
Kreeekk..
Suara pintu terbuka.
Angelia, Echa, Meicha , pangeran Virga dan pangeran Lexus keluar dari ruang pertemuan. Melihat ada yang keluar, putri Rimba, putri zia, pangeran Zimba, pangeran Zio dan pangeran Alfin pun menengok dan melangkah mendekati Angelia.
“Apa yang terjadi putri Angelia?” Tanya putri Rimba.
“Putri Lily terkena racun tak terlihat, dan membuat tubuhnya membiru dan kaku” Jelas Angelia.
“Siapa yang meracuni putri Lily? Hingga ia sampai seperti ini?” Tanya putri Zia, penasaran.
“Kami tak berhasil mengungkapnya,” Sahut Echa.
“Apakah kalian butuh bantuan?” Tanya putri Rimba.
“Tidak perlu, biarkan dewa Antonio dan dewi Grasela yang mengurusnya.” Jawab Meicha.
“Baiklah, kami pergi dulu,” Ucap putri Rimba, melangkah pergi bersama kakak dan teman-temannya.
“Baiklah, jaga diri kalian.” Sahut Angelia.
“Terima kasih, kalian juga jaga diri,” Jawab pangeran Alfin, menengok dan tersenyum.
‘Pangeran Alfin ini, beraninya tersenyum kepada cantikku,’ batin pangeran Virga, kesal.
“Baiklah,” sahut Echa, tersenyum.
Di sisi lain taman surga,
“Sayang? Kita kencan juga yuk?” Ajak putri Kety, duduk di bawah pohon mangga.
“Baiklah,” Sahut pangeran Radoz tersenyum, duduk di samping kanan putri Kety.
“Kami pergi dulu ya pangeran Yixer? Maaf ya,” Ucap putri Kety mengejek.
Mereka berdua pun pergi entah kemana, meninggalkan pangeran Yixer sendiri.
“Terserah kalian,” Sahut pangeran Yixer, merebahkan tubuhnya ke tanah dan mencoba menutup matanya.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain,
Sinar mentari bersinar di sebelah timur, mengarah ke sebuah gedung pencakar langit. Di gedung yang paling atas terlihat ada dua orang yang tengah melihat keindangan dan keramaian kota kalimantan, indonesia.
“Sayang ini dimana?” Tanya putri Binca, berdiri di dekat jendela sebuah kamar di lantai atas.
“Inilah dimensi baru, yang akan kita huni untuk anak\-anak kita nanti,” Sahut pangeran Vanaya, memeluk putri Binca dari belakang.
“Dimensi baru?” Tanya putri Binca penasaran.
“Iya sayang,” Sahut pangeran Vanaya, menggigit telinga putri Binca.
“Ahh” Suara putri Binca kesakitan.
Mereka pun melewati hari yang panjang.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain taman surga,
Putri Rimba, pangeran Zimba, pangeran Zio dan putri Zia tengah duduk di tanah dekat kolam ikan.
“Kakak? Menurut kakak, apakah putri Angelia dan mereka semua dapat di percaya?” Tanya putri Rimba.
“Bagaimana menurutmu adikku? Kalau menurut kakak, mereka selalu berprilaku baik.” Jawab pangeran Zimba.
“Aku juga berfikir seperti itu. Tapi, masih ada hal yang membuatku penasaran kakak,” Keluh putri Rimba.
“Adikku? Dengarkan kakak, jangan pernah banyak tahu, jika banyak tahu nyawa kita yang akan terancam. Ingat itu!!” Nasehat pangeran Zimba.
“Baiklah kakak,” Sahut putri Rimba.
“Kau juga adikku, dengarkan nasehat pangeran Zimba!!” Tegas pangeran Zio, menengok putri Zia.
“Baik kakak,” jawab putri Zia.
Mereka pun berbincang\-bincang mengenai istana mereka masing\-masing.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Di sisi lain ruang pertemuan,
Angelia, Echa, Meicha, pangeran Virga dan pangeran Lexus yang tengah duduk di tempat duduknya masing\-masing.
Tiba\-tiba, pangeran Lexus berdiri dan berjalan mendekati Meicha.
“Meicha? Apakah kamu bisa mengikutiku?” Tanya pangeran Lexus.
Meicha pun menoleh Echa dan Angelia. Namun, Echa hanya melirik Angelia. Sedangkan, Angelia hanya diam.
“Maaf pangeran Lexus,” Ucap Meicha.
“Meicha? Ayolah, sebentar saja, ku mohon?” Pangeran Lexus penuh harap.
‘Aku harus bagaimana Echa? Tolong bantu aku,’ batin Meicha.
‘Pasti Meicha sulit menjawab, tapi harus bagaimana lagi,’ batin Echa.
“Meicha?” Panggil Angelia.
“Kalian pergilah. Aku beri waktu lima menit untuk kalian mengurus urusan kalian.” Tegas Angelia, menengok Meicha.
“Baiklah,” Jawab Meicha, segera berdiri.
Mereka berdua pun pergi keluar ruang pertemuan.
“Angelia? Kenapa kau mengizinkan mereka?” tanya Echa.
Tak ada sahutan.
‘Bodoh sekali putri Echa, jelas sekali ia tak enak hati’ batin pangeran Virga.
“Echa?” Panggil Angelia.
“Ada apa?” Sahut Echa.
“Apakah kau ingat, dimensi yang di lihat putri Lily?” Tanya Angelia.
“Tentu saja aku ingat,” Sahut Echa, memikirkan kejadian yang menimpa putri Lily.
“Apakah kalian akan mencari tahu dimensi itu?” Tanya pangeran Virga.
“Apakah pangeran Virga tahu mengenai dimensi itu?” Tanya Angelia.
“Mari ikutlah denganku? kurasa dalam Mension ini ada sebuah buku mengenai dimensi itu.” Jawab pangeran Virga, berdiri dari duduknya.
Angelia dan Echa pun bertatapan. Lalu, mereka pun berdiri dari duduknya.
~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~
Di sisi lain koridor Mension,
Meicha yang tengah duduk di kursi panjang bersama pangeran Lexus.
“Apa yang membuat pangeran Lexus membawaku kemari?” Tanya Meicha, melirik pangeran Lexus.
“Putri Meicha? Maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya pangeran Lexus, berjongkok di hadapan putri Meicha dengan membawa sebuket bunga mawar biru.
“Apakah pangeran yakin?” Tanya putri Meicha kembali.
“Aku sangat yakin. Aku minta maaf putri Meicha? Atas kesalahanku dulu yang sudah menculikmu. Aku akui pertemuan kita tidak dalam situasi yang baik, tapi aku sungguh sangat mencintaimu. Di setiap detikku, menitku, jamku, hariku, selalu ada bayanganmu putri Meicha, ku mohon percayalah?” Ucap pangeran Lexus, masih berjongkok dengan memberikan bunga kepada putri Meicha.
‘Apa yang harus ku lakukan? Kita berbeda. Tapi, aku akui aku juga memiliki rasa yang sama dengan pangeran Lexus.’ Batin putri Meicha.
“Maafkan aku pangeran,” Sahut putri Meicha.
Pangeran Lexus pun terkejut dan bersedih.
“Aku rasa, aku juga memiliki rasa yang sama denganmu pangeran,” Ucap putri Meicha.
“Jadi?? Kau menerimaku?” Tanya pangeran Lexus, memperjelas.
Meicha pun hanya mengangguk dan wajahnya sedikit merona.
“Terimakasih putri Meicha, terimalah bunga ini,” Ucap pangeran Lexus, bahagia.
Meicha pun menerima bunga yang di berikan pangeran Lexus. Lalu, mereka pun saling mengikat janji jari kelingking dan saling bertatapan, menebar kebahagian mereka.
Setelah beberapa saat, mereka pun melangkah beriringan menuju ruang pertemuan. Namun, tiba\-tiba, mereka melihat Angelia, Echa dan pangeran Virga keluar dari ruang pertemuan.
“Apakah kalian sudah selesai dengan urusan kalian?” tanya Echa.
Meicha pun menatap pangeran Lexus. Sedangkan, pangeran Lexus hanya tersenyum.
“Iya, kami sudah selesai.” Sahut Meicha.
’Kayanya mereka sudah menjadi sepasang kekasih, sial, aku kalah cepat.’ Batin pangeran Virga.
“Ada apa dengan kalian? Sedari tadi kalian terlihat aneh?” Tanya Echa, penasaran.
“Tidak,” Jawab Meicha dan pangeran Lexus bersamaan.
“Hah?” Sahut Echa, terkejut.
“Ayo kita segera ke perpustakaan Mension ini.” Ucap Angelia.
“Kalian mau ke perpustakaan Mension?” Tanya pangeran Lexus.
“Mari putri Angelia?” Ajak pangeran Virga melangkah pergi ke perpustakan.
Angelua pun mengikuti langkah kaki pangeran Virga. Lalu, Echa mengikuti Angelia di belakang. Meicha dan pangeran Lexus pun melangkah beriringan mengikuti Echa di belakang.
~~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~
Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.