PerfectMatch

PerfectMatch
Terpenjara



Satu Minggu telah berjalan, kini hubungan Tari dan Zayn semakin baik dan saling mengerti. Itulah yang mereka mau, yaitu saling mengerti.


Setiap hari Zayn selalu pergi kekantor bersama sang istri tercinta. Meskipun Zayn sudah melarang Tari untuk ikut dengannya, Tari tetap keras kepala untuk ikut serta dalam memajukan perusahaannya dan juga perusahaan Zayn.


Alasan Tari untuk tetap ikut yaitu supaya dia dan Zayn selalu bersama dan tidak perlu memendam rindu meskipun hanya 7 jam. 7 jam? Iya hanya 7 jam Zayn berada di kantornya, itupun tidak full.


Zayn tetap menjalankan kewajiban seorang muslim dengan menunaikan sholat 5 waktu tepat waktu. Yang selalu membuat Tari bahagia adalah Zayn selalu sabar jika Tari meminta hal-hal yang aneh.


Hal aneh? Iya semenjak kehamilan Tari yang semakin besar, Tari sering sekali meminta kepada Zayn hal yang aneh.


Kemarin saja Tari meminta untuk dibuatkan sate kambing dari tangan Zayn sendiri. Sampai Zayn menahan perutnya yang mau muntah akibat bau daging kambing yang tidak disukai oleh Zayn.


***


"Sayang.. mas tunggu di mobil ya". Ucap Zayn sambil berjalan menuruni tangga dengan tangan kanan membantu memasangkan jam tangan ketangan kirinya.


Mas? Ya sekarang Tari memanggil Zayn dengan sebutan 'mas' bukan 'kakak' lagi. Itu adalah keinginan Zayn.


"Iya mas.. bentar lagi Tari selesai kok". Jawab Tari dari dalam kamar yang sedang merapikan jilbabnya agar tertata dengan rapi.


"Bi.. kita berangkat dulu ya, tolong jaga rumah, assalamualaikum". Tari berpamitan kepada para pelayan yang didepan rumah menunggu majikannya untuk berangkat bekerja. Itulah salah satu bentuk hormat para pelayan nya.


"Waalaikumsalam non, hati-hati ya non". Jawab para pelayan serempak sembari menganggukkan kepalanya dengan sopan dan tersenyum manis.


"Udah sayang? Yuk berangkat". Lalu Zayn menancapkan gas mobilnya dengan pelan dan santai.


Kemacetan tidak membuat Zayn bosan, karena ada istri tercintanya disampingnya. Entah mengapa jika ada Tari, hati Zayn menjadi tenang dan adem.


'Enak ya pacaran setelah nikah, kenapa nggak dari dulu aja ya ketemu sama Tari..' gumam Zayn dalam hati sembari tersenyum manis kepada Tari.


"Sayang, kenapa ya kita ketemunya nggak dari dulu aja?". Kata Zayn melenyapkan kesunyian didalam mobil.


"Mas.. kalau dari dulu kita ketemunya, kita mungkin sekarang nggak kayak gini. Aku bersyukur Allah menjodohkan aku dengan Mas, meskipun itu nggak dari dulu, aku bahagiaaaa banget sejak Mas menjadi suami aku". Jawab Tari.


"Oh ya? Asal kamu tau, aku jauh lebih bahagia dari kamu. Kehadiran kamu memberi aku kebahagiaan yang positif, aku jadi mengerti apa itu kesabaran dan keikhlasan. Terima kasih ya sayang... Kamu sudah mau menerima lamaran aku dulu".


"Terimakasih sayang.. semoga Allah selalu menjaga kita dimana pun kita berada. Aamiin".


***


30 menit kemudian Zayn dan Tari sampai di kantornya mereka.


Keadaan kantor sangat ramai, entah apa yang terjadi. Buru-buru Zayn menggandeng tangan istrinya saat Zayn tau ada anak berandalan yang menatap Tari sangat lekat.


"Ada apa ini?". Tanya Zayn kepada pegawainya yang mau kembali kedalam kantor setelah tau bosnya sudah sampai.


"Itu pak, ibu Shinta tertangkap polisi". Jawab pegawai tersebut. Tari dan Zayn dibuat terkejut dengan jawaban Naila selaku pegawai nya tersebut.


Memang tidak sengaja Zayn tadi melihat mobil polisi yang telah melintas dari arah kantornya.


"Apa yang telah terjadi mas?" Tanya Tari kepada sang suami. Zayn tidak menjawab karena dia sendiri pun bingung dan tidak tau.


"Kita masuk dulu, kita cari informasi didalam". Jawab Zayn.


"Kelly, sebenarnya apa yang telah terjadi?". Tanya Zayn kepada pegawai lainnya.


"Itu pak, ibu Shinta telah menggelapkan dana beberapa perusahaan. Salah satu perusahaan ada yang lapor kepihak yang berwajib". Jawab Kelly jujur.


"Penggelapan dana? Apakah termasuk perusahaan ini?".


"Iya pak, namun hanya sedikit. Karena bapak hanya memasukkan beberapa persen saja kedalam kerjasamanya. Kurang lebih bapak hanya kehilangan 5 persen dana dari perusahaan". Jelas Kelly dengan tegas.


"Syukur Alhamdulillah, jadi dia dipenjara?". Tanya Zayn lagi, Tari hanya diam karena saking syoknya. Bukan syok karena perusahaan rugi, melainkan Tari tidak menyangka dengan perbuatan Shinta yang sangat diluar dugaannya itu.


"Benar pak, saya dengar seumur hidup. Karena yang melaporkannya adalah CEO dari perusaan China yang telah terkenal. CEO tersebut rugi banyak pak".


"Astaghfirullah, kita mesti bersyukur karena Allah melindungi kita, Alhamdulillah".