Persephone And Hades

Persephone And Hades
Chapter 13 - Permintaan Hades



Kakiku melangkah memasuki rumah Hades dengan jantung yang berdegup dengan kencang. Aku mengedarkan pandangan ke seluruh ruang dan menemukan seseorang yang tengah duduk memunggungiku menghadap layar TV.


Aku berjalan mendekati orang tersebut dan merebahkan badanku di sampingnya. Ia tersenyum sinis menatapku, membuatku terkejut. Apa dia sedang marah padaku?


"Hades maafkan aku"


Aku mengucapkan kata maaf dengan lirih. Aku tau Hades pasti sekarang merasa amat kesal karena aku meninggalkannya bedua bersama Angelica saat di taman bermain.


"Kau yang ajak aku jalan, tapi kau yang meninggalkan aku bersama temanmu itu"


Ia berdecak kesal dan melipat tangannya di depan dada. Aku menahan napasku saat atmosfir ruangan berubah menjadi sedingin Kutub Utara.


"Maaf"


Aku lagi-lagi hanya bisa merapalkan kata maaf dan berdoa semoga Hades mau memaafkanku. Kini Hades menghadap ke arah ku dan menatapku tajam. Wajahnya semakin mendekat membuat pipiku memanas.


"Kau harus membayarnya!"


Hades terus memutus jarak di antara kami. Hingga wajahnya tepat 1cm di depan wajahku. Jantungku bergedup dengan kencang. Secara spontan aku mendorongnya menjauh dan bangkit berdiri dari tempatku.


"A..pa? Bayar dengan apa?!"


Aku memegang kedua pipiku yang memanas. Seraya bertanya pada Hades secara terbata-bata karena gugup.


"Cium!"


"Hah?!"


Aku memekik kaget mendengar permintaan yang keluar dari mulut Hades. Cium? Apa dia sudah gila?


"Aku bercanda, duduklah"


Hades tersenyum jahil dan menepuk-nepuk sofa yang kosong di sebelahnya. Aku memiringkan kepalaku bingung. Hades sedang kerasukan? Kenapa dia jadi aneh begini.


Aku mendekat memegang kedua pipinya seraya memperhatikan rawut wajahnya yang tidak biasa. Sejak kapan Hades bisa tersenyum jahil seperti ini, biasanya tanpa ekspresi layaknya es balok.


"Kau kerasukan setan apa Hades?!"


Aku menepuk-nepuk pipi kanan Hades. Hades yang merasa kesal segera menepis tanganku dari kedua pipinya.


"Kau beneran ingin ku cium?"


Aku kembali terlonjak kaget dan berjalan mundur menjauhinya. Ternyata sikap asli Hades seperti ini ya, mesum.


"Kenapa kau selalu bilang cium-cium begitu sih"


Aku mengerutu kesal berjalan ke arah dapur dan mengambil segelas air. Aku meneguk air tersebut hingga habis untuk menetralkan detak jantungku.


"Karena tadi kau meninggalkanku di taman bermain. Besok kau harus benar-benar berkencan denganku!"


Aku menaruh gelas di atas meja dan menghadap Hades yang entah sejak kapan sudah berada di sampingku.


"Hades apa kau tidak suka dengan Angelica?"


Aku memberanikan diri menanyakan hal ini pada Hades. Sejujurnya aku juga sedikit penasaran, bagaimana kelanjutan kencan antara mereka berdua setelah aku meninggalkannya di taman bermain.


"Tidak, setelah kau pergi aku meninggalkannya sendiri di taman bermain"


"Apa?!"


Aku memekik kaget mendengar penuturan dari mulut Hades. Meninggalkan Angelica sendiri di taman bermain? Sial, dia tidak tau ya perbuatannya ini bisa membawa bencana untukku.


"Kenapa kau kaget begitu? Apa kau dan Angelica sudah merencanakan hal ini dari awal?"


Aku segera membungkam mulutku. Hades berjalan mendekat dan menatap mataku untuk mencari kebenaran di dalamnya. Ah kau bodoh Persephone, ternyata Hades sedari tadi memancingku untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya.


"Iya, pertemuan kita dengan Angelica di taman bermain bukanlah sebuah kebetulan"


Aku menghela napas dan berkata sejujurnya. Mau membuat alasan seperti apapun pada akhirnya Hades akan kembali memojokkanku seperti ini.


"Aku sudah menyadarinya dari awal, aku hanya mau kejujuran darimu"


Ucapan Hades kali ini membuat hatiku serasa terkoyak. Ternyata dia sudah menyadarinya ya, tetapi dia berpura-pura tidak tau untuk menyenangkan hatiku. Kenapa aku jadi merasa sedih dan menyesal telah melakukan hal ini padanya.


"Maaf Hades"


"Sudah ku bilang ada bayarannya"


Hades kembali melipatkan kedua tangannya di depan dada dan menyenderkan tubuhnya di meja makan. Sebenarnya aku ingin sekali tertawa melihat gayanya yang meniru seorang gangster itu, tetapi lebih baik ku tahan sebelum Hades bertambah marah.


"Baiklah aku akan menuruti keinginanmu"


Hades memasang senyum kemenangan di wajahnya. Hm, terlihat mencurigakan sepertinya aku telah salah menuruti perkataanya.


"Besok kau harus menghabiskan waktu seharian bersamaku!"


Aku segera mengangguk mengiyakan permintaan Hades. Entah mengapa seperti ada setitik rasa senang tersirat di dalam hatiku saat mengetahui bahwa Hades ingin pergi berdua bersamaku.


"Kita akan kemana besok?"


"Tempatnya suka-suka aku"


Hades kembali memasang senyum yang mencurigakan. Sial, sudah pasti dia akan mengerjaiku. Dasar laki-laki menyebalkan.


"Baiklah"


Aku menghela napas dan tidak ingin kembali berkomentar. Terlalu lama berdebat dengan Hades akan membuatku darah tinggi.


Aku berjalan meninggalkannya dan memasuki kamar tamu yang ku tempati. Aku menanggalkan baju dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Hari ini merupakan hari yang menyenangkan untukku. Membuatku lupa disaat aku terlalu bahagia maka masalah sedang menghampiri untuk menghancurkanku.


...


Ketukan pintu membuatku terbangun dari bunga tidurku. Aku mengusap kedua mataku dan beranjak dari ranjang untuk membuka pintu. Aku melihat penampakan laki-laki bertubuh tinggi dan atletis tengah menatapku tajam. Ia terlihat sudah rapih dengan balutan kaos putih polos dan celana ripped jeans hitam.


"Hei putri tidur, kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa?"


Hades berdecak sebal melihat penampilanku yang masih acak-acakan khas bangun tidur. Aku segera menengadah melihat jam yang tergantung di dinding kamar.


"What?!"


Aku segera memekik kaget melihat jam yang sudah menunjuk angka 11.30 AM. Aku segera berlari kecil mengambil pakaian asal dari lemari dan masuk ke dalam kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri aku memakai riasan tipis di wajahku dan mengikat satu rambutku layaknya buntut kuda.


"Sudah selesai putri tidur?"


Aku menatap Hades yang kini sedang duduk di meja makan. Tatapannya sudah terlihat jelas bahwa ia sedang kesal dan jenuh karena menungguku.


"Maaf, aku lupa memasang alarm"


Aku berjalan mendekati Hades dan duduk di sebelahnya. Aku mengambil selembar roti gandum dan melahapnya hingga habis.


"Padahal aku ingin ajak kamu makan siang di restoran jepang"


Mendengar hal itu aku menjadi antusias. Aku segera menatap Hades sambil berbinar-binar. Dari kemarin aku memang ingin sekali makan sushi tetapi belum kesampaian.


"Kalau gitu ayo!"


Aku segera beranjak berdiri dan menarik Hades menuju parkiran. Hades dengan pasrah mengikuti langkahku dan menyalakan mobil hitam kesayangannya.


"Giliran makanan aja kau jadi semangat begitu"


Hades mengerutu kesal melihat wajahku yang tak menyembunyikan rawut senangnya. Aku hanya mengelengkan kepala pura-pura tidak tau sembari memasang seat belt.


"Ayo cepat jalan! Aku sudah tidak sabar melahap sushi-sushi yang mengiurkan itu"


Aku menepuk bahu Hades agar segera menjalankan mobilnya. Ia menatapku kesal dan mengelus-ngelus bahunya yang sebelumnya ku tepuk.


"Sakit tau, feminin dikit kek jadi cewek"


Hades mengerutu sembari menjalankan mobilnya. Aku hanya membuang muka dan menganggap ucapannya adalah angin lalu.


.


.


.


.


Yuk tinggalin vote, like, dan komennya untuk mendukung cerita ini. Terimakasih! 🖤