan pangeran Tupai itu’ batin pangeran Radoz.


“Pangeran Vanaya, lawan latihanmu pangeran Virga” Ucap dewi Grasela, berdiri di depan para perwakilan klan.


Pangeran Vanaya dan pangeran Virga pun bertatapan. Lalu, membuang muka.


‘Aku akan menghabisimu pangeran’ batin pangeran Vanaya.


‘Rupanya aku harus menghadapinya juga’ batin pangeran Virga.


“Pangeran Alfin, lawan latihanmu putri Angelia, bagaimana Angelia?” Ucap dewi Grasela.


“Dengan senang hati”, Sahut Angelia.


“Bagaimana denganmu pangeran Alfin?” Tanya dewi Grasela.


“Tentu saja,l” Jawab pangeran Alfin.




\***Bagian Timur**



“Semua sudah mendapatkan perawatan khusus, kita akan menguji latihan kalian yang menang” Tanya dewa Antonio.



“Aku menang dewa Antonio,” Sahut putri Lily, percaya diri.



“Baiklah putri Lily, lawan latihanmu putri Rimba” Ucap dewa Antonio.



“Aku ingin latihan bersama dewa Antonio” Sahut putri Lily.



“Bagaimana denganmu putri Rimba?” Tanya dewa Antonio.



“Aku tak masalah dewa,” Jawab putri Rimba.



“Pangeran Lexus, lawanmu putri Meicha” Ucap dewa Antonio.



‘Kenapa harus Meicha?’ batin pangeran Lexus.



‘Kenapa?’ batin Meicha.



“Echa, kau ikutlah denganku” Ucap dewa Antonio, melangkah menjauh.



“Baik dewa,” Jawab Echa, melangkah mengikuti dewa Antonio.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



\***Pangeran Vanaya Vs Pangeran Virga**



“Akhirnya aku berhadapan denganmu pangeran Virga,” Ucap pangeran Vanaya, berdiri menghadap pangeran Virga.



“Begitu pula denganku pangeran Vanaya,” Sahut pangeran Virga, menghadap pangeran Vanaya.



“Bagaimana jika kali ini kita tarungan pangeran?” Tanya pangeran Vanaya.



“Apa maksudmu?” Tanya pangeran Virga, memperjelas.



“Aku menginginkan putri Angelia, bagaimana menurutmu pangeran Virga? Haruskah kau mengikhlaskannya untukku?” Ucap pangeran Vanaya.



“Lalu?” Tanya pangeran Virga, sedikit terkejut.



“Jika aku menang, aku tak akan memberikanmu kesempatan. Jika kau menang, aku juga akan membuatnya jadi milikku. Hahaha,” Ucap pangeran Vanaya.



Pangeran Virga pun melotot dan tak menjawab pertanyaan pangeran Vanaya. ‘Aku akan mengalahkanmu Devil’ batin pangeran Virga.



“Bagaimana pangeran? Hahaha,” Tanya pangeran Vanaya.



“Cukup pangeran!!” Sahut pangeran Virga, menyerang pangeran Vanaya dengan kecepatannya yang tak terlihat kasat mata.



“Cih!!” Ucap pangeran Vanaya, memanggil para pengawalnya yang kasat mata.



“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih ku di sembur.. Buuurr..”



Cling



Para pengawal pangeran Vanaya datang berupa asap hitam tebal menyelimuti pangeran Vanaya dan pangeran Virga.



Pangerang Virga pun berlari dengan lebih cepat lagi berputar\-putar mengitari pangeran Vanaya, hingga membuat putih beliung hitam dan berjalan ke sana kemari.



Pangeran Vanaya ikut terbawa angin putih beliung itu. Lalu, ia menyuruh pengawalnya menyerang pangeran Virga.



Craaass



Pangeran Virga tergores. Namun, kemampuan pertahannya terlalu kuat hingga luka kecil pun sembuh kembali.



Pangeran Vanaya membaca mantra kembali.



“Komat\-kamit baca mantra.. Dengan segelas air putih, ku di sembur.. Buuurr..”



Para pengawal pangeran Vanaya datang lagi berupa asap hitam dan ikut terbawa angin putih beliung itu. Pangeran Vanaya pun menyuruh para pengawalnya, untuk menyerang pangeran Virga.



Craaass



Craaass



Craaass



Craaass



Craaass



Pangeran Virga pun terluka di seluruh lengan kanan dan kirinya, hingga membuat berhenti berlari. Angin putih beliung pun menghilang.



“Aaahh” Teriak pangeran Virga, merintih kesakitan.



“Hahaha, bagaimana pangeran Virga penawaranku tadi?” Ucap pangeran Vanaya.



‘Aku akan mengalahkanmu suatu saat nanti pangeran Vanaya’ batin pangeran Virga.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~



\***Pangeran Alfin Vs Putri Angelia**



Pangeran Alfin pun berdiri di depan putri Angelia, mereka saling mempersiapkan diri.



Tiba\-tiba, pangeran Alfin menyerang Angelia dan Angelia berhasil kabur berpindah tempat ke samping.



Pangeran Alfin pun menyerang Angelia kembali seperti tupai meloncat dengan cepat ke arah Angelia. Namun, lagi\-lagi Angelia berhasil berpindah tempat.



Pangeran Alfin pun merubah penampilannya dengan keluarnya ekor tupai dan cakar yang tajam di tangan dan kakinya. Lalu, ia menyerang Angelia kembali. Angelia pun menjentikkan jarinya.



Ctik



Cling



Cakram bintang milik Angelia terbang mengganda menyerang Pangeran Alfin. Namun, pangeran Alfin bisa meloloskan diri dengan melompat ke sana kemari.



Cakram bintang milik Angelia mengejar pangeran Alfin ke segala arah, hingga membuat pangeran Alfin kewalahan dan,



Sreeett



Salah satu cakram milik Angelia terbang berhenti tepat di depan mata pangeran Alfin yang tertutup karena takut.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



\***Putri Rimba Vs Putri Lily**



“Keberuntunganmu tidak datang dua kali putri Lily,” Ucap putri Rimba, berdiri menghadap putri Lily.



“Aku tahu, kau bukanlah lawan yang sepadan untukku” Sahut putri Lily, berdiri menghadap putri Rimba.




Putri Lily pun mengeluarkan wortel kesayangannya dan meleparnya ke arah putri Rimba, dan ia melompat ke arah lain.



Boom



Suara ledakan wortel putri Lily, dan keluar asap.



“Kau fikir, aku sama dengan Putri Kety? Kau salah putri Lily,” Ucap putri Rimba, mencari putri Lily.



Putri Rimba pun menemukan putri Lily setelah asap boom tadi menghilang.



“Hahaha” Tawa putri Lily.



“Tertawalah selagi kau bisa putri Lily!!” Tegas putri Rimba, melangkah mendekati putri Lily.



"Hahaha, lihatlah dirimu putri Rimba,” Ucap putri Lily.



“Kau hanya ingin mempermainkan aku putri Lily??!!” Tanya putri Rimba, melangkah.



“Hahaha, lihatlah!!” Perintah putri Lily.



Putri Rimba pun melihat dirinya sendiri. ‘Kenapa rambut berantakan dan mukaku hitam?’ batin putri Rimba.



“Kurang ajar!!” Teriak putri Rimba.



Putri Rimba pun menyerang putri Lily. Namun, putri Lily belum sempat menghindar.



Craaass



Putri Lily pun tergores di lengan kirinya.



“Hua.. Hua, kau kejam putri Rimba, hua.. Hua,” Tangis putri Lily pun pecah.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



\***Pangeran Lexus Vs Putri Meicha**



“Senang bertemu denganmu putri Meicha,” Ucap pangeran Lexus, membungkuk.



“Senang bertemu denganmu pangeran Lexus,” Sahut Meicha, membungkuk dan tersenyum.



“Silahkan putri Meicha menyerangku?!” Ucap pangeran Lexus.



“Aku mana mungkin bisa pangeran,” Sahut Meicha.



“Kenapa?” Tanya pangeran Lexus, tersenyum.



Meicha pun menjawabnya dengan senyuman.



“Seranglah, aku tak apa.” Perintah pangeran Lexus.



“Baiklah,” Jawab Meicha, menjentikkan jarinya.



Ctik



Cling



Cakram bintang milik Meicha, terbang keluar dan menyerang pangeran Lexus.



Ctik



Pangeran Lexus pun menjentikkan jarinya.



Cling



Cakram bintang milik pangeran Lexus, terbang keluar menghadang cakram bintang milik Meicha.



Trang



Trang



Suara desingan cakram bintang.



Ctik



Meicha menjentikkan jarinya lagi.



Ctik



Cakram bintang milik Meicha terbang mengganda menyerang pangeran Lexus.



Craaass



Pangeran Lexus pun tergores di lengan kirinya, membuat Meicha berlari ke arahnya. Melihat Meicha lari kearahnya, Pangeran Lexus pun tersenyum.



“Kau tak apa pangeran?” Tanya Meicha, melihat lengan pangeran Lexus.



Tak ada sahutan.



Pangeran Lexus pun hanya menatap putri Meicha. ‘Kau sangat berbeda dengan saat terakhir kita bertemu, begitu cantik’ batin pangeran Virga, tersenyum.



“Apa yang membuatmu tersenyum pangeran?” Tanya Meicha, tersenyum.



“Aku bahagia melihatmu dengan dekat putri,” Jawab pangeran Lexus.



“Apa lukanya masih sakit?” Tanya Meicha, tersenyum dan berlari ke arah lain karena pipinya memerah.



“Aaahh.. Sakit,” Rintih pangeran Lexus.



Meicha pun berhenti dan menengok ke arah pangeran Lexus, pangeran Lexus pun tersenyum. Lalu, Meicha kembali berlari.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



\***Dewa Antonio, Dewi Grasela dan Putri Echa**



“Kenapa hanya aku yang belum berlatih?” Tanya Echa, berdiri bersama dewa Antonio dan dewi Grasela.



“Kau harus perbanyak pengalaman.” Sahut dewi Grasela.



“Lihatlah cara setiap pangeran dan putri lain ketika bertarung,” Ucap dewa Antonio, menunjuk mereka di cermin ajaib dewi Grasela.



“Baiklah,” Sahut Echa.



“Giliranmu akan segera tiba,” Ucap dewi Grasela.



“Baiklah, aku akan menunggu.” Jawab Echa.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~



Mereka semua pun berkumpul menjadi satu kembali.



“Semuanya sudah hadir, yang terluka sudah dapat penanganan khusus, kita akan kembali ke Mension” Ucap dewa Antonio.



“Lalu, siapakah yang nomor satu di antara kami dewa?” Tanya putri Lily.



“Akan ada pertemuan di lain kesempatan,” Jawab dewa Antonio.



Cling



Para pangeran dan putri perwakilan klan, serta dewa dan dewi sudah berteleportasi di mension tepatnya di ruang pertemuan.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.