PerfectMatch

PerfectMatch
43



"Fahri.. susul istri kamu, dia masih ada dikamar rias" kata Luna setelah Fahri menyelesaikan ijab kabulnya.


"Iya bu" jawab Fahri, lalu Fahri berjalan kearah kamar rias.


"Tante.. saya Tari anak nya pak Fadli" kata Tari setelah bertemu dengan ibu Fahri.


"Masyaallah, cantik banget. Maaf merepotkan mbak Tari" kata Luna.


"Terima kasih, sama sekali tidak merepotkan kok bu" jawab Tari sambil menyunggingkan senyuman.


"Ini..." Luna menunjuk kearah Zayn yang ada dibelakang Tari.


"Calon suami Tari" jawan Zayn dengan cepat. Membuat Tari terkejut dan tidak percaya dengan perkataan Zayn barusan.


"Cocok,, ganteng sama cantik" jawab Luna.


"Terima kasih.. saya Zayn" lanjut Zayn.


"Zayn? Anaknya pak Yusuf?" Tanya Luna memastikan.


"Iya benar bu" jawab Zayn.


"Oohh.. iya saya pernah denger nama anda dari Fahri.. maaf merepotkan anda" tutur Luna.


"Sama sekali tidak merepotkan" jawab Zayn dengan senyuman.


"Mari masuk kedalam" ajak Luna.


Lalu Tari dan Zayn mengikuti langkah Luna.


***


Lamunan Kirana didalam kamar rias, diakhiri dengan ketukan pintu yang mengagetkan Kirana.


Tok tok tok


Lalu Kirana berdiri, namun belum sempat membukakan pintu, pintu tersebut terbuka.


"Na.." panggil Fahri yang berjalan mendekati Kirana.


Kirana sangat gugup dengan kedatangan suaminya.


Disaat Fahri mendekati Kirana, Tari dan Zayn berada di luar kamar tersebut yang pintunya terbuka membuat Tari bisa melihat nya dengan jelas. Lalu Luna pamit untuk kembali ke ruang acara.


Kirana mulai menyalami tangan Fahri, lalu Fahri menyium kening Kirana yang membuat Kirana semakin gugup.


Tari yang melihat kejadian tersebut, dia menahan tangisnya yang hampir pecah, dia tidak mau menangis didepan Zayn. Tari tidak mau mengecewakan Zayn lagi.


"Ayo pergi" ajak Zayn


Tari menyetujui dengan anggukan kepala.


"Mau kemana?" Tanya Tari


"Keluar" jawab Zayn singkat.


"Jangan keluar sekarang, aku belum pamitan sama Kirana" jawab Tari.


"Yaudah pamitan sekarang, sama aku" kata Zayn dengan langkah menuju ruang acara.


Lalu Tari dan Zayn melihat Fahri yang menggandeng tangan Kirana sambil berjalan menuju kursi pengantin.


Tari enggan untuk bertemu dengan Fahri dan Kirana, namun Zayn memaksa Tari untuk berpamitan langsung agar menghormati Fahri dan Kirana.


"Cepetan!" Kata Zayn


Lalu Tari langsung melangkah mengikuti Zayn.


"Fahri!" Sapa Zayn sambil memeluk Fahri.


"Pak Zayn.. terima kasih sudah mau datang" kata Fahri membalas pelukan Zayn


"Kirana..."


"Tari.. makasih ya" kata Kirana sambil memeluk Tari, dan Tari membalas pelukan tersebut.


"Kamu sama siapa?" Tanya Kirana.


"Sama gue" jawab Zayn sambil tersenyum.


"Pak Zayn?" Tanya Fahri tidak percaya.


"Tari calon istri saya" jawab Zayn dengan tenang.


"Oohh ini adiknya kak Vara ya, pantes mirip" kata Kirana.


Fahri masih terdiam karena terkejut dengan perkataan Zayn barusan.


"Iya" jawab Tari kepada Kirana.


"Calon istri? Ini calon suami kamu?" Tanya Kirana setelah sadar dari perkataan Zayn barusan.


"Iya" jawab Zayn enteng.


"Wahh.. undang aku ya Tar" kata Kirana


Tari hanya menjawabnya dengan senyuman kaku dan mengangguk.


"Kok bisa?" Tanya Fahri.


"Jodoh mungkin" jawab Zayn dengan tawa.


"Yaudah kita pamit ya Na, kak Fahri" kata Tari.


"Iya makasih banyak ya" jawab Kirana.


"Sama sama" jawab Tari dan Zayn bareng.


"Kompak hehe" goda kirana.


"Yaudah bye" pamit Zayn sambil melambaikan tangannya.


"Mau kemana kak?" Tanya Tari setelah sampai diluar.


"Kemana aja" jawab Zayn lalu masuk kedalam mobil mewah nya.


"Masuk!" Suruh Zayn kepada Tari yang masih terdiam di depan mobilnya.


"Iya" jawab Tari lalu masuk ke dalam mobil mewah Zayn.


"Kakak marah sama Tari?" Tanya Tari ditengah tengah perjalanan yang tak tentu arah.


"Nggak" jawab Zayn dingin.


"Kak maafin aku, aku sadar aku salah. Kamu maafin aku kan?" Tidak ada jawaban dari Zayn.


"Kak.. turunin aku disini!" Perintah Tari yang membuat Zayn mengerutkan dahi.


"Turunin aku!!" Teriak Tari dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Kamu kenapa sih!!?" Bentak Zayn kepada Tari yang membuat Tari semakin kesal.


"Apa kamu nggak ngerti dengan perasaan aku? Dan dengan sikap dingin kamu itu malah menambah kesedihan aku dan rasa bersalah aku, kamu tadi seakan akan menyemangati aku, tapi sekarang apa? Kamu malah menambah sakit hati aku. Kamu ngerti nggak sih!!?" Bentak Tari dengan air mata yang terus mengalir.


"Dan kamu tidak menghargai aku!!" Teriak Zayn.


"Kamu sendiri juga tau betapa aku menyukai kak Fahri! Seharusnya kamu mengerti keadaan aku!!" Teriak Tari.


"Oke oke aku mengerti! Kamu sadar nggak dengan tingkah kamu tadi itu sangat tidak menghargai kehadiran aku"


"Tolong pahami aku.." lirih Tari dengan menunduk.


"Maaf aku bentak kamu" kata Zayn memandang wajah Tari.


"Maafin aku.." kata Tari dengan masih menunduk.


"Kita pulang kerumah ku dulu, aku tidak akan membiarkan kamu pulang kerumah mu dengan keadaan yang sekarang" kata Zayn, dan Tari menganggukkan kepala. "Ada mama dirumah" lanjut Zayn.


VOTE N LIKE DONG 🥺❤