
"Sayang.. besok keluarga calon suami kamu datang kesini, kamu siap kan?" Tanya mama Zoya kepada anak semata wayangnya.
"Iya ma" jawab Tari dengan singkat, lalu kembali melamun.
"Tari kamu kenapa?" Tanya papa Fadli yang menyadari lamunan Tari.
"Pa, Ma. Tari tadi pas dikampus denger orang baca surat Kahfi di masjid, suaranya merdu banget" Jawab Tari sambil memandang wajah papa mama nya yang tersenyum kearahnya.
"Sayang... mama yakin kalau suami kamu nanti bisa kayak yang kamu inginkan, yakan Pa?" Kata mama Zoya minta persetujuan papa Fadli.
"Iya sayang.. papa yakin itu" jawab papa Fadli.
"Oh iya, kamu tau kabar tentang Fahri sama Kirana?" Lanjut papa Fadli.
"Tau pa, tadi Tari ke panti terus ketemu Kirana, dia bilang kalau minggu depan dia nikah". Jawab Tari tanpa ekspresi.
"Kamu yang kuat ya sayang.." mama Zoya sambil mengelus elus pundak Tari.
"Tari pasti kuat kok ma.. meskipun masih ada sedikit rasa sakit nya" kata tari sambil tersenyum kearah papa mamanya
***
"aku mau ngomong sama kalian semua". Kata tari kepada sahabatnya setelah sampai di kelasnya.
" ngomongin apaan?" Tanya Virly kepada tari.
" aku dijodohin sama nyokap bokap gue" jelas Tari kepada sahabat sahabatnya
"Lo serius ?" Tanya Lisa tidak percaya dengan Tari.
"Serius. Dan nanti keluarga nya dateng kerumah gue untuk makan malam bersama" Jawab Tari.
"Lo belum tau siapa dia ?" Tanya Manda
"Belum, tapi aku yakin papa sama mama tau yang terbaik buat aku" jawab Tari.
"Kok kamu baru cerita sih Tar?" Kata Virly kelas kepada Tari.
"Aku dukung apapun yang kamu mau Tar.. kita semua pasti doain yang terbaik buat kamu" kata Virly sambil memeluk Tari yang diikuti oleh Manda dan Lisa.
"Makasih ya.. kalian semua memang yang terbaik buat aku" kata Tari sambil membalas pelukan mereka.
Ya itulah sahabat, kita harus selalu menguatkan yang lemah dan harus saling membantu satu sama lain. Tari sangat bangga mempunyai sahabat seperti mereka.
" oh iya gimana kak Fahri itu?" Tahya Lisa setelah melepaskan pelukannya.
"Dia minggu depan nikah, ya aku ngga bisa buat apa apa" jawab Tari dengan pandangan kebawah.
"Kamu yang kuat ya.. habis ini kan punya suami" ledek Virly sambil tersenyum.
"Bener itu.. udah jangan mikirin kak Fahri, sekarang fokus sama rumah tangga yang mau lo bangun aja hehe" ledek Lisa.
"Gue penasaran banget siapa sih orang nya" kata Tari.
"Siapapun orang nya, semoga saja baik buat kamu" Kata Lisa.
"Aamiin" Jawab Tari, Manda dan Virly bersamaan.
***
"Sayang.. cepet mandi dan ganti baju" suruh mama Zoya ketika Tari baru sampai dari kampus.
"Ada apa ma? Bukannya makan malam nya masih lama?" Tanya Tari bingung dengan sikap mama nya kali ini.
"Iya memang masih lama, tapi temenin mama ke alfamart buat beli beberapa camilan buat nanti malam sayang" jelas mama Zoya kepada Tari.
Tari mengangguk tanda paham "Tari mandi dan ganti baju dulu ya ma" kata Tari sambil menaiki anak tangga menuju kekamarnya.
"Ayo ma berangkat" ajak Tari kepada mama Zoya setelah mandi dan ganti baju sambil mengecek ngecek tas yang akan dibawa nya dan tidak melihat kearah mama nya.
Setelah Tari merasa tidak ada jawaban dari mamanya, Tari mengangkat kepala nya dan melihat kearah mama nya.
Betapa terkejutnya Tari dengan kehadiran seseorang yang telah membuat nya kesal akhir akhir ini.