Princess Moon and Prince Vampires

Princess Moon and Prince Vampires
Sembuhnya Raja Vilox (2)



Tak ada sahutan.


Angelia membalikkan badannya.


“Kami harus pergi pangeran Virga,” Ucap Echa.


“Ya,” Jawab pangeran Virga, masih dalam pandangannya melihat Angelia.


Ctik


Angelia menjentikkan jarinya.


Cling


Mata bintang milik Angelia terbang keluar masuk ke dalam sungai pelangi dan muncullah jembatan yang panjang dan cantik di penuhi bunga menjalar.


Angelia dan Echa melangkah ke jembatan sungai pelangi. Sedangkan, pangeran Virga masih memandang Angelia dengan sendu.


‘Aku pasti mendapatkanmu’ batin pangeran Virga.


Setelah beberapa saat, Angelia dan Echa memasuki jembatan sungai pelangi, dengan beberapa langkah, jembatan itu perlahan menghilang kembali hingga Angelia dan Echa tak terlihat dari pandangan pangeran Virga.


Pangeran Virga pun kembali ke istana vampir klan Argha.




Di sisi lain istana vampir klan Argha,



Ratu Ariza keluar ruang pengobatan setelah pangeran Virga pergi mengantar putri istana bulan, menuju aula istana vampir klan Argha.



Para pengawal vampir menaruh dua gentong darah segar hewan tepat di depan pintu ruang pengobatan.



Setelah menaruh gentong itu, para pengawal harus menjaga jarak.



Setelah beberapa saat, raja Vilox terbangun dari tidurnya dan merasa kehausan akan darah.



“Hmm??” Raja Vilox Argha mencium aroma darah segar di balik pintu ruangan itu.



Raja Vilox pun keluar dengan kekuatannya mendobrak pintu ruangan pengobatan. Dan di lihatlah, darah segar dalam gentong.



Lalu, ia meminum habis dua gentong tadi dengan lahapnya.



Para pengawal vampir yang menjaga jarak dari raja Vilox merasa ketakutan dengan apa yang mereka lihat. Raja Vilox menghabiskan dua gentong yang berisikan darah segar hewan dan taringnya yang semakin tajam.



‘Darah itu segar sekali. Bahkan yang mulia raja menghabiskan dua gentong sekaligus’ batin pengawal vampir.



Raja Vilox pun melangkah menuju aula istananya. Melihat itu, para pengawal vampir ketakutan karena taring raja Vilox masih terlihat.



“Baginda?” Tanya ratu Ariza, berdiri dari duduknya di samping singgasana raja Vilox.



Tak ada sahutan.



Ratu Ariza pun berjalan mendekati raja Vilox. Sedangkan, para pengawal sangat siaga jika terjadi apa\-apa dengan ratu Ariza.



“Baginda?? Bagaimana kondisimu?” Tanya ratu Ariza, berdiri di depan raja Vilox.



“Aaaahhh” Teriak raja Vilox, memegang kepalanya.




Para pengawal sangat waspada dengan raja Vilox.



“Ra\-tu\-ku?” Ucap raja Vilox, melepas tangannya dari kepala.



“Baginda??” Sahut ratu Ariza, berlari memeluk raja Vilox.



Para pengawal vampir pun tenang.



“Apa yang terjadi?” Tanya pangeran Virga.



Ratu Alne dan raja Vilox melepas pelukan mereka.



“Kemarilah anakku!” Ucap raja Vilox.



“Akhirnya ayahanda sadar,” Ucap pangeran Virga, melangkah mendekat.



“Ini semua berkat kamu pangeran,” Ucap raja Vilox, memeluk pangeran Virga.



Raja Vilox pun duduk di singgasananya, dan ratu Ariza serta pangeran Virga ikut duduk.



“Setelah aku bagun, kenapa aku merasa panas dan sangat haus?” Tanya raja Vilox.



Pangeran Virga pun tersenyum.



“Maaf yang mulia raja, semua ini berkat bantuan putri istana bulan yang mulia.” Jawab panglima Zexi, tiba\-tiba datang.



“Aku akan sangat berhutang budi dengan putri bulan,” Ucap raja Vilox.



“Benar ayahanda,” Sahut pangeran Virga, bersemangat.



Raja Vilox pun mengalihkan pembicaraan.



“Bagaimana dengan tugasmu panglima??” Tanya raja Vilox.



“Semuanya aman yang mulia raja,” Jawab panglima Zexi.



“Bagus,” Ucap raja Vilox.



~~~~~~~~~~~ ¤¤¤¤ ~~~~~~~~~~~~



Note : Maaf Jika Bahasa dan Penulisan Saya Kurang Rapi. Selamat Membaca☺. Jangan Lupa Like dan Vote. Serta, Dukung terus karya aku. Terimakasih.