
-Ilustrasi Persephone kecil-
Persephone kecil yang bertubuh mungil duduk di atas ayunan. Dengan asik ia terus saja mengayun-ayunkan kakinya hingga angin menerbangkan rambut peraknya ke belakang.
"Ratu gantian"
"Gak mau!"
Teriakan imut dari bibir mungil gadis itu membuat tatapan Hades kesal. Ia berlari menuju anak-anak lainnya yang tengah bermain bola.
"Teman-teman pinjam bolanya dong!"
Anak-anak mengangguk dan memberi bola yang sedang mereka mainkan pada Hades. Hades sejak kecil sudah dianggap sebagai penguasa taman, sehingga banyak anak-anak yang tunduk padanya. Bagaimana tidak tunduk, sikap menyebalkan Hades membuat anak-anak takut bila di bully olehnya. Sering kali ia membuat anak-anak yang bermain di taman menangis dan membuat Zetha, ibunya kerepotan.
Hades menaruh bola di depan kakinya, ia mundur beberapa langkah kebelakang dan mulai menendang bola tersebut dengan keras. Bola yang ditendang Hades melambung tepat mengenai kepala Persephone yang sedang asik bermain dengan ayunan. Persephone yang tersentak kaget melepaskan pegangannya pada tali ayunan dan membuatnya jatuh terpental kebelakang.
Hades yang melihat darah mengalir dari kepala Persephone pun panik, tubuhnya bergetar. Beberapa anak yang menyaksikannya turut menangis melihat Persephone yang bersimbah darah. Hades yang takut akan di salahkan membungkam mulut anak-anak lain dengan teriakannya.
"Kalian nanti bilang Ratu jatuh sendiri ya, awas kalau kalian mengadu pada orang tua!"
Hingga salah satu orang tua yang melihat kejadian itu membopoh tubuh Persephone dan di bawa ke rumah sakit terdekat. Ia bahkan sempat mendengar sayup-sayup teriakan Hades namun, karena jarak ia tidak terlalu jelas mendengar perkataan dari mulut anak itu.
Orang tua Persephone, Millen dan Navero ikut berlari mengejar anaknya ke rumah sakit. Untung saja rumah sakit dan jarak dari taman terlampau sangat dekat. Hanya menghabiskan beberapa menit dengan berjalan kaki. Persephone yang terbaring di ranjang rumah sakit kini sedang ditangani oleh dokter. Beberapa belas jahitan di kepala Persephone membuat Millen meringis menahan sakit yang anaknya rasakan. Hades bersama kedua orang tuanya juga turut menyusul ke rumah sakit. Pertanyaan bertubi-tubi Zetha ia ajukan ke anaknya.
"Kenapa bisa terjadi hal seperti ini pada Persephone!"
"Aku tidak tau ibu, Persephone jatuh sendiri dari ayunan"
Hades terus saja berbohong bahwa ini bukan salahnya. Meskipun berbohong membuat hatinya ikut sakit, ia tetap tak mempunyai keberanian untuk berkata jujur.
"Anak ibu telah sadar, keadaannya baik-baik saja hanya sedikit shock akibat terjatuh"
Ucapan dokter membuat kedua orang tua Persephone bernapas legah. Millen segera menghapus air matanya dan masuk memeluk Persephone yang terkulai di atas ranjang.
"Sayang, apa ada yang terasa sakit?"
Persephone mengangguk menunjuk kepalanya yang telah di perban. Millen kembali memeluk anaknya dan mengumamkan kata maaf berulang kali.
"Maaf ibu tidak bisa menjagamu dengan baik, maaf Persephone"
"Ini bukan salah ibu"
Persephone melepas pelukan ibunya. Ia tersenyum manis, walaupun menahan sakit yang ada di kepalanya.
"Tadi aku sedang main ayunan ibu, terus tiba-tiba kepalaku seperti kena benda yang sangat keras"
tepat setelah Persephone mengatakan hal tersebut. Hades bersama kedua orang tuanya masuk ke ruangan.
"Hades apa kau tau mengapa Persephone jatuh dari ayunan?"
Hades menggeleng menyembunyikan raut cemasnya saat menatap kepala Persephone yang telah diperban.
"Ratuh jatuh sendiri"
Beberapa minggu setelah kejadian itu Persephone dan Hades kembali muncul di taman bermain komplek rumahnya. Beberapa anak menatap Persephone cemas namun, berubah senang saat mendapati Persephone dalam keadaan baik-baik saja.
Persephone duduk di bangku taman sendiri, sementara Hades sudah asik bermain ayunan yang tak berani Persephone sentuh lagi. Anak laki-laki berambut coklat duduk di samping Persephone. Ia mendekatkan dirinya dan berbisik tepat di telinga gadis itu.
"Persephone sebenarnya waktu itu yang membuatmu terjatuh adalah Hades"
Persephone yang kaget mendengar ucapan laki-laki itu meminta penjelasan selengkap-lengkapnya.
"Hades meminjam bola dari kami dan ia menendangnya dengan keras ke arahmu"
"Tapi kata Hades aku jatuh sendiri"
Laki-laki menggelengkan kepalanya dan kembali berbisik di telinga Persephone.
"Dia menyuruh kami berbohong"
Persephone mengangguk mengerti dan segera bangkit dari tempat duduknya. Ia berlari menuju ibunya untuk melaporkan hal ini. Setelah berbicara pada ibunya, Millen hanya dapat tertawa kecil menganggap bahwa Persephone pasti salah mengira. Ia merasa tak mungkin anak sekecil Hades dapat melakukan hal seperti itu.
Persephone yang kesal karena tak di percaya mengurung dirinya di kamar. 'Hades menyebalkan, sangat menyebalkan. Mengapa tak ada yang mempercayaiku' gumamnya sambil menangis.
-Ilustrasi Persephone berumur 12 tahun-
Kejadian itu terlupakan begitu saja seiring waktu. Kini Persephone dan Hades sudah berumur 12 tahun. Hades masih sama menyebalkannya, suka memerintah dan berbuat seenaknya. Waktu itu tepat pada bulan liburan Agnes, sepupu jauh Persephone datang menginap di rumahnya. Di mata Persephone, Agnes merupakan anak yang manis dan sangat cantik. Baru beberapa hari Agnes mampu berteman dengan semua anak tetangga yang seumurannya.
"Persephone, sepertinya aku suka dengan Hades"
Persephone yang mendengar ungkapan suka dari mulut Agnes tertawa meledeknya. Namun seketika ia diam mendengar nama Hades tersebut dari mulut sepupunya itu.
"Jangan sama Hades!"
Ia setengah berteriak bermaksud untuk memperingati Agnes. Agnes yang saat itu berpikiran pendek, ia pikir bahwa Persephone juga sama seperti dirinya menyukai Hades. Dengan kemampuannya, ia meminta anak-anak tetangga yang di kenalinya untuk membully Persephone di taman komplek. Mereka melempari Persephone dengan tepung dan telur yang mereka bawa dari rumah. Hades yang saat itu juga berada di tempat kejadian, memilih untuk diam dan memperhatikan tanpa menolong Persephone.
Millen yang panik melihat sekujur tubuh anaknya pulang dengan berlumuran tepung dan telur, sangat marah dan mengembalikan Agnes kepada orang tuanya. Sejak saat itu Persephone semakin menaruh dendam pada Hades. Ia berjanji akan membenci Hades seumur hidupnya. Persephone pun semakin menutup diri pada dunia luar. Ia tak lagi berteman dengan anak-anak tetangga. Ia juga tak mau bila di ajak kedua orang tuanya bermain di taman komplek.
Persephone terus tumbuh dalam perlindungan keluarganya. Ia sangat membenci gadis-gadis yang lebih cantik darinya dan berpengaruh seperti Agnes. Ia juga membenci Hades yang selalu saja memerintahnya seperti seorang raja. Tak hanya memerintah seperti seorang raja, Hades bahkan memanggil dirinya sendiri adalah raja. Hal ini membuat Persephone sangat jengkel. Setiap kali Hades berkunjung ke rumahnya, Persephone akan berpura-pura sakit untuk tak bertemu dengan laki-laki yang dianggap menyebalkan itu.
Hingga umur Persephone dan Hades 15 tahun mereka disungguhkan dengan perjodohan oleh kedua orang tuanya. Persephone dan Hades sama-sama menolak dengan keras. Terutama Persephone, ia tak ingin bertunangan dengan laki-laki yang telah membuat masa kecilnya suram.
.
.
.
.
**Chapter kali ini memang khusus menceritakan mengapa Persephone tumbuh menjadi anak yang introvert dan mengapa ia sangat membenci Hades, serta gadis seperti Angelica.
Jangan lupa vote dan komennya ya untuk chapter ini, makasih! 🖤**