Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Pengobatan Raja Vilox



“Salam pangeran,” Sambut pengawal, membungkuk.


“Apa yang terjadi pangeran? Kenapa Baginda sampai terluka?” Tanya ratu Ariza.


“Salam ibunda, ayahanda terkena racun ibunda” Jawab pangeran Virga.


“Kita harus segera mengobatinya!” Ucap ratu Ariza.


Panglima Zexi pun membantu memapah raja Vilox ke dalam istana vampir klan Argha.




“Bagaimana tabib?” Tanya ratu Ariza, cemas.



“Maafkan hamba ratu, hamba tak bisa menolongnya. Racun ini sangat langka,” Ucap tabib, setelah memeriksa raja Vilox.



“Baiklah, tolong antarkan tabib ke luar istana dan jangan lupa memberinya koin emas.” Perintah ratu Ariza kepada pengawalnya.



Pengawal pun membungkuk dan membawanya pergi. Ratu Ariza pun duduk di samping ranjang raja Vilox.



“Bertahanlah baginda?” Ucap ratu Ariza sedih.



“Aku tak apa ratuku. Uhuk,” Jawab raja Vilox.



“Ibunda? Pangeran mohon ijin pergi menemui seseorang untuk mengobati ayahanda” Ucap pangeran Virga, berdiri di samping ratu Ariza.



“Apakah ada seseorang yang dapat menyembuhkannya? Selain vampir Rizik?” Tanya ratu Ariza.



“Putri istana bulan yang mampu menyembuhkan luka pangeran. Mungkin dia bisa melakukannya lagi ibunda” Jawab pangeran Virga.



“Putri istana bulan?” Tanya ratu Ariza.



“Ya ibunda. Kemarin, saat ayanda dan pangeran pergi ke istana vampir Rizik, pangeran berjumpa dengannya, saat ia akan membunuh raja Xenus. Sebelumnya, ia juga menyelamatkan pangeran dari racun pangeran Lexus” Jawab pangeran Virga.



“Baiklah, pergilah pangeran dan berhati\-hatilah,” Ucap ratu Ariza.



“Baik ibunda. Ayahanda? Pangeran mohon undur diri,” Ucap pangeran Virga.



“Pergilah, uhuk.. Uhuk,” Jawab raja Vilox.



Pangeran Virga pun pergi meninggalkan istana vampir klan Argha. Lalu, ia terbang ke bagian barat menuju sungai pelangi.



"Bertahanlah baginda," Ucap ratu Ariza.



"Uhuk.. Uhuk,"




"Apa yang terjadi denganmu baginda?" Teriak ratu Ariza, mulai menitikkan air matanya.



"Aku tak apa ratuku, uhuk.. Uhuk," Ucap raja Vilox.



"Pengawal??!!! Umumkan keseluruh pelosok negeri siapapun yang dapat mengobati raja Vilox, ia akan di anugrahi sebagai anggota kerajaan" Teriak ratu Ariza kepada pengawalnya.



"Baik yang mulia ratu, saya undur diri," Jawab pengawal itu, menundukkan kepala dan melangkah mundur meninggalkan ruangan pengobatan.



Tak ada sahutan.



"Pengawal? tolong ambilkan air untuk mengompres yang mulia raja." Ucap ratu Ariza.



"Baik yang mulia ratu," Ucap pengawal wanita yang berdiri di dekat pintu, membungkuk dan melangkah pergi mengambil air.



"Ratuku? maafkan aku? tolong bantulah pangeran Virga saat aku telah tiada. Uhuk.. Uhuk," Ucap raja Vilox.



"Baginda? Apa maksudmu? Baginda akan baik\-baik saja." Sahut ratu Ariza.



"Aku tak tau apa yang akan terjadi denganku Ratuku. Uhuk.. Uhuk," Ucap raja Vilox.



"Bertahanlah baginda, pangeran akan membawakan putri istana bulan kemari," Ucap ratu Ariza.



"Apakah ia mau melakukannya??" Ucap raja Vilox.



"Percayalah," Ucap ratu Ariza.



Ratu Ariza sangat tahu, putri istana bulan mana mungkin dapat membantunya. 'Hanya keajaibanlah yang dapat menyembuhkanmu baginda' batin ratu Ariza.



"Salam yang mulia, ini air yang mulia ratu inginkan." Ucap pengawal wanita itu.



Pengawal wanita itu datang membawa air dalam mangkuk dan kain untuk mengompres yang mulia raja Vilox dan menyerahkannya kepada ratu Ariza.



Ratu Ariza pun menerima dan mulai mencelupkan kain itu ke dalam mangkuk. Lalu, memerasnya sedikit dan menaruhnya di dahi yang mulia raja Vilox.



~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.